QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 78


__ADS_3

Tak lama kemudian Rhea kembali masuk ke dalam ruangan Aaron setelah menyelesaikan tugas yang atasan nya itu berikan pada nya, Rhea mengetuk pintu ruangan atasan nya itu sebelum masuk.


Tok tok tok!


“Permisi pak, ini saya bawa berkas yang bapak minta tadi.” ucap Rhea menyerahkan berkas berkas yang Aaron perintahkan pada nya untuk di kerjakan, Aaron mengangguk tanpa menoleh pada Rhea.


Rhea sedikit kecewa dengan sikap Aaron yang seperti tak peduli dengan keberadaan nya, wanita itu kemudian memilih untuk keluar saja mengerjakan tugas nya yang lain dari pada harus merasakan kecewa jika berada di ruangan itu terlalu lama.


Namun baru saja ia akan duduk di meja kerja nya, lagi lagi ia mendapat kan panggilan dari atasan nya itu membuat wanita itu bergegas kembali masuk ke dalam ruangan Aaron.


“Ada apa pak?”


Tanya Rhea begitu masuk ke dalam ruangan atasan nya itu, Aaron melambaikan tangan nya pada Rhea agar wanita itu mendekat tanpa menoleh pada Rhea, Rhea tersenyum lalu segera mendekati atasan nya itu.


“Ini ada beberapa harus kamu perbaiki.”


Ucap Aaron yang tak menyadari jika Rhea bukan berada di hadapan nya melainkan di samping nya lantaran ia terlalu fokus menatap berkas yang ada di tangan nya, pria itu baru menyadari nya ketika dua bongkahan padat milik Rhea hampir menyentuh kepala nya.


Sontak saja pria itu menjauh lantaran tak ingin ada yang melihat kedekatan jarak mereka dan memikirkan hal yang tidak tidak pada mereka nanti nya.


“Bisa kau pindah ke depan? kita tidak seakrab itu hingga kau harus berada di samping ku?”


Rhea mengigit bibir nya mendengar ucapan menohok dari atasan nya itu, wanita itu mengangguk segera pindah ke depan setelah mengucapkan kata maaf pada atasan nya itu, kini jarak mereka terhalang oleh meja kerja Aaron.


Aaron kembali menjelaskan mana saja yang harus Rhea perbaiki, setelah menjelaskan semua nya ia meminta wanita itu untuk segera keluar dari ruangan nya lantaran merasa sedikit risih berada di dekat wanita itu.

__ADS_1


“Sekretaris macam apa yang dia carikan untuk ku?”


Gumam Aaron tertuju pada asisten nya yang bertugas mencari sekretaris baru untuk Aaron lantaran sekretaris lama nya memilih resign karena akan segera menikah.


Aaron menatap pintu yang sudah di tutup oleh Rhea, bukan karena tertarik pada wanita itu melainkan merasa sedikit risih, belum lagi pakai Rhea yang sedikit ketat karena tubuh nya memang padat.


Hari kini berubah menjadi sore, Aaron pun segera merapikan meja kerja nya dan bergegas untuk pulang menemui istri tercinta nya yang sudah menunggu nya di rumah, senyum nya tak hilang dari wajah nya membayangkan wajah cantik Ariana saat ini.


Sedangkan Rhea yang melihat senyuman atasan nya itu merasa bingung, padahal seharian ini wajah atasan nya itu selalu datar tapi lihat lah sekarang wajah nya begitu bahagia, semua karyawan berkumpul di depan lift menunggu pintu lift terbuka.


Sedangkan Aaron menunggu pintu lift khusus petinggi terbuka bersamaan dengan karyawan lain, semua karyawan menyapa nya dan dibalas anggukan oleh Aaron, tak lama pintu lift karyawan terbuka, semua karyawan berbondong-bondong memasuki lift.


Namun sayang nya Rhea terlambat lantaran lift nya sudah penuh, Aaron yang melihat itu pun merasa iba lantaran hanya tinggal dia sendirian di sana jika Rhea harus menunggu lift itu kembali terbuka.


Ucap Aaron pada Rhea, gadis itu menoleh mendengar suara Aaron yang bertanya pada nya. “Rhea pak.”


Jawab Rhea dengan sedikit sendu lantaran Aaron ternyata melupakan nama nya padahal ia sudah memperkenalkan diri secara langsung mau pun dari pesan yang ia kirim.


Aaron mengangguk setelah mendengar jawaban dari gadis itu dan menawarkan nya untuk ikut masuk ke dalam lift yang ia gunakan, Rhea pun tanpa malu mengangguk dan segera masuk bersama atasan nya itu.


“Terima kasih pak.”


Ucap Rhea pada Aaron seraya tersenyum, padahal ia baru saja akan menyerah melihat sikap Aaron yang sangat dingin pada nya, tapi kali ini ia merasa kembali bersemangat untuk mendekati atasan nya itu.


Aaron hanya mengangguk, ia tak begitu peduli dengan gadis itu sebenarnya namun sebagai pemilik perusahaan itu jelas ia tidak ingin terjadi sesuatu pada karyawan nya apalagi Rhea seorang wanita.

__ADS_1


Selama dalam lift kedua nya hanya diam, Aaron hanya menatap kedepan dengan sesekali menatap ponsel nya, mengecek pesan dari istri tercinta nya, mendadak pikiran nya teringat pada sikap Rhea yang sedikit tidak sopan pada nya tadi.


Sedangkan Rhea juga diam namun ekor mata nya sesekali melirik Aaron yang terlihat fokus dengan ponsel nya bahkan membuat wanita itu penasaran sebenarnya apa yang pria itu lihat hingga tersenyum?


Ting!


Pintu lift terbuka, Aaron segera melangkah kan kaki keluar dari lift diikuti oleh Rhea, wanita itu kemudian membungkuk mengucapkan terima kasih dan selamat sore pada atasan nya itu lalu segera pergi meninggalkan Aaron.


Namun langkah nya terhenti kala mendengar suara Aaron yang memanggil nama nya, gadis itu menoleh pada atasan nya yang sudah ia tinggal di belakang, Aaron berjalan menghampiri Rhea dan berhenti di hadapan wanita itu.


“Tolong jaga sikap mu jika sedang berada di kantor.”


Setelah mengatakan hal itu Aaron pun pergi meninggalkan Rhea yang mematung mendengar ucapan nya, Rhea menatap Aaron yang sudah memasuki mobil hitam nya dan melaju kencang meninggalkan kantor.


Sedangkan gadis itu kini diam mencerna ucapan yang Aaron ucapkan pada nya, itu peringatan ancaman atau peringatan kasih sayang?


Entah apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu hingga tidak bisa membedakan jik Aaron sedang mengungkapkan rasa tidak suka nya pada sikap gadis itu, Rhea justru menganggap Aaron sedang memperingati nya untuk tidak terlalu menunjukkan diri jika mereka dekat karena sedang berada di kantor.


“Aku tidak salah kan? dia benar benar mengatakan hal itu? sekarang aku mengerti kenapa dia bersikap dingin pada ku, ternyata karena ia tidak ingin mencampuri urusan pribadi dengan pekerjaan.”


Rhea membatin seraya tersenyum lalu segera berjalan keluar dari kantor dengan perasaan yang sangat senang, semua rasa penasaran nya kini sudah terjawab dengan pemikiran sempit nya sendiri.


Rhea semakin yakin jika atasan nya itu memang memiliki perasaan pada nya mengingat Aaron yang mengajak nya memasuki lift bersama dan memperingati nya tentang urusan pribadi dan pekerjaan.


Padahal pria itu sengaja menegaskan kata kantor karena ia tak peduli dengan kehidupan gadis itu jika berada di luar kantor, yang terpenting bagi nya adalah pekerjaan Rhea yang bagus di kantor.

__ADS_1


__ADS_2