QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 81


__ADS_3

Aaron turun dengan pakaian lengkap dengan tangan nya menenteng tas kerja nya menghampiri sang istri yang sudah duduk di meja makan bersama kedua orang tua nya, Aaron menatap Ariana yang terlihat tak peduli dengan kehadiran nya, pria itu kemudian duduk di samping sang istri seperti biasanya.


“Ariana, hari ini Ayana bilang akan menginap di sini.”


Ucap Hana pada Putri sulung nya lantaran Ariana belum tahu jika Ayana akan menginap di sana selama beberapa hari, entah apa yang terjadi hingga putri bungsu nya mendadak ingin menginap, sempat bertanya namun Ayana hanya mengatakan jika ia rindu rumah.


“Sendirian?”


Hana kembali mengangguk, sesuai yang Ayana katakan jika ia akan menginap sendiri tanpa Jordan, dia mengatakan jika Jordan sangat sibuk dengan pekerjaan nya dan jarak dari rumah ini ke kantor Jordan sangat jauh.


“Mama nanti ada arisan jadi kau temani adik mu ya.”


Ariana kemudian mengangguk, kebetulan sekali Ayana datang hari ini hingga Ariana bisa memiliki teman cerita keluh kesah nya nanti, Ariana memang lebih nyaman bercerita dengan Ayana dari pada kedua orang tua nya.


Tak lama kemudian Aaron bangkit dari duduk nya setelah menyelesaikan sarapan nya, pria itu langsung berjalan menuju pintu utama tanpa menyadari jika Ariana masih duduk di tempat nya padahal wanita itu sudah menyelesaikan makan nya sejak tadi.


“Ariana, kau tidak mengantar Aaron ke depan pintu?”


Ucap Hana membuat Aaron dan Ari kini menoleh pada Ariana, wanita itu kemudian mengangkat wajah nya menatap semua orang yang tengah menatap nya dengan aneh, Ariana kemudian bangkit dari duduk nya seraya menyusul sang suami.


“Aku berangkat dulu.”


Ucap Aaron seraya mengecup kening Ariana, wanita itu hanya mengangguk dengan wajah datar nya lalu segera masuk ke dalam rumah nya membuat Aaron semakin bingung saja, entah apa yang terjadi pada istri nya itu yang jelas ia benar benar tidak bisa di diamkan seperti ini.


Tak lama terdengar deringan dari ponsel nya, Aaron segera mengangkat telepon yang berasal dari orang kantor nya seraya memasuki mobil, hari ini ia ada pertemuan dengan klien nya membuat Aaron bergegas menuju kantor nya.


Sedangkan Ariana kini mengintip dari balik jendela menatap suami nya yang seperti nya lebih mementingkan orang yang sedang menghubungi nya dari pada istri nya, wanita itu semakin kesal dan kembali masuk ke dalam kamar nya.


“Brengsek, Brengsek, Brengsek!!”

__ADS_1


Umpat Ariana seraya meluapkan emosi nya pada bantal yang tidak bersalah sedikit pun, Ariana kemudian menatap diri nya di pantulan cermin seraya sedikit berputar memastikan jika tubuh nya tidak semakin gemuk dan wajah nya tidak jelek.


“Tidak ada yang berubah dari ku, tapi kenapa dia bermain di belakang ku?”


Batin Ariana, mendadak wanita itu merasa penasaran dengan Rhea, entah secantik apa wanita itu hingga bisa memikat hati suami nya yang dingin itu, Ariana kemudian berniat untuk mendatangi kantor Aaron memastikan mereka tidak melakukan hal macam macam di belakang Ariana.


Namun baru akan keluar dari kamar nya, wanita itu dikejutkan dengan sosok sang adik yang sudah berada di luar kamar nya, Dengan senyuman manis Ayana menyapa sang kakak yang sangat ia rindukan.


“Mau kemana kak?”


Tanya Ayana seraya masuk ke dalam kamar Ariana, Ariana memijat pangkal hidung nya kala mengingat jika adik nya itu akan menginap di sana dan membuat wanita itu mengurungkan niat nya untuk datang ke kantor sang suami.


“Kebetulan mau sudah datang, ayo ikut kakak, ada yang ingin kakak bicarakan.”


Ucap Ariana menarik tangan Ayana masuk ke dalam kamar nya, gadis itu hanya menurut saja lantaran ia juga ingin menceritakan sesuatu pada sang kakak tentang kehidupan baru nya.


“Apa yang ingin kakak bicarakan?”


Ayana hanya menyimak seraya berpikir, jika di lihat tak ada perubahan apapun yang kakak ipar nya itu tunjukkan, dan rasa nya juga tidak mungkin jika Aaron akan melakukan hal itu melihat bagaimana besar cinta mereka berdua.


“Apa kakak yakin? mungkin saja itu hanya akal akalan nya wanita itu agar kakak dan kak Aaron bertengkar.”


Ariana terdiam, jika di pikir pikir itu bisa saja terjadi melihat pesan Aaron dan Rhea juga tidak ada lagi selain yang Ariana balas sendiri, tapi entah mengapa ia tetap tidak bisa berpikir jernih saat ini.


“Tapi Aaron sedikit berubah.”


Ayana menghela nafas, untuk lebih jelas seperti nya mereka harus datang ke kantor Aaron dan mencaritahu yang sebenarnya, Ayana merasa jika kakak nya itu hanya salah paham atau mungkin sekretaris baru kakak ipar nya itu yang genit.


“Ayo kita ke kantor kak Aaron saja.”

__ADS_1


Ajak Ayana, Ariana pun mengangguk lantaran sebelum nya ia juga memang berniat untuk kesana, kedua nya kini memasuki mobil dan segera melajukan nya menuju perusahaan Aaron.


Sepanjang perjalanan Ariana terlihat tegang mungkin ia memikirkan hal yang tidak tidak saat ini, Ayana pun mencoba untuk menenangkan sang kakak dengan menggenggam tangan wanita itu.


Tak lama mendadak Ayana merasakan nyeri di perut nya, ia kini sadar jika perut nya belum terisi apapun lantaran terburu buru pergi dari rumah mertua nya, Menyadari sang adik tengah kesakitan Ariana pun khawatir pada Ayana.


“Kau kenapa?”


Tanya Ariana seraya memegang bahu Ayana, Ayana menggelengkan kepala tak ingin membuat sang kakak khawatir hanya karena kelaparan saja, Namun Ariana tetap memaksa Ayana untuk berbicara, gadis itu kemudian mengaku jika tengah merasakan sakit lantaran belum makan apapun.


“Yasudah kita beli makanan dulu.”


Mereka kemudian berhenti di sebuah restoran dan segera memasuki restoran itu, di tengah saat mereka sedang melahap makanan nya, seseorang tiba tiba saja datang menghampiri meja kedua kakak beradik itu.


“Ayana? kau di sini?”


Ayana menoleh menatap wajah pria yang ada di hadapan nya, selera makan nya mendadakkk hilang melihat wajah laki laki itu, Sedang kan Ariana kini menatap wajah anak laki laki itu dengan lekat lantaran merasa tak asing.


“Aldo?” gumam Ayana.


Wanita itu memutar bola mata malas pasal nya laki laki itu benar benar mengganggu nya tak hanya di medsos tapi si real life ia juga sering mengganggu Ayana, entah bagaimana mereka selalu saja bisa bertemu padahal Ayana tidak berniat sedikit pun untuk bertemu dengan laki laki itu.


Aldo kemudian mengapa Ariana dan memperkenalkan diri sebagai teman sekolah Ayana, Ariana hanya mengangguk seraya tersenyum lantaran melihat wajah Ayana yang sudah berubah kesal.


“Kebetulan lagi kita bertemu.”


Ucap Aldo yang tak di tanggapi oleh Ayana sedikit pun, gadis itu fokus untuk menghabiskan makanan nya agar bisa segera pergi dari sana, entah tanpa mengunyah atau apa Ayana benar benar segera menyelesaikan makanan nya lalu segera mengajak sang kakak untuk segera pergi.


“Maaf Aldo, kami buru buru ke kantor kakak ipar ku.”

__ADS_1


Ucap Ayana menarik tangan Ariana agar segera keluar dari restoran itu, sedang kan Aldo hanya diam menatap kepergian gadis yang ia sukai, Ariana dan Ayana kini segera melajukan mobil nya menuju perusahaan Aaron yang tak begitu jauh lagi.


“Kenapa kau seperti menghindari nya?”


__ADS_2