
Keadaan semakin memanas kala tak ada yang mau mengalah dari kedua pria itu, Ariana kini berada di tengah tengah Aaron dan Jordan dengan masing masing tangan di pegang oleh kedua pria itu, jangan tanya bagaimana reaksi Ariana, jelas saja wanita itu malu karena saat ini diri nya menjadi pusat perhatian banyak orang.
“Apa yang kalian lakukan, cepat lepaskan aku!” bisik Ariana pada kedua pria itu lantaran sudah benar benar merasa geram dengan tingkah kekanak-kanakan mereka.
Entah apa yang akan di pikirkan oleh orang orang sekitar sana kala melihat satu orang wanita di perebutkan oleh dua orang pria, mungkin mereka akan mengira jika Ariana memacari kedua pria itu sekaligus.
“Lepas kan calon istri ku sekarang juga!” sentak Jordan kala sudah merasa sangat kesal karena Aaron tak kunjung melepaskan tangan nya dari Ariana dan justru meminta nya untuk melepaskan Ariana.
Mana mungkin Jordan akan menuruti perkataan Aaron karena menurutnya dia lah yang lebih berhak atas Ariana karena dialah calon suami Ariana lalu mengapa ia harus mengalah?
“Dan aku adalah...”
“Aaron!!” sentak Ariana cepat kala Aaron hampir saja membongkar semua rahasia nya, ya Tuhan jika saja Ariana tidak segera menghentikan mulut Aaron mungkin saat ini diri nya sudah menjadi trending topik.
Aaron diam kala menyadari jika diri nya hampir saja mengatakan hal yang sangat rahasia, ah sial sekali ia tidak bisa mengatakan rahasia itu dengan bangga pada Jordan karena Ariana yang masih belum memutuskan apapun.
“Pulanglah kita akan bicara nanti di telpon.” bisik Ariana pada Aaron membuat pria itu akhir nya mengalah dan memilih pergi setelah ia membayar makanan yang bahkan tidak ia sentuh sama sekali.
Sedangkan Jordan kini menatap kepergian Aaron lalu kini beralih menatap Ariana, sedikit penasaran dengan apa yang calon istri nya itu sampaikan pada Aaron hingga pria itu menurut dan memilih untuk pergi dari sana setelah memancing emosi Jordan.
“Apa yang kau katakan hingga dia memilih pergi?”
Malu bertanya sesat di jalan menurut pepatah, tapi menurut Jordan, tidak ingin bertanya maka akan semakin penasaran, Jordan yang sudah sangat penasaran pun bertanya pada Ariana yang membuat wanita itu harus berbohong pada Jordan.
“Aku hanya mengatakan jika aku akan mengadukan sikap Aaron pada papa nya, itu sebab nya dia memilih pergi.”
__ADS_1
Bohong sekali, padahal ia tahu jika Aaron bahkan bisa menentang sang Daddy jika sudah mengambil keputusan, mana mungkin hanya karena ancaman kecil dari Ariana bisa membuat Aaron ketar ketir.
Jordan mengangguk lalu kembali meminta Ariana untuk duduk, semudah itu ia percaya pada ucapan Ariana, dan juga mereka kembali melanjutkan makan mereka meskipun sudah hampir dingin karena masalah yang di ciptakan oleh Aaron.
Setelah selesai makan, Jordan dan Ariana memilih untuk pulang mengingat hari hampir gelap, selain karena sudah sangat sore, seperti nya cuaca juga menandakan akan hujan malam ini, begitu sampai di rumah nya Ariana di sambut oleh wajah manis sang adik yang terlihat sudah sangat menunggu kepulangan nya.
“Pasti kau yang....” Ariana menghentikan ucapan nya kala menyadari kehadiran sang mama di belakang Ayana, mendadak Ariana memberikan senyuman pada Ayana seraya mengusap rambut nya dengan lembut tapi mata nya tidak.
Ariana menatap tajam pada Ayana yang bisa bisa nya memberitahu Aaron keberadaan nya bersama Jordan, bagaimana pun cara Ayana tahu tentang kegiatan nya hari ini bersama Jordan ia tak peduli, yang jelas ia benar benar yakin jika hal itu hanya mampu di lakukan oleh adiknya.
“Ayo ikut kakak ke kamar.” bisik Ariana pada Ayana lalu menarik adik nya itu agar segera ikut dengan nya ke kamar, sesampainya di sana Ariana langsung saja menghujani sang adik dengan pukulan.
Bagaimana tidak? karena Ayana hari ini ia harus menanggung malu lantaran menjadi pusat perhatian di restoran tempat ia dan Jordan makan, dan hampir saja Jordan tahu rahasia besar nya jika saja ia tak menghentikan Aaron tadi.
Ya Tuhan adik nya ini di bayar berapa hingga ia menjadi mata mata Aaron? entah lah Ariana bingung harus menyalahkan Ariana atau Aaron sekarang, Tak ingin kembali pusing, Ariana pun meminta Ayana untuk keluar dari kamar nya dari pada ia semakin kesal nanti nya.
Ayana pun menurut saja entah mengapa ia merasa bahagia melihat kakak nya pusing, lantaran merasa jika mungkin Aaron berhasil mengganggu Ariana dan Jordan.
Tak lama terdengar deringan ponsel Ariana, Ariana segera mengangkat telepon nya, ia tahu siapa yang menghubungi nya tentu saja Aaron karena ia yang mengatakan pada pria itu jika akan menghubungi nya setelah tiba di rumah.
“Kenapa kau bertanya tentang kesalahan pada pria itu? apa niat mu sebenarnya?”
Bukan Ariana, melainkan Aaron yang justru marah pada Ariana padahal wanita itu lah yang di permalukan tapi kenapa justru Aaron yang marah, Ariana menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Aaron, seperti nya emosi nya akan memuncak kali ini.
“Karena dia calon suami ku.”
__ADS_1
Jawaban yang sudah Aaron tebak, ia sudah tahu jika Ariana akan menjawab demikian karena pendirian wanita itu masih tetap sama sejak awal.
“Dan aku adalah ayah dari bayi yang kau kandung, kau tidak lupa itu kan?”
Ariana mengeraskan rahang kala mendengar jawaban Aaron, ingin menyangkal tapi apa yang pria itu katakan adalah sebuah kebenaran hingga Ariana hanya bisa diam.
“Aku tidak sudi jika pria itu yang menjadi ayah dari bayi ku, cepat lah kau beritahu pada keluarga mu tentang kita jika tidak aku akan membuat masalah di rumah mu.”
Kali ini ancaman Aaron terdengar sangat serius, tidak seperti biasa nya sedikit menggoda Ariana di akhir kalimat, membuat Ariana benar benar takut saat ini, pilihan belum ia tentu kan lalu apa yang harus ia lakukan.
Setelah memberikan ancaman pada Ariana, Aaron pun memutuskan panggilan seperti nya ia benar benar marah kala mendengar Ariana bertanya seperti itu pada Jordan.
Hari berlalu tak terasa hari ini adalah hari pernikahan Ariana dan Jordan, pagi itu Ariana sedang berada di depan cermin dengan beberapa MUA di samping nya yang sedang merias wajah nya.
Sejak seminggu yang lalu Ariana terus saja melamun memikirkan hari ini, selama seminggu juga teror Aaron terus saja menghantui nya dan memilih untuk membuang kartu nya.
Sempat merasa tenang setelah tak lagi menerima telepon dari Aaron, namun mendadak hari ini ia merasa sangat takut, bukan karena Aaron akan menghancurkan pernikahan nya, melainkan karena akan menikah dengan Jordan.
Entah mengapa ia merasa semua ini salah dan mendadak ia ingin hidup bersama Aaron padahal selama ini ia benar benar tidak menginginkan hal itu sedikit pun.
“Ya ampun cantik sekali padahal make up nya belum selesai.” ucap salah satu MUA yang memuji kecantikan alami Ariana, Ariana yang mendengar itu sontak saja terkejut lantaran sejak tadi ia hanya melamun.
Ariana tersenyum menanggapi ucapan MUA tersebut, tak lama Ayana masuk ke kamar nya dengan sedikit merengut, ralat seperti nya tidak sedikit, gadis itu menghampiri sang kakak lantaran merasa tak rela jika kakak nya akan menikah dengan Jordan dan bukan Aaron.
“Ayana.”
__ADS_1