QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 50


__ADS_3

Akhirnya Ariana sampai di rumah nya setelah kekenyangan memakan rujak yang mendadak ia ingin makan, dan Cellyn juga sudah ia antar ke rumah nya meski pun harus bertatap muka dengan Aaron yang tiba tiba sudah menunggu di depan gerbang rumah nya.


Namun aneh nya Ariana merasa ingin menghampiri Aaron yang menatap nya dengan datar, akan tetapi ego nya juga sangat tinggi hingga membuat nya bisa menahan diri untuk tidak mendekati pria itu mengingat tanggal pernikahan nya sudah di tentu kan.


Ariana pulang dengan harapan keluarga Jordan yang sudah pulang dari rumah nya namun dugaan nya itu salah lantaran bukan nya pulang, mereka justru ikut makan siang bersama.


“Astaga Ariana, kau habis hari ini.” ucap nya membatin kala melihat tatapan sang papa yang menatap nya dengan tajam.


Tentu saja papa nya marah lantaran merasa malu Ariana tiba tiba pergi di saat calon mertua nya berkunjung ke rumah mereka untuk membicarakan tentang pernikahan nya dengan Jordan.


Namun yang sibuk justru Ayana lantaran ia tak setuju dengan tema yang Jordan usulkan, Jordan mengusulkan untuk memakai tema gelap serba hitam sedang kan Ayana tak suka dengan sesuatu yang berbau gelap, sunyi.


Sebagai perwakilan dari pihak wanita jelas saja ia berhak untuk mengutarakan pendapat nya, hingga akhir nya mereka menyetujui permintaan Ayana yang ingin tema modern dan terang tanpa ada warna hitam.


Jordan sempat mencebik menatap calon adik ipar nya itu, jelas saja ia merasa kesal lantaran yang menikah kakak nya namun yang repot justru adik nya.


Semua orang kini menatap Ariana yang baru saja memasuki rumah itu, Jordan yang sejak tadi menghubungi Ariana tentu merasa kesal lantaran wanita itu tak mengangkat telepon nya atau bahkan membalas pesan nya.


Ariana kikuk melihat tatapan semua orang pada nya, terutama sang papa yang bahkan tak mengalihkan tatapan nya sedikit pun dari Ariana.


“Huekk!!”


Ariana segera berlari menuju kamar nya kala merasakan perut nya yang terasa di aduk aduk dan ingin menumpahkan isi perut nya saat itu juga, sedangkan Ayana mencebik melihat kakak nya yang menurut nya hanya beralasan agar tidak mendapat kan amarah dari sang papa.


“Alasan pasti, biar papa gak marah.” ucap Ayana membuat Ari mengangguk percaya dengan ucapan asal Ayana.


Tak lupa Ari meminta maaf pada calon besan nya lantaran sikap Ariana yang benar benar di luar dari kata sopan, tak menyapa atau pun meminta maaf atas kesalahan nya.

__ADS_1


Setelah makan siang selesai Jordan beserta keluarga nya pun pamit pulang lantaran masih ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan, tentu saja Ari tak bisa melarang nya dan membiarkan mereka untuk pulang.


Setelah kepergian Keluarga calon suami Putri nya Ari pun segera melangkah kan kaki menuju kamar Ariana, ia sudah benar benar tak tahan untuk memarahi putri sulung nya itu.


“Ariana! buka pintu nya!” ucap Ari seraya mengetuk bahkan menggedor pintu kamar Ariana dengan sangat keras.


“Mas, pelan pelan saja dia perempuan mas.” ucap Hana mengingatkan agar tidak terlalu keras dalam bersikap pada Ariana.


Sedang kan Ariana yang kini terbaring lemah di atas ranjang setelah menumpahkan semua isi perut nya hanya bisa menutup telinga tanpa berniat untuk bangkit membuka pintu kamar nya.


“Astaga, sayang sekali makanan yang sangat aku inginkan justru aku keluar kan lagi.” ucap Ariana merengut mengingat betapa ia sangat menginginkan makanan itu dan kini justru ia mengeluarkan nya.


Sejak tadi Ariana berpikir mungkin kah ia masuk angin karena sejak pagi tak menyentuh makanan sedikit pun?


Lalu tak lama ia mendengar suara deringan dari ponsel nya lalu segera mengambil ponsel nya yang berada di dalam tas.


“iya? apa? mau marah?” cecar Ariana pada Jordan bahkan pria itu belum bersuara namun ia sudah memarahi pria itu terlebih dahulu.


Jordan mengerutkan kening mendengar ucapan Ariana lantaran tak biasa nya wanita itu mencecar nya dengan nada ketus karena biasa nya Ariana akan lebih memilih diam tanpa membalas ucapan nya.


“Tentu saja, kau benar benar tidak..”


“Sopan karena pergi begitu saja, itukan yang ingin kau katakan?” timpal Ariana yang jelas tahu apa yang akan Jordan katakan pada nya.


Tentu hal itu semakin membuat Jordan merasa aneh dengan sikap calon istri nya yang tak biasa itu, ia bahkan kembali menatap nama di layar ponsel nya lantaran mengira salah orang.


“Dia benar benar Ariana tapi kenapa sikap nya seperti ini?” ucap Jordan membatin.

__ADS_1


“Kenapa diam? kehabisan kata kata untuk memarahi ku? dasar brengsek!” umpat Ariana lalu memutuskan sambungan telepon nya, mendengar omelan Jordan benar benar membuat mood nya hancur.


Lalu tak lama ia kembali mendengar suara deringan ponsel nya, tanpa harus melihat nama di layar ponsel nya ia jelas tahu siapa yang menelpon, tentu saja Jordan karena ia akan kembali mencoba memarahi Ariana yang berani memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


“Apa lagi? mau marah karena aku mematikan telepon? mau batalkan pernikahan? kau pikir aku peduli?” cecar nya setelah mengangkat telepon nya.


“Bagus, dan kita bisa menikah.” ujar seseorang yang ternyata Aaron, mendengar suara yang sangat ia kenali lantas membuat Ariana kembali menatap layar ponsel nya.


“Nomor tak di kenal? Aaron?” ucap Ariana membatin.


Ya, jika nomor tak di kenal yang menghubungi nya sudah dapat di pastikan orang itu adalah Aaron lantaran nomor nya yang selalu di blokir oleh Ariana setiap kali mencoba untuk menghubungi wanita itu.


Ariana mencebik, setelah beberapa minggu menghilang dan tak pernah mencoba untuk memperjuangkan nya kini pria itu kembali mengganggu nya.


“Kenapa? kenapa baru sekarang!” ucap Ariana yang tentu hanya mampu ia ucapkan di dalam hati nya saja.


Ariana menarik napas mencoba untuk menetralkan detak jantung nya yang mendadak berdetak dengan sangat kencang seperti baru saja mendapat kan telepon dari pria yang ia sukai.


“Siapa ini?” ucap Ariana berpura-pura tak mengenal suara Aaron, lantaran tak ingin pria itu merasa tinggi lantaran ia yang langsung mengenal suara nya.


“Kau ingin bermain main dengan ku? mana mungkin kau bisa melupakan suara ku yang dulu berada di atas tubuh..”


“Stop! katakan apa mau mu?” timpal Ariana yang tak ingin mendengar kan ucapan Aaron, bukan tak suka hanya saja ia tak ingin jika nanti nya kembali mengingat hal itu dan merindukan sentuhan pria itu.


Aaron terkekeh mendengar ucapan Ariana, perempuan itu masih saja bersikap ketus pada nya.


“Ayo ke dokter.”

__ADS_1


__ADS_2