
Ariana menatap adik nya yang kini tengah menatap jalanan, Ayana diam tak ingin membahas masalah Aldo lantaran ia tak menyukai laki laki itu yang terus saja mengganggu nya padahal Ayana sudah jelas jelas menolak cinta nya.
“Aku bertengkar dengan Jordan karena diri nya.”
Ariana mengerutkan kening mendengar ucapan Ayana, bertengkar karena Aldo? Tapi kenapa? Memang nya apa yang Aldo lakukan hingga Ayana dan Jordan bisa bertengkar? Dan apa mungkin itu alasan Ayana menginap di rumah mama papa mereka?
“Apa itu alasan mu menginap di rumah?”
Ayana mengangguk lantaran memang itulah alasan nya, entah apa yang terjadi pada Jordan setelah hari kelulusan Ayana, pria itu semakin aneh ia melarang Ayana untuk bertemu dengan pria mana pun dan membawa statusnya yang sebagi suami Ayana jika Ayana membangkang.
Hingga terakhir kali Ayana berkumpul dengan teman teman nya lantaran salah satu teman nya akan melanjutkan pendidikan di negeri orang, Tanpa mereka rencanakan Aldo juga berada di sana dengan teman teman nya dan bergabung dengan mereka.
Dan entah dari mana Jordan mengetahui hal itu hingga saat Ayana pulang, pria itu langsung membawa Ayana ke kamar dan menginterogasi gadis itu membuat Ayana merasa risih karena selalu di curigai oleh Jordan.
Sudah beberapa hari ini Ayana dan Jordan tidak saling sapa, pria itu juga bersikap sangat dingin, tak ada gangguan tak ada ejekan dari pria itu membuat Ayah merasa sangat sepi dan memutus kan untuk menginap di rumah orang tua nya dengan alasan merindukan mereka.
Jordan tidak tahu apapun tentang itu lantaran pria itu sudah pergi ke kantor, Ayana hanya meminta izin pada kedua mertua nya tapi tidak pada Jordan karena ia tahu pria itu tidak akan mengizinkan nya keluar rumah, jika pun Ayana ingin kerumah orang tua nya maka Jordan tentu akan ikut.
Ariana diam manggut-manggut mendengar cerita dari Ayana, jika mendengar apa yang Ayana ceritakan seperti nya Jordan mulai jatuh cinta pada adik nya itu namun mungkin mereka tidak menyadari hal itu.
“Apa kau mencintai Jordan?”
Ayana diam menatap Ariana yang tiba tiba saja bertanya hal demikian, gadis itu bingung dengan diri nya sendiri, ia merasa jika ia tidak mencintai Jordan namun ia benar benar merasa kesepian dengan sikap dingin pria itu, ia juga merindukan sikap tengil Jordan yang selalu mengganggu nya.
“Nggak lah, gak mungkin.”
Ucap Ayana memalingkan wajah nya, entah mengapa ia tak berani menatap wajah kakak nya, sedang kan Ariana kini hanya mengulum senyum melihat Ayana yang terlihat salah tingkah dengan pertanyaan nya.
“Kalian sudah mulai jatuh cinta, hanya saja kalian tidak menyadari nya.”
Ariana membatin menatap sang adik yang masih setia menatap jalanan yang sedang padat itu, hingga tak lama mobil yang mereka tumpangi kini berhenti di depan sebuah gedung perusahaan milik Aaron.
__ADS_1
Ariana dan Ayana segera keluar dan memasuki kantor suami nya itu, para karyawan yang mengenal Ariana tentu saja memberi sapaan manis pada wanita itu, namun mereka juga sedikit bingung melihat wajah Ariana yang terlihat datar tidak seperti biasanya yang sangat ramah.
Ariana dengan cepat masuk ke dalam lift, rasanya benar benar sudah tidak sabar ingin menanyakan pesan yang Rhea kirim pada Aaron, hari ini ia ingin masalah di antara mereka segera selesai apapun itu.
Ting!
Lift terbuka kini mereka sudah berada di lantai di mana ruangan Aaron berada, dengan langkah cepat nya Ariana berjalan menuju ruangan Aaron, tanpa mengetuk pintu wanita itu langsung membuka ruangan itu seketika tubuh nya mematung melihat pemandangan di hadapan nya.
Di mana seorang wanita saat ini tengah berjongkok di hadapan suami nya seolah olah sedang memainkan benda pusaka milik Aaron, Aaron yang mendengar suara pintu di buka pun sontak menoleh ke arah pintu, pria itu tersenyum melihat sosok sang istri yang berada di ambang pintu.
“Sa..”
Ucapan pria itu terhenti kala melihat air mata yang menetes dari pelupuk mata istri nya, Ariana segera berlari keluar meninggalkan Ayana yang bingung lantaran tak melihat apapun sebelum nya lantaran terhalang oleh tubuh sang kakak.
“Ariana!”
Pekik Aaron segera mengejar istri nya yang sudah memasuki lift, pria itu kemudian menekan tombol lift khusus milik petinggi perusahaan, namun sial nya entah apa yang terjadi pada lift itu hingga tak berfungsi.
“Sial!!” umpat Aaron menendang lift itu dan berlari menuju tangga darurat, tak peduli kaki nya akan keram karena menuruni anak tangga yang sangat banyak itu yang terpenting ia segera sampai di bawah dan menghentikan istri nya.
“Jalan pak..”
Ucap Ariana pada sang sopir, pria itu tak kunjung menjalankan mobil nya lantaran merasa ada yang kurang, Ya Ayana belum masuk dan bagaimana mungkin ia melajukan mobil itu.
“Tapi nyon...”
“Saya bilang jalan!”
Mendengar bentakan dari majikan nya jelas saja pria itu segera menuruti perintah Ariana dan segera melajukan mobil nya, sedangkan kan Aaron yang sedikit terlambat saat ini berada di luar perusahaan nya menatap kepergian mobil yang Ariana tumpangi.
“Ada apa dengan nya?”
__ADS_1
Gumam Aaron dengan nafas memburu, kaki nya terasa keram menuruni begitu banyak anak tangga, pria itu kemudian memilih untuk kembali ke ruangan nya mengambil tas dan jas milik nya, lagi pula ada Ayana di sana dan ia akan menanyakan sendiri pada adik ipar nya itu.
Sedangkan Ayana saat ini sedang duduk bersama wanita yang ia percaya adalah sekretaris baru yang kakak nya itu maksud, Rhea yang tak mengerti apapun hanya berdiri tegak di hadapan gadis yang bahkan ia tak tahu apa status nya.
Tak lama kemudian Aaron masuk melihat Ayana yang sudah menatap Rhea dari atas hingga bawah, Aaron segera menghampiri kedua wanita itu dan meminta Rhea untuk segera keluar lantaran ia ingin bicara pada adik ipar nya itu.
“Tolong keluar sebentar, saya ingin berbicara pada adik ipar saya.”
Rhea membulatkan mata mendengar ucapan atasan nya itu, Adik ipar? Maksudnya Aaron sudah menikah? Dan gadis di hadapan nya ini adalah adik ipar nya? Apa wanita yang lari tadi adalah istri Aaron?
Rhea termenung memikirkan semua hal itu, tanpa di sadari Aaron kini sudah memekik menanggil nama nya yang tak kunjung di respon oleh gadis itu, hingga membuat Aaron terpaksa menepuk bahu gadis itu membuat Rhea tersadar dari lamunannya.
“I-iya pak.”
Ucap Rhea terbata bata, gadis itu mengangguk mendengar perintah atasan nya dan membungkuk sebelum meninggalkan ruangan itu, namun baru saja akan membuka pintu suara Ayana yang memanggil nya pun membuat langkah nya terhenti.
“Sebentar, ada yang ingin saya bicarakan pada mu.”
Rhea membalikkan tubuh nya menatap Ayana yang juga menatap nya dengan tajam, jantung nya berdegup kencang melihat tatapan mematikan gadis itu, entah mengapa ia merasa jika gadis itu tidak menyukai nya sejak awal.
Sedangkan Aaron mengerutkan kening menatap Ayana yang terlihat marah, Rhea kemudian kembali berjalan menghampiri Ayana sesuai perintah gadis itu.
“Apa kakak berselingkuh dengan wanita ini?”
Tanya Ayana pada inti nya karena gadis itu memang tidak suka bertele-tele, Aaron pun terkejut mendengar pernyataan dari adik ipar nya itu yang menurut nya tidak masuk akal, bagaimana mungkin ia berselingkuh karena ia hanya mencintai istri nya saja.
“Apa maksud mu? Aku selingkuh? Impossible!”
Sedangkan Rhea melirik pada Aaron yang terlihat serius dengan perkataan nya, ada rasa sakit mengetahui jika pria yang ia kagumi ternyata sudah berumah tangga dan terlihat sangat mencintai istri nya.
“Tapi apa maksud dari pesan wanita ini pada kakak?”
__ADS_1
Aaron mengerutkan kening mendengar ucapan Ayana, pesan? Pesan apa maksud nya? Aaron yang tak tahu hanya bisa diam seraya mengingat pesan yang Ayana maksud.
“Pesan apa?”