
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa kini 3 bulan telah berlalu, hari kelulusan Ayana dan Cellyn pun sudah di depan mata, semua nya menyambut hari itu dengan bahagia namun tidak bagi Cellyn, gadis itu justru menganggap hari itu adalah hari yang paling buruk, karena setelah hari itu ia akan jauh dari keluarga nya dan teman teman nya.
Hari ini Ayana sudah cantik dengan balutan kebaya cream yang ia kenakan, seluruh keluarga nya juga sudah siap untuk ikut di hari kelulusan putri bungsu mereka, Jordan juga bahkan terpaksa menunda semua jadwal nya hari ini lantaran di paksa untuk menghadiri acara kelulusan istri kecil nya itu oleh kedua orang tua nya.
“Gara gara hari tidak penting mu ini, aku harus menunda semua jadwal penting ku!”
ucap Jordan pada Ayana yang tengah di siapkan oleh MUA, hari ini adalah hari paling penting dalam hidup nya dan tentu ia ingin terlihat maksimal di depan semua orang.
Ayana hanya mencebik menatap Jordan yang meskipun mengomel sejak tadi tapi ia tetap menunggu Ayana hingga selesai, dan tentu itu di sebabkan oleh orang tua nya yang meminta Jordan untuk menunggu Ayana selesai di hias.
“mbak, cepetan dikit gak perlu tebal tebal, toh muka nya juga gak bakalan berubah menjadi cantik.”
Sejak tadi ia memang sudah meminta pada wanita yang merias Ayana agar segera menyelesaikan tugas nya lantaran ia tak mau menunggu lama, dan hal itu benar benar mengganggu Ayana lantaran mulut Jordan tidak bisa diam sejak tadi.
“Gak boleh gitu mas, istri mas cantik loh bahkan tanpa di hias sekali pun.”
Puji perias itu pada Ayana lantaran memang wajah Ayana benar benar cantik sekalipun tidak menggunakan riasan, hanya saja mungkin Jordan belum menyadari hal itu lantaran ia hanya bisa melihat wajah bocil Ayana.
Jordan hanya memutar bola mata malas mendengar jawaban MUA itu, cantik dari mana nya, hidung nya kecil mata nya besar seperti mata boneka, tapi boneka Annabelle bukan boneka Barbie.
“Cepat lah, aku benar benar bosan di sini.”
Bugh!
Akhir nya Jordan merasakan kekesalan Ayana lantaran gadis itu melempari nya dengan sebuah botol terbuat dari plastik namun berisi air hingga jika mengenai tubuh juga akan terasa sakit.
“Kau gila? itu sakit Ayana!”
Sentak Jordan yang kini merasakan sakit di bo**** nya lantaran Ayana melempar botol itu tepat mengenai boko** Jordan, Ayana hanya menjulurkan lidah nya pada Jordan, sedangkan MUA itu hanya bisa tersenyum menahan tawa melihat tingkah sepasang suami istri yang seperti kartun kucing dan tikus yang selalu bertengkar.
__ADS_1
30 menit berlalu akhirnya Ayana kini selesai di rias, wajah Ayana benar benar cantik sama seperti Ariana, hanya saja Arian memiliki mata sipit sama seperti mommy nya sedangkan Ayana memiliki mata besar sama seperti mama nya.
Sedangkan Jordan yang terlalu lama menunggu kini tengah tertidur di ranjang nya, Ayana yang melihat itu langsung menghampiri Jordan dan membangun pria yang sejak tadi membuat nya kesal.
“Hei bangun! aku sudah selesai, ayo cepat nanti kita terlambat.”
Ucap Ayana yang tanpa tahu malu malah menyuruh Jordan untuk segera bergerak, padahal pria itu sejak tadi sudah menunggu nya terlalu lama hingga tertidur.
Jordan pun terbangun mendapat kan tepukan dari Ayana, namun belum sempat ia melihat wajah istri kecil nya itu, gadis itu sudah berbalik dan segera keluar dari kamar nya tanpa menunggu Jordan terlebih dahulu.
Di luar sana semua keluarga sudah menunggu termasuk kedua orang tua Jordan yang terlihat tengah berbincang dengan Ari, Hana, Arian dan juga Aaron.
Ya, hubungan mereka membaik setelah mereka memutuskan untuk memaafkan kesalahan Ariana, lagi pula mereka juga sudah menemukan pengantin pengganti untuk putra mereka.
Ayana berlari menuruni anak tangga menghampiri keluarga nya, sedangkan Jordan memilih untuk mencuci wajah nya terlebih dahulu lantaran tidak mungkin ia datang ke acara yang akan di hadiri banyak orang itu dengan wajah bantal nya.
Bukan Hana yang berbicara melainkan mama Jordan, wanita itu benar benar memperlakukan Ayana seperti putri nya sendiri, dan hal itu membuat Hana dan Ari benar benar merasa bersyukur, meskipun terkadang Hana sedikit cemburu lantaran melihat Putri bungsu nya lebih dekat dengan mertua nya saat ini.
Ayana hanya menyengir memperlihatkan deretan diri putih nya, gadis itu kemudian mengajak seluruh keluarga nya untuk segera berangkat lantaran memang acara nya akan segera di mulai.
“Dimana Jordan?” tanya Hana lantaran tak melihat menantu nya itu turun padahal Ayana sudah turun sejak tadi.
Ayana menatap kearah kamar nya seraya mengangkat kedua bahu nya, dan kembali meminta seluruh keluarga nya agar segera berangkat, hingga akhir nya semua nya setuju dan segera berangkat saat itu juga.
“Ayana mau semobil dengan papa dan mama, tidak apa kan ma?” tanya Ayana pada mama mertua nya itu, ia hanya tidak ingin nika mertua nya itu merasa jika Ayana tidak menyayangi nya.
Wanita itu mengangguk, ia tak mungkin melarang Ayana untuk ikut bersama orang tua nya lantaran bagaimana pun Ari dan Hana lebih berhak dari pada diri nya.
Ayana memeluk mertua nya itu seraya mengucapkan terima kasih, lalu segera ikut orang tua nya ke dalam mobil, sedangkan orang tua Jordan kini menunggu putra mereka yang belum juga turun.
__ADS_1
“Jordan ayo cepat, Ayana sudah berangkat!”
Aaron dan Ariana hanya tersenyum melihat tingkah mertua Ayana yang benar benar peduli pada Ayana, ia bahkan lebih memihak Ayana dari pada Jordan putra nya sendiri.
“Iya, ini Jordan sudah selesai ma.”
Terlihat sekali raut wajah kesal pada pria itu, mereka kemudian segera berangkat setelah Jordan bselesai dengan urusan nya, Aaron dan Ariana juga berangkat dengan mobil mereka.
“Sayang, Cellyn bagaimana?”
Tanya Ariana kala sedang berada di mobil bersama Aaron, jujur ia benar benar khawatir memikirkan nasib Cellyn setelah hari ini, kabar nya gadis itu juga akan mengikuti acara kelulusan nya hari ini setelah 3 bulan menjalani homeschooling.
“Tenang lah, dia akan baik baik saja di sana, mommy tidak mungkin membiarkan nya sendirian, pasti akan ada orang yang selalu memantau kegiatan nya di sana.”
Sebenarnya bukan sang mommy melainkan diri nya yang sudah mempersiapkan orang orang nya untuk menjaga Cellyn selama berada di negeri orang itu nanti, Bagaimana pun adik nya itu seorang perempuan tentu ia merasa khawatir.
Ariana mengangguk lalu kemudian menatap perut nya yang datar, lagi lagi ia memikirkan tentang diri nya yang tak kunjung hamil padahal sudah 4 bulan berlalu setelah kejadian hari itu.
“Sayang, aku sedang datang tamu bulanan, seperti belum ada bayi di perut ku.”
Aaron menghela nafas panjang mendengar ucapan Ariana untuk yang kesekian kalinya, pasal nya wanita itu benar benar terobsesi untuk segera hamil, padahal Aaron tidak pernah menuntut agar diri nya segera hamil.
“Sayang, tidak masalah mungkin tuhan ingin menyuruh kita agar bisa berpacaran lebih lama lagi, jangan terlalu di pikirkan jika memang sudah waktu nya maka akan ada bayi di perut mu.”
Aaron mengusap puncak kepala Ariana dengan lembut berharap istri nya itu tak lagi membahas tentang kehamilan.
“Tapi bagaimana jika aku tidak bisa hamil?”
Ciiittt!!!!!!
__ADS_1