
2 Hari berlalu kini kehidupan para pengantin yang masih hangat hangat kuku itu kini semakin membaik setelah mereka mendapatkan kebahagiaan mereka masing masing, Ariana dan Aaron yang akan menjadi orang tua dan Ayana, Jordan yang menemukan cinta di pernikahan mereka.
Hari ini Aaron dan Ariana baru saja kembali dari rumah sakit setelah memeriksa kandungan Ariana yang beruntung nya sangat baik, tidak ada hal yang perlu di khawatir kan selagi Ariana menuruti apa saran dokter.
“Ingat dokter bilang jangan makan yang pedas dan juga jangan bekerja pekerjaan yang berat berat, terus juga jangan...”
“Jangan berhubungan badan selama seminggu.” timpal Ariana seraya menjulurkan lidah nya mengejek sang suami yang sebenarnya sejak tadi sudah kesal mendengar larangan dokter.
Namun ia juga tidak bisa melakukan apapun setelah mendengar jika hal itu bisa menyakiti janin yang ada di dalam kandungan Ariana, Aaron pun hanya pasrah dan harus berpuasa selama seminggu ini.
“Kenapa mengingat kan aku lagi tentang itu.”
Ucap Aaron berusaha menahan rasa kesal nya lantaran Ariana saat ini tengah hamil tentu saja hormon Ariana yang harus di mengerti lantaran dokter mengatakan jika hormon ibu hamil itu mudah berubah.
“Karena kau sejak tadi hanya mengoceh saja, aku bosan mendengar nya.”
Ucap Ariana yang memang kesal lantaran Aaron sejak tadi mengoceh tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Ariana selama hamil padahal ia sudah mengatakan hal itu sejak di rumah sakit hingga saat ini.
“Demi kebaikan mu dan bayi kita sayang.”
Ucap Aaron meraih tangan Ariana lalu mengecupnya dengan lembut, Ariana tersenyum menatap Aaron yang terlihat fokus pada jalanan, beruntung di kehamilan kedua nya ini ia di temani oleh sang suami.
Mungkin ini lah jalan yang tuhan berikan pada nya, mungkin mereka kehilangan calon bayi mereka agar mereka bisa merasakan kebersamaan dan saling menemani di saat saat penting seperti saat ini.
“Kenapa menatap ku? Aku tampan kan?”
Canda Aaron kala menyadari sang istri terus saja menatap nya sejak tadi, Ariana tersenyum seraya mengangguk, jujur saja ia benar benar sangat jarang memuji ketampanan suami berondong nya itu padahal suami nya itu memang sangat tampan.
“Sangat tampan bahkan membuat ku takut kehilanganmu, ingin sekali aku mengurung mu di kamar saja agar tidak ada yang bisa melirik mu.”
Ucap Ariana seraya terkekeh, entah lah ia geli sendiri setelah mengatakan hal yang memalukan itu untuk pertama kali nya, sedang kan Aaron hanya bisa tersenyum mendengar ucapan yang jarang sekali ia dengar setelah menikah dengan Ariana.
__ADS_1
“Apa aku boleh meminta sesuatu?”
Tanya Aaron tiba tiba membuat Ariana sedikit takut, bagaimana jika suami nya meminta untuk menikah lagi? Entah lah kenapa pikiran nya selalu saja mengarah pada hal yang tidak tidak selama hamil.
”A-apa?” tanya Ariana gugup.
“Aku benar benar merindukan Ariana yang dulu, Ariana yang sangat manja yang selalu meminta bantuan ku untuk hal sekecil apapun, Ariana yang tidak malu untuk mengungkapkan perasaan nya pada ku, kau benar benar berubah, aku suka versi dewasa mu seperti saat ini tapi terlalu keras kepala.”
Ariana diam, jika di ingat ingat ia dulu memang pernah sangat bodoh hingga mencintai pria yang jelas jelas tidak mencintai nya, ia rela mengemis cinta pada Aaron, dan berkat Aaron pula ia kini memiliki Ariana versi dewasa.
“Kenapa dulu aku bodoh sekali harus mengejar mu? Padahal dulu aku banyak yang suka.”
Ucap Ariana sengaja sebenarnya lantaran ingin sekali membuat Aaron kesal pada nya karena ia tahu jika Aaron saat ini tengah berusaha untuk menahan diri untuk tidak marah pada diri nya lantaran tengah mengandung.
“kau tidak bodoh sayang, semua orang berhak menunjukkan rasa suka nya pada orang yang ia suka dengan versi mereka sendiri.”
Ariana mengangguk, boleh juga kesabaran pria itu, ia bahkan terdengar tidak marah sedikit pun dan terdengar sangat tenang saat menjawab pertanyaan Ariana yang tentu sangat menyebalkan bagi nya.
Aaron hanya bisa mengigit bibir nya mendengar ucapan Ariana yang tentu ia tahu sedang menguji kesabaran nya, jika saja tidak mengingat Ariana tengah hamil maka mungkin ia sudah menghukum wanita itu saat ini.
“Sudah lah jangan di bahas, nyata nya jodoh mu sekarang adalah aku, pria yang kau kejar selama ini.”
Ucap Aaron membanggakan diri padahal nyata nya ia juga mengejar Ariana setelah menyadari perasaan nya dan takut kehilangan wanita nya itu setelah mengetahui jika wanita yang mengandung benih nya akan menikah dengan pria lain.
“Kau juga mengejar ku bahkan membawa ku kabur di hari pernikahan ku.”
Sindir Ariana yang tidak terima diri nya di rendahkan meksi pun memang benar tapi tetap saja ia tak suka jika diri nya lah yang terlihat mengejar Aaron, sedangkan Aaron kini hanya terkekeh mengingat bagaimana Ayana menghasut kakak nya untuk kabur di hari pernikahan nya dengan Jordan.
Aaron jelas tahu saat itu lantaran posisi nya Ayana saat itu masih menelpon dengan Aaron agar bisa mendengar percakapan antara kakak dan adik itu.
“Ayana banyak berjasa dalam pernikahan kita.”
__ADS_1
Ucap Aaron terkekeh di susul oleh Ariana, kedua nya tertawa mengingat kelakuan kedua adik mereka yang menjebak mereka hingga melakukan sebuah kesalahan di satu malam, Aaron kemudian menghentikan tawa nya mengingat Cellyn saat ini.
“Aku merindukan Cellyn, bagaimana kabar nya? Apa dia tidak takut hidup sendirian di sana tanpa keluarga?”
Gumam Aaron membuat Ariana juga merasa iba, ia juga merindukan tingkah laku Cellyn yang menyebalkan tapi juga membuat mereka tertawa, Ariana mendadak sadar jika Cellyn belum di beritahu tentang kehamilan nya.
“Ayo hubungi Cellyn, kita belum memberitahu nya tentang kabar kehamilan ku.”
Ucap Ariana bersemangat meminta Aaron untuk segera menghubungi Cellyn, Aaron pun menurut lantaran mereka memang belum memberitahu Cellyn tentang kehamilan Ariana.
Mereka kemudian melakukan panggilan video dengan Cellyn yang tengah berada di negara orang, terlihat wajah Cellyn yang tampak lesu dan sembab dari layar ponsel membuat Ariana dan Aaron sedikit khawatir.
“Cellyn kau baik baik saja?”
Tanya Aaron khawatir pada adik nya itu, Cellyn mengangguk kan kepala lantaran ia memang baik baik saja, ia hanya sedikit kelelahan dan kurang tidur lantaran mengerjakan banyak tugas.
“Cellyn baik kak, hanya lelah mengerjakan tugas kuliah saja.”
Ucap Cellyn berusaha tersenyum manis meskipun mata nya saat ini 0 watt, Aaron pun mengangguk percaya, mengingat ia dulu juga pernah sangat lesu lantaran mengerjakan banyak tugas dari dosen.
“Bagaimana kabar kalian?”
Tanya Cellyn akhir nya, setengah tahun tidak bertemu tentu saja Cellyn merasa sangat rindu dengan kakak dan kakak ipar nya itu, jika bisa ia ingin sekali pulang namun ia tak berani untuk bertemu dengan kedua orang tua nya.
“Kami baik, apa kau tidak ingin menanyakan kabar calon keponakan mu?”
Cellyn membulatkan mata mendengar ucapan Ariana, seketika rasa kantuk nya menghilang begitu saja mendengar kabar bahagia dari kakak dan kakak ipar nya.
“Kak Ariana hamil?”
Ariana mengangguk membuat Cellyn kini tersenyum manis, ia benar benar merasa bahagia mengetahui hal itu lantaran ia juga tahu bagaimana sedih nya kakak dan kakak ipar nya saat kehilangan calon bayi mereka.
__ADS_1
“Cellyn ikut bahagia kak.”