
Sedangkan di tempat lain kini Cellyn sudah menunggu di depan perpustakaan setelah Ariana menelpon nya, jujur saja ia sebenarnya dari basecamp nya dengan teman teman nya dimana tempat ia berkumpul dengan geng tukang bully nya.
Cellyn tak menyangka jika ia akan di mintai tolong oleh Ariana jika tahu seperti itu maka tidak mungkin ia ikut berkumpul dengan teman teman nya.
“sial! pakaian ku bau alkohol.” umpat Cellyn lantaran mencium aroma alkohol dari pakaian nya lantaran sempat menumpahkan nya saat terkejut ketika Ariana meminta bantuan nya.
Cellyn pun kini berjalan hendak pergi ke toilet umum namun tak lama ia mendengar suara Ariana yang memanggil nya dari dalam mobil.
“Ya tuhan kenapa harus sekarang.” gumam nya seraya menatap Ariana yang berada di seberang dengan melambaikan tangan pada nya.
Cellyn pun tersenyum kaku pada Ariana, ia kini benar benar takut jika Ariana menyadari ada bau alkohol dari pakaian nya.
Cellyn pun berlari menghampiri mobil yang di tumpangi oleh Ariana lalu segera masuk, namun baru saja masuk Cellyn sudah di cecar pertanyaan oleh Ariana lantaran mencium bau alkohol.
“Kenapa ada bau alkohol disini?” ucap Ariana seraya menutup mulut dan hidungnya lantaran tak tahan dengan bau itu.
Sedangkan Cellyn kini hanya bisa menelan Saliva pahit seraya memikirkan alasan agar bisa memberikan alasan pada Ariana.
“Ah apa bau nya menempel pada Cellyn? tadi ada orang yang gak sengaja nabrak Cellyn terus jalan nya juga sempoyongan dan ada bau alkohol, mungkin bau nya menempel pada Cellyn.” ucap nya seraya mengendus pakaian nya.
“Astaga masih siang tapi sudah minum minum.” ucap Ariana seraya menggeleng, lalu ia menawarkan Cellyn untuk membeli pakaian di toko terdekat agar tak lagi mencium bau alkohol.
Cellyn pun setuju lantaran ia juga tak ingin nanti keluarga nya juga menanyakan hal yang sama pada diri nya terlebih lagi kakak nya akan pulang hari ini.
Setelah selesai membeli pakaian untuk Cellyn kini mereka berangkat ke tempat yang Ariana inginkan, Cellyn yang masih belum tahu tujuan mereka tentu saja menatap bingung pada jalanan.
“Kak, kita mau kemana?” tanya Cellyn
Ariana tersenyum lebar lalu mengedipkan sebelah mata nya tanpa menjawab pertanyaan gadis remaja itu membuat Cellyn mengerutkan kening nya heran dengan tingkah kakak sahabat nya itu yang mendadak manja.
“Di sana pak di depan itu.” ucap Ariana seraya menunjuk sebuah tempat makan lesehan, tentu hal itu membuat Cellyn menatap bingung pada Ariana, kenapa ia meminta pak sopir untuk kesana? apa mereka akan makan di sana? namun rasanya tidak mungkin mengingat Ariana paling tidak suka makan di tempat seperti itu.
“Kak, kita kenapa berhenti di sini?” tanya Cellyn penasaran.
__ADS_1
Ariana menatap Cellyn seraya mengerutkan kening, kenapa masih bertanya sudah jelas mereka akan makan di sana lantaran mereka berhenti di tempat makan, beda lagi jika mereka berhenti di tempat karaoke, pikir Ariana
“Tentu saja untuk makan.” ucap Ariana seraya turun dari mobil dan mengajak Cellyn yang kini tengah melongo mendengar jawaban Ariana.
What? makan di tempat ini? apa Ariana sedang mengigau atau bagaimana? bagaimana mungkin selera Ariana sekarang berubah? pikir Cellyn
“Hei, Ayo turun Kakak sudah sangat lapar.” ucap Ariana membuyarkan lamunan Cellyn, tanpa banyak merenung Cellyn pun ikut turun dan mengikuti langkah senang Ariana saat masuk ke dalam tempat itu.
Cellyn hanya bisa menelan Saliva menatap sekeliling, tidak terlalu buruk namun tetap saja ia merasa aneh dengan Ariana yang tiba tiba saja berubah selera.
”Kakak yakin makan di sini?” tanya Cellyn kemudian seraya ikut duduk dengan Ariana yang sudah duduk santai.
Ariana mengangguk ia benar benar ingin makan di tempat seperti ini beberapa hari belakangan, hanya saja karena tak ada yang menemani membuat nya tak bisa memenuhi keinginan nya.
“this is really crazy.” ucap Cellyn yang hanya mampu di ucapkan dalam hati nya.
Cellyn pun membuka ponsel nya seraya mengirim pesan pada Ayana tentang hal itu, ia yakin jika sahabat nya itu pasti akan terkejut mendengar hal ini.
[Aya.. Apa kak Ariana sedang sakit?]
lalu tak lama makanan pun datang entah kapan ia memesan yang jelas kini sop daging beserta sudah berada di atas meja. Ariana langsung menyerbu makanan itu dengan lahap membuat Cellyn kembali melongo
“Astaga, kak Ariana ini kerasukan atau bagaimana” ucap Cellyn membatin menatap Ariana dengan tatapan tak percaya.
Lalu tak lama terdengar dentingan dari ponsel nya membuat gadis itu segera membuka ponsel nya.
[Tidak, kenapa?]
Yap, Ayana akhir nya membalas pesan Cellyn setelah beberapa lama gadis itu menunggu, dengan cepat Cellyn mengetik balasan untuk pesan Ayana.
[Kau tahu? kak Ariana makan di lesehan]
Balas Cellyn seraya mengirimkan foto Ariana yang sempat ia ambil saat tengah menikmati makanan nya
__ADS_1
[What!! bagaimana mungkin?]
Saat akan membalas pesan Ayana mendadak Ariana sadar jika Cellyn terlalu sibuk dengan ponsel nya hingga tak menyentuh makanan nya.
“Cellyn, kau tidak makan? ayo makan sebelum kakak yang menghabiskan nya.” ucap Ariana di iringi tawa.
Cellyn hanya terkekeh lalu mengatakan untuk memperbolehkan Ariana jika memang menginginkan makanan nya, namun siapa sangka Ariana justru menganggap serius ucapan Cellyn, tanpa ragu ia memakan makanan Cellyn membuat gadis itu kembali melongo untuk kesekian kali nya.
Benar kah dia Ariana? wanita yang selalu menjaga pola makan nya agar tidak menambah berat badan nya? pikir Cellyn
“Kak apa kau tidak takut gendut?” ucap Cellyn pelan pelan lantaran takut akan menyinggung perasaan Ariana, namun wanita itu justru menggeleng kan kepala.
“Nanti bisa diet.” ucap nya santai seraya melahap makanan nya.
Ariana kini bersandar setelah merasakan kenyang yang luar biasa sedangkan Cellyn hanya bisa menatap Ariana yang kini mengusap perut nya lantaran kekenyangan.
Lalu tak lama Cellyn mendapatkan telepon dari Aaron yang mungkin kini sudah pulang dan mencari keberadaan yang tak ada di rumah.
“Ha-halo.” ucap Cellyn
“Kau dimana? mommy bilang kau pergi dengan teman teman mu.” ucap Aaron setelah mendengar suara Cellyn
“Cellyn sedang..”
“Cellyn di mana jual rujak buah?” tanya Ariana seraya menatap sekeliling
“Rujak?” beo Cellyn yang terkejut mendengar Ariana menanyakan rujak pada nya, apa ia berniat untuk membeli rujak dan memakan nya? padahal ia baru saja menghabiskan dua porsi makanan, polri Cellyn
Ariana mengangguk polos, entah mengapa setelah keluar dari rumah, justru banyak keinginan yang ingin ia penuhi.
“Cellyn, kau sedang bersama siapa?” tanya Aaron namun tak di dengar oleh Cellyn yang tengah berbicara pada Ariana.
“Ayo kita cari rujak, kakak ingin makan rujak.” ucap Ariana seraya berdiri dari duduknya
__ADS_1
“Rujak?”