
Aaron dan Lora masuk di sambut oleh beberapa karyawan yang bekerja di sana,mereka jelas tahu siapa Aaron lantaran keluarga nya juga langganan di butik tersebut
“Silahkan masuk tuan,mau cari gaun?” tanya nya dengan sopan,Aaron mengangguk menanggapi namun mata nya liar mencari keberadaan Ariana saat ini
“Untuk nya,kami akan menghadiri acara pertunangan seseorang.” ucap Aaron menunjuk Lora yang berada di samping nya, karyawan itu pun membawa Lora untuk memperlihatkan beberapa gaun pada Lora
Di saat ini lah Aaron berkesempatan untuk mencari Ariana,tak butuh waktu lama,ia melihat Ariana tengah memilih beberapa pakaian di sana dengan Jordan yang tengah sibuk bermain ponsel
Lalu tak lama ia melihat Jordan menjauh dari Ariana untuk mengangkat telepon nya,sedangkan Ariana kini memasuki ruang ganti untuk mencoba pakaian yang ia pilih
Kesempatan emas,Aaron pun ikut masuk ke dalam ruangan ganti tersebut yang hanya tertutup tirai tebal dan di jaga oleh dua orang pelayan wanita di depan
Aaron menghampiri ruangan ganti tersebut dengan sambutan dari kedua pelayan itu,ia memberi isyarat pada kedua pelayan itu agar meninggalkan tempat itu,kedua wanita itu menurut saja karena memang bagi mereka sudah terbiasa jika Ariana dan Aaron bersama mengingat mereka adalah sahabat sejak kecil
Setelah kepergian kedua wanita itu,Aaron pun masuk ke dalam ruang ganti tersebut,ia terkesiap kala melihat tubuh bagian belakang Ariana lantaran Ariana kini tengah mencoba untuk menaikkan resleting dress yang berada di bagian belakang
Aaron pun langsung membantu Ariana menaikkan resleting tersebut,sontak Ariana terkejut kala melihat Aaron yang berada di belakang nya,sempat ia ragu akan penglihatan nya namun sekarang ia benar benar yakin jika Aaron memang berada di belakang nya
“Kau! apa yang kau lakukan disini?” tanya Ariana sedikit berbisik,ia masih mengira jika kedua wanita yang menjaga masih ada di depan
Entah bagaimana pria itu masuk, sedangkan seingat nya Jordan masih berada di depan ruangan tersebut sembari menunggu nya berbelanja tadi
“Sini aku bantu.”
Bukan nya menjawab pertanyaan Ariana,Aaron justru meraih kembali tubuh Ariana yang sempat menjauh lantaran menyadari keberadaan nya saat ini
“Lepas Aaron! aku tidak butuh bantuan mu!” ucap Ariana masih setengah berbisik namun terdengar sangat menolak,berani sekali pria itu memasuki ruangan yang sama dengan nya bahkan membantu nya untuk mencoba pakaian nya
__ADS_1
Aaron tak menghiraukan penolakan Ariana,dengan paksa ia meraih tubuh wanita itu hingga kepala Ariana membentur dada bidang milik Aaron,Aaron menahan pinggang Ariana yang sempat memberontak lalu satu tangan nya menaikkan resleting tersebut
Ariana diam saja,tenaga Aaron jelas lebih besar dari nya,dari pada mengundang kecurigaan di luar lebih baik ia memilih diam saja tak ingin jika nanti Jordan mengetahui jika Aaron juga berada di dalam ruangan yang sama dengan Ariana
“Kau sudah membantu ku kan? sekarang kau bisa pergi dari sini!” ucap Ariana ketus,heran juga bagaimana bisa Aaron juga berada di butik yang sama dengan nya padahal ia tak memberitahu siapapun jika pergi ke butik bersama Jordan
Aaron terkekeh,selama ini ia hanya melihat wajah ceria dan manja dari Ariana,namun sekarang ia selalu saja mendapatkan wajah cemberut yang sangat menggemaskan dari wanita itu.
Tanpa izin Ariana,Aaron memeluk erat tubuh wanita cantik itu,hal itu pun membuat Ariana tersentak kaget,selama ini ia lah yang selalu memeluk lengan Aaron namun kini pria itu yang justru memeluk nya dengan sempurna
Tentu hari Ariana kini tidak baik baik saja,jantung nya berdegup dengan kencang,tangan nya di Landa bingung harus membalas pelukan Aaron atau justru mendorong nya untuk menjauh
“Lepas Aaron! jangan kurang ajar ya,calon tunangan ku ada di luar!” ucap Ariana mengancam seolah olah ia akan berteriak jika ada penyusup masuk di ruangan tersebut
Aaron kembali terkekeh,jelas ia tak takut dengan ancaman Ariana,jika hanya Jordan saja ia yakin dengan bangga bisa mengalah kan Jordan, namun yang ia takut kan adalah kedua orang tua mereka
“Jika kau memang ingin aku pergi maka sudah dari tadi kau berteriak agar Jordan tahu aku ada di sini.”
Ariana mematung,tak ada yang salah dari ucapan Aaron kini ia merasa malu lantaran menyadari hal tersebut,kenapa ia tak berteriak saja sejak tadi,apa ia memang benar benar menginginkan Aaron untuk tetap di sana? pikir Ariana
“A-aku..” ucap Ariana terbata bata seraya melipat kedua bibir nya lantaran merasa gugup
Jelas Ariana gugup sekarang karena ketahuan oleh Aaron,melihat wanita nya merasa gugup Aaron pun merengkuh tengkuk Ariana,memiringkan kepala nya lalu menautkan kedua bibir mereka
Sikap Ariana yang memainkan bibir nya jelas menggoda Aaron untuk melahap bibir merah Ariana,Ariana terkejut kala mendapat serangan dadakan dari Aaron
Hati nya ingin memberontak namun tubuh nya justru diam saja membiarkan Aaron kini ****** bibir nya yang kini semakin menuntut,tangan Aaron pun tak kalah liar mengusap pundak Ariana dengan lembut,membuat wanita itu harus menahan diri agar tidak bersuara
__ADS_1
Aaron melepaskan tautan bibir mereka kala menyadari Ariana yang kehabisan nafas,kedua nya kini saling menatap dengan nafas memburu,satu jari Aaron kini mengusap bibir Ariana yang basah akibat ulah nya
Sedangkan kini wajah Ariana memerah menyadari sikap bodoh nya yang membiarkan Aaron ******* nya tanpa sedikit pun penolakan dari nya
“Dasar bodoh! kenapa kau tidak mendorong tubuh nya!” umpat nya dalam hati,betapa bodoh nya ia justru membiarkan Aaron berlaku semena mena pada nya
“Lebih manis dari sebelum nya,kau pakai apa sebenar nya?”
Ariana mencebik,sok sekali bertanya padahal jika Ariana beritahu ia juga tidak akan tahu apapun tentang barang barang perempuan
“Kau sudah mendapatkan yang kau ingin kan bukan? sekarang keluar lah,aku ingin mengganti pakaian ku!” ucap Ariana kini kembali mengusir Aaron
Aaron menggeleng,tujuan nya bukan untuk mencoba manis nya bibir Ariana namun memaksa wanita itu untuk mengakhiri sandiwara yang ia lakukan saat ini,Namun salah! jika sebelum nya hal ini memang sebuah sandiwara berbeda dengan sekarang yang memang menjadi sebuah kebenaran
“Sekarang tidak ada sandiwara apapun,kami memang benar benar akan bertunangan.” ucap Ariana tegas
Namun sangat berbeda dengan mata nya yang justru berkaca kaca, entah mengapa ada rasa tak siap mengatakan hal yang sebenarnya
Aaron menatap dalam pada Ariana yang kini memalingkan wajah nya,enggan menatap Aaron karena kini pipi nya sudah basah akibat air mata nya yang turun
Dengan cepat Ariana menyeka air mata nya,tak ingin jika Aaron melihat nya tengah menangis, memang selama ini ia selalu terlihat cengeng dan lemah jika berhadapan dengan pria yang ia cintai
“Kau tidak bercanda?” tanya Aaron kemudian
Akhir nya ia bersuara setelah beberapa menit terdiam,Ariana menggeleng karena memang ia sedang tidak bercanda saat ini. Aaron memegang kedua bahu Ariana yang kini bergetar lantaran menangis
Entah apa alasan nya menangis saat ini,yang jelas ia hanya merasa sedih dengan hidup nya, bertunangan dengan pria yang tidak ia cintai,dan di ganggu oleh pria yang menyakiti nya
__ADS_1
“Ayo kita lari,dan menjalankan kehidupan bersama!”
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA KU SAMPAI BAB INI,SEMOGA READERS SUKA DAN JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN DENGAN LIKE, KOMEN DAN VOTE SERTA RATE SESUAI PENILAIAN READERS🥰🙏