
Ariana bernafas lega saat ini lantaran sang papa yang mendadak mendapatkan telepon dari kantor nya, ia pun segera pergi lantaran memiliki sedikit pekerjaan meskipun hari ini weekend.
Hana kemudian mengajak Aaron untuk duduk terlebih dahulu, ia tahu jika pria itu tak ingin berlama lama lantaran takut pada suami nya, Hana pun memberikan kesempatan pada Aaron dan Ariana untuk bicara.
Kini tinggal lah Aaron dan Ariana di ruang tamu itu, hening tak ada percakapan di antara kedua nya, Aaron hanya menatap Ariana sedangkan Ariana hanya bisa menunduk tanpa berani menatap Aaron.
“Sebenar nya apa yang kau inginkan?” ucap Ariana setengah berbisik lantaran tak ingin yang lain tahu tentang mereka.
Aaron menarik sudut bibir nya menatap wajah cantik Ariana yang terlihat sangat menggemaskan saat marah.
“Apa kau benar benar tak tahu apa yang aku inginkan?” ucap Aaron tersenyum sinis.
Ariana melirik ke kiri dan ke kanan memastikan jika tak ada orang yang berada di sekitar mereka lalu sedikit memajukan tubuh nya kedepan.
“Sudah aku bilang aku tidak mau tanggung jawab mu!” ucap nya seraya mengeratkan gigi gigi nya lantaran kesal melihat Aaron yang terus saja memaksa nya untuk menerima tanggung jawab yang ia tawari
“Kenapa? kau ingin bayi ku nanti memanggil Daddy pada pria brengsek itu?” ujar Aaron sedikit meninggikan suara nya membuat Ariana refleks melempar bantal kursi pada pria itu.
“Kau mau mati? bayi apa? jangan gila ya!” ucap Ariana seraya mengayunkan bogem mentah nya ke udara lantaran tak bisa meraih wajah Aaron karena jarak mereka yang cukup jauh
Aaron terkekeh melihat kelakuan Ariana yang kini semakin menjadi jadi, berawal dari manja, lalu dingin dan sekarang tukang marah marah.
“Apa yang kau tertawakan? kau pikir aku sedang bercanda?”
Seperti nya sekarang Aaron memiliki hobi baru yaitu membuat darah Ariana mendidih lantaran selalu saja membuat wanita itu kesal jika bertemu dengan nya.
“Tanpa bercanda wajah ku sudah membuat ku tertawa.” ucap Aaron di sela sela tawa nya membuat Ariana semakin kesal pada pria itu.
Ariana bangkit dari duduk nya hendak meninggalkan pria itu sendirian di sana namun Aaron justru lebih dulu menarik nya hingga mereka pun terjatuh di kursi dengan Ariana yang duduk di pangkuan Aaron.
Ariana yang sempat memberontak kini mendadak mematung kala merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana, lalu tatapan nya tertuju pada Aaron yang tengah memejamkan kedua mata nya seraya mengepalkan tangan.
__ADS_1
“A-apa i-tu?” ucap Ariana terbata bata, ia tak tahu apa yang tengah ia rasakan saat itu namun perasaan nya mendadak tak enak saat ini.
“Jangan bergerak, kau membangunkan nya Ana!” ucap Aaron seraya melepaskan tangan nya dari pinggang Ariana.
Ariana segera menjauh dari Aaron, jujur ia belum mengerti dengan ucapan Aaron, apaa yang ia lakukan? dan apa yang bangun? pikir Ariana
“K-kau baik baik saja?” tanya Ariana kini menatap Aaron yang terlihat aneh
Aaron hanya mengangguk seraya membeku sejenak, lalu tak lama Cellyn dan Ayana turun ke bawah menghampiri kakak mereka.
“Ayo kak pulang.” ucap Cellyn lalu di jawab anggukan oleh Aaron yang sudah merasa lebih tenang saat ini.
Saat melewati Ariana, Aaron masih sempat mengelus perut Ariana seraya mengedipkan sebelah mata nya pada wanita itu membuat Ariana bergidik ngeri.
“Dasar gila!” ucap Ariana seraya mengelus perut nya yang sempat di elus oleh Aaron.
Ayana yang melihat kakak nya mengelus perut jelas saja menatap nya dengan bingung, apa mungkin kakak nya itu lapar? tapi mereka baru saja menyelesaikan sarapan.
“Kakak kenapa?” tanya Ayana menatap tangan Ariana yang kini berada di perut nya.
“Ti-tidak, kakak masuk dulu.” ucap Ariana kemudian berlari masuk ke dalam kamar nya.
.
.
.
Sebulan kemudian kini keluarga Ariana dan Jordan mengadakan pertemuan untuk menentukan hari pernikahan putra putri mereka.
Jordan terlihat sangat bahagia saat membahas hari pernikahan mereka nanti nya, bagaimana konsep nya, dimana lokasi nya semua Jordan yang menentukan sedang Ariana hanya mengiyakan saja saat mereka bertanya.
__ADS_1
Ia benar benar tidak tertarik dengan obrolan orang orang itu saat ini lantaran di pikiran nya hanya ingin makan lesehan di tepi jalan, entah mengapa ia mendadak menginginkan hal itu.
Sedangkan Aaron saat ini tengah berada di negara lain lantaran harus menemui klien nya yang berada di Jepang.
Sejak tadi Ariana sudah mengirimkan pesan pada Ayana yang kini duduk di hadapan nya namun adik nya itu justru tak membuka ponsel nya lantaran fokus ikut memberikan ide untuk acara pernikahan kakak nya.
Ya meskipun ia tak suka dengan pernikahan ini sejak awal namun ia tetap ikut membicarakan tentang pernikahan kakak nya saat ini.
Ariana benar benar sendirian saat ini, tak ada teman bicara atau pun teman untuk di ajak makan di lesehan tepi jalan seperti yang ia inginkan.
“Andaikan ada Cellyn... Ah iya Cellyn!” ucap Ariana membatin lalu mengetik nama Cellyn di ponsel nya dan mengirimkan pesan untuk menemani nya.
Tentu saja gadis itu akan setuju lantaran ia memang sangat suka berdua dengan Ariana lantaran merasa cocok itulah sebab nya ia sangat mendukung jika kakak nya dan kakak sahabat nya menikah.
[Cellyn, kau dimana?]
[Aku di luar dengan teman teman ku kak, ada apa?]
[Mau temani kakak tidak? please kakak ingin makan sesuatu]
Membutuhkan waktu beberapa menit untuk Cellyn membalas pesan Ariana, entah sedang apa gadis itu saat ini, lalu Ariana kini tersenyum manis kala mendapat balasan Cellyn yang setuju untuk menemani nya.
Ariana pun bangkit dari duduk nya lalu berjalan meninggalkan orang orang itu yang tengah sibuk berbincang, tujuan nya adalah kamar lantaran ingin mengambil tas dan juga dompet nya
Urusan wajah ia tak peduli jika kini wajah nya terlihat sangat pucat lantaran tak menyentuh makanan sejak pagi karena tak selera.
“Mau kemana?” tanya Ari kala melihat Ariana yang hendak keluar dari rumah dengan membawa tas.
Ariana yang sejak tadi berusaha untuk tidak mengeluarkan suara dalam melangkah kini harus menghentikan langkahnya kala mendengar suara sang papa yang terdengar mengerikan
“Ariana mau membeli sesuatu di mini market depan pa.” ucap Ariana berbohong, mana mungkin ia akan mengatakan ingin makan di lesehan dengan Cellyn.
__ADS_1
Aria menatap Putri nya dengan tajam seraya memberikan isyarat untuk kembali duduk namun Ariana justru tak peduli dan tetap melanjutkan langkah nya menuju pintu.
“Nanti saja dengar omelan papa.” ucap nya seraya masuk ke dalam mobil