
“Kak! paket nya sudah datang.”
Dengan semangat Ayana masuk ke dalam kamar Ariana membawa paket yang tadi pagi baru saja tiba, Ariana yang tengah berbaring itu pun segera duduk seraya tersenyum.
“Ayo cepat, Kakak sudah tidak sabar ingin melihat nya.”
Ariana menepuk nepuk ranjang yang kosong di sebelah nya agar Ayana segera duduk di sana untuk membuka paket itu, Ayana pun menurut dan segera duduk di samping Ariana, dengan cepat mereka membuka paket berisi baju bayi itu.
“Wah asli nya sangat menggemaskan.”
Ariana memeluk pakaian bayi berbahan lembut itu, ia benar benar tidak sabar melihat bayi nya memakai pakaian itu kelak, begitu pun Ayana yang juga jatuh cinta melihat pakaian bayi yang menggemaskan itu.
“Cepat launching sayang biar bisa pakai ini.”
ucap Ayana mengusap lembut perut Ariana, Ariana hanya tersenyum lantaran ia juga menantikan hal yang sama dengan Ayana, namun tiba tiba terdengar suara pintu di buka membuat kakak beradik itu segera menyembunyikan pakaian bayi itu di balik selimut.
“Kalian sedang apa?”
Benar saja Hana datang menghampiri kedua putri nya, beruntung Ayana dan Ariana segera menyembunyikan pakaian bayi itu jika tidak maka mereka akan mendapat omelan dari sang mama.
“Tidak, kami hanya mengobrol karena kak Ariana bosan sendirian di kamar.” Bohong Ayana dengan cepat menemukan alasan seperti sudah ahli dalam berbohong bahkan Ariana menatap adik nya yang berbohong dengan sangat alami.
Hana hanya mengangguk lalu segera keluar dari sana, kedua nya kini bernafas lega lantaran sang mama yang terlihat percaya dengan alasan yang Ayana ucapkan.
“Apa kau sudah sering berbohong? kenapa terlihat sudah sangat profesional?” tanya Ariana pada Ayana, gadis itu hanya menyengir menampilkan deretan gigi putih nya.
.
.
.
__ADS_1
Seiring berjalan nya waktu tak terasa kini seminggu berlalu, Ayana sudah semakin dekat dengan ujian kelulusan nya dan memilih untuk fokus belajar di rumah mertua nya, sedangkan Ariana masih berada di rumah orang tua nya.
Keadaan nya sudah mulai membaik setelah meminum vitamin yang dokter berikan pada nya, bahkan mual mual nya juga sudah berkurang, hari ini Aaron berangkat ke kantor dengan hati yang tenang lantaran sang istri yang mulai membaik.
“Jaga dirimu, jika terjadi sesuatu maka jangan lupa untuk menghubungi ku.”
Pesan Aaron pada Ariana sebelum ia berangkat ke kantor nya, Ariana mengangguk seraya tersenyum lalu mengecup punggung tangan Aaron layaknya istri yang sedang mengantar suami sebelum berangkat ke kantor, beda nya Ariana hanya duduk di atas ranjang dan bukan berdiri di depan rumah.
Aaron kemudian membungkukkan tubuh nya agar sejajar dengan perut Ariana dan mengecup serta mengusap lembut perut istri nya itu sebelum ia berangkat.
“Baik baik di sana ya baby.” ucap Aaron lalu kemudian segera keluar dari kamar lantaran waktu yang terus berjalan, lagi pula hari ini ia juga ada rapat penting yang tidak bisa di tinggalkan.
Setelah keberangkatan Aaron, Ariana mendadak ingin segera ke kamar mandi lantaran ingin buang air kecil, dengan hati hati wanita itu berjalan menuju kamar mandi hanya bermodalkan berpegangan pada dinding kamar.
Memilih untuk tidak meminta bantuan asisten rumah nya padahal Aaron sering mengingatkan nya agar menghubungi orang rumah jika menginginkan sesuatu, tapi entah mengapa ia merasa jika ia bisa ke kamar mandi dengan sendiri nya.
Sesampainya di kamar mandi Ariana segera menuntaskan rasa kebelet nya, setelah selesai ia pun segera keluar dari kamar mandi namun mendadak tubuh nya kehilangan keseimbangan membuat ia terjatuh di dalam kamar mandi.
Wanita itu kemudian mencoba untuk berdiri dengan berpegangan dengan pintu kamar mandi, namun perut nya justru terasa sangat sakit membuat nya kehilangan tenaga untuk berdiri.
Ariana memegangi perut nya yang terasa semakin sakit lalu terlihat darah yang mengalir di paha nya membuat nya kini semakin panik, wanita itu kini menangis lantaran takut terjadi sesuatu pada bayi yang ia kandung.
“Ya tuhan, selamatkan bayi ku.” gumam Ariana kini mencoba untuk keluar dari kamar mandi dan meminta pertolongan, wanita itu hanya bisa merayap di lantai lantaran sakit di perut nya yang sudah semakin menjadi jadi.
Dengan cepat ia meraih ponsel nya yang berada di atas nakas lalu menghubungi ponsel Aaron, hal yang pertama ia pikirkan memang suami nya namun sial nya ponsel Aaron tidak bisa di hubungi, Ariana ingat jika suami nya itu ada rapat penting hari ini.
Ariana kemudian menghubungi sang mama yang mungkin berada di dalam kamar nya, beruntung dengan cepat Hana mengangkat ponsel Ariana.
“Ma, tolong! Ariana berdarah!”
Mendengar hal itu sontak saja Hana segera keluar dari kamar nya dan berlari menuju kamar Ariana, wanita itu terkejut kala melihat Ariana yang sudah tergeletak di lantai, belum lagi darah yang berada di lantai membuat Hana semakin panik.
__ADS_1
“Ariana! kenapa? Ayo kerumah sakit!”
Hana segera memanggil keamanan rumah nya untuk membantu membawa Ariana ke rumah sakit, sepanjang perjalanan Ariana hanya menangis lantaran takut kehilangan bayi nya.
Hana pun mencoba menenangkan Ariana hingga akhir nya wanita itu tak sadarkan diri lantaran tak sanggup menahan rasa sakit di perut nya, Hana yang sejak tadi memang sudah mencoba menghubungi Aaron pun kembali menghubungi nya melihat Ariana yang sudah tak sadarkan diri.
“Astaga Aaron! kenapa susah sekali menghubungi mu!”
Hana kemudian menghubungi suami nya dan memberitahu keadaan Ariana, dengan cepat Ari menyusul ke rumah sakit di mana Ariana akan di bawa, keadaan semakin tegang lantaran wajah Ariana yang sangat pucat.
Setelah sampai di rumah sakit, Ariana segera di tangani dokter sedang kan Hana kini berada di luar ruangan seraya menunggu dokter keluar, wanita itu terlihat sangat khawatir bahkan ia tidak bisa duduk sama sekali.
Tak lama kemudian Ari datang dan segera menghampiri sang istri menanyakan keadaan Ariana, namun Hana juga belum tahu pasti bagaimana keadaan Ariana saat ini.
“Aaron sudah diberitahu?”
Hana menggeleng, lantaran Aaron memang belum tahu karena tidak bisa di hubungi, Ari segera merogoh ponsel di saku jas nya dan segera menghubungi Aaron namun lagi lagi ponsel pria itu tidak bisa di hubungi.
“Tidak bisa di hubungi? seperti nya dia ada rapat.”
Mereka kemudian memilih untuk menunggu dokter keluar saja dari ruangan dimana Ariana berada, tak lama kemudian dokter pun keluar membuat Ari dan Hana segera menghampiri sang dokter.
“Bagaimana keadaan Putri kami dok?” tanya Ari
“Dia masih lemah tapi tidak apa apa, tapi bayi nya tidak bisa di selamatkan.”
Ari dan Hana diam saling menatap satu sama lain, bagaimana mereka akan mengatakan hal itu pada Ariana? Setelah mengatakan itu sang dokter kemudian pergi.
Ari kembali mencoba menghubungi Aaron dan untuk kesekian kali nya mencoba akhir nya Aaron menjawab panggilan itu.
“Ariana di rumah sakit.”
__ADS_1
Deg!