
Setelah menyelesaikan makan malam Aaron dan Ariana kembali ke dalam kamar, tubuh mereka masih sama sama lelah setelah pergulatan yang panjang di siang yang panas, Ariana langsung menuju ke meja hias menyisir rambut nya dan memakai ritual perskincare-an sebelum tidur.
Sedangkan Aaron memasuki kamar mandi terlebih dahulu, tak lama terdengar dentingan dari ponsel Aaron namun Ariana memilih untuk menghiraukan nya saja, namun lagi lagi ponsel Aaron berdenting membuat Ariana merasa penasaran.
“Siapa yang mengirimnya pesan sebanyak itu.”
Gumam Ariana lalu melangkah kan kaki menuju nakas di mana ponsel Aaron berada, Ariana membuka ponsel Aaron melihat aplikasi berwarna hijau dan berlogo telepon, terlihat nomor baru di sana yang mengirimi pesan pada Aaron.
“[ Halo pak]”
“[Selamat malam]”
“[Saya Rhea, sekretaris baru bapak]”
“[Mohon bimbingan nya pak😊]”
Ariana hanya mengangguk membaca pesan Rhea yang mengaku sebagai sekretaris baru Aaron, Ariana kembali meletakkan ponsel Aaron dan hendak kembali ke meja rias namun ia teringat sudah membaca pesan gadis itu dan bagaimana jika gadis itu mengira suami nya sombong?
Ariana kembali meraih ponsel Aaron lalu membalas pesan dari gadis yang bernama Rhea itu dengan santai, tanpa menyadari jika ia salah memencet emoticon.
“[Iya🥰]”
Tanpa di cek kembali, Ariana meletakkan ponsel Aaron dan kembali duduk di meja rias nya, tak lama Aaron pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri sang istri yang terlihat sangat cantik.
“Kau semakin cantik, apa kau memakai susuk?”
Goda Aaron yang benar benar kagum dengan kecantikan istri nya itu, meskipun Ariana lebih tua dari nya namun wajah Ariana termasuk baby face hingga membuat nya terlihat seperti lebih muda dari Aaron.
“Bukan susuk, tapi uang mu.”
Ucap Ariana, tangan nya nakal menyentuh benda pusaka milik suami nya hingga membuat benda milik Aaron kembali terbangun dari tidur nya.
“Sayang! tanggung jawab karena sudah membangun kan nya.”
__ADS_1
Bisik Aaron dengan suara serak, sedang kan Ariana hanya terkekeh lantaran berhasil mengerjai suami nya itu, Ariana berlari menjauhi Aaron yang mengejar nya, hingga pria itu berhasil menangkap nya dan mendorong nya ke atas ranjang.
“Ayo lakukan lagi.”
Aaron melahap bibir istri nya dengan rakus bahkan membuat istri nya kesulitan bernafas, entah lah gairah pria itu semakin menjadi jadi sekarang membuat Ariana terkadang merasa kelelahan untuk mengimbangi nya.
“Ah aku lupa, tadi sekretaris baru mu mengirimi mu pesan.”
Ucap Ayana di sertai tawa lantaran saat ini Aaron tengah menciumi leher nya dan turun ke dada membuat wanita itu merasa geli, Aaron hanya berdehem mendengar ucapan Ariana yang menurutnya tak terlalu penting, Hingga kedua nya kembali melakukan pergulatan panas di malam yang dingin itu.
.
.
.
Pagi nya Aaron kini tengah berdiri di depan cermin seraya memakai pakaian nya untuk berangkat ke kantor, sedangkan Ariana masih berada di balik selimut dengan tubuh nya yang masih polos, kedua mata wanita itu terbuka menatap sosok kekar yang berada di hadapan nya.
“Kau sudah bangun?”
“Jangan, aku masih bau jigong.”
Ucap Ariana menutup mulut nya lantaran mengira jika suami nya sudah akan melahap bibir nya pagi pagi begini, sedangkan Aaron terkekeh melihat wajah istri nya.
“Aku hanya ingin minta di pasangkan dasi.”
Ucap Aaron seraya memperlihatkan sebuah dasi di tangan nya pada Ariana membuat wanita itu cemberut lantaran suami nya yang menggoda diri nya pagi pagi begini.
“Bilang dong!”
Cebik Ariana lalu mengambil dasi itu dengan kasar dan memasangkannya di kerah kemeja Aaron, bisa saja pria itu memasangkan nya sendiri namun ia sudah terbiasa di pasangkan oleh istri tercinta nya.
“Sudah.”
__ADS_1
Ucap Ariana seraya menepuk dada Aaron, pria itu kemudian mengecup puncak kepala Ariana sebelum akhirnya ia berpamitan untuk pergi berangkat ke kantor.
“Tidak sarapan dulu?”
“Nanti saja di kantor, aku ada rapat penting hari ini.” ucap Aaron lalu mengacak rambut Ariana yang memang sudah acakan sejak tadi, lalu keluar dari kamar nya dengan tergesa gesa, pasal nya ia hampir terlambat saat ini.
Sedangkan Ariana memilih untuk kembali melanjutkan tidur nya lantaran ia masih merasa lelah, bagaimana tidak? mereka melakukan nya dua kali semalam, di siang hari dan malam hari, tentu saja tubuh wanita itu terasa remuk.
Sedangkan Aaron saat ini langsung saja masuk ke dalam ruang rapat begitu sampai di perusahaan nya, semua orang sudah menunggu begitu pun dengan sekretaris baru Aaron.
Wanita itu terpukau menatap ketampanan Aaron yang benar benar tidak manusiawi, dari segi apapun Aaron benar benar sempurna untuk di jadikan suami, dan siapa yang bisa menolak pesona suami orang itu.
“Ya tuhan, indah sekali ciptaan mu yang satu ini.” ucap Rhea membatin menatap Aaron yang tengah duduk di kursi nya dengan gagah.
Rapat berlangsung selama satu jam, setelah semuanya selesai Aaron kembali ke ruangan nya diikuti oleh Rhea yang belum memperkenalkan diri pada atasan nya itu, dan seperti nya Aaron juga belum mengetahui siapa Rhea dan mengira jika Rhea adalah salah satu orang dari rekan bisnis nya.
“Permisi pak.” ucap Rhea pada Aaron yang tengah duduk di kursi kekuasaan nya seraya menatap layar laptop dengan begitu fokus.
Rhea berdiri di hadapan Aaron dengan rok sopan yang sangat pendek dari yang di kenakan wanita kantor pada umumnya, belum lagi kemeja putih ketat yang ia kenakan hingga memperlihatkan lekukan tubuh nya, namun hal itu tidak membuat Aaron tertarik sedikit pun.
“Iya?” tanya Aaron yang sedikit bingung dengan gadis yang berada di hadapan nya, ia benar benar ingat jika ia tidak memiliki karyawan mirip dengan gadis itu.
“Saya Rhea pak, sekretaris baru bapak.”
Ucap Rhea tersenyum manis pada Aaron, pria itu hanya mengangguk menanggapi ucapan Rhea lalu kembali fokus pada layar laptop nya, Aaron kemudian kembali menatap Rhea, bukan karena tertarik melainkan risih lantaran gadis itu tak kunjung pergi dari sana.
“Selamat bergabung di perusahaan saya, kamu bisa kembali ke meja kerja mu.”
Ucap Aaron yang mengira jika gadis itu hanya menunggu jawaban dari nya saja, Rhea kemudian keluar dengan perasaan bingung, lantaran atasan nya itu terlihat berbeda saat bertemu langsung.
Tak lama kemudian Aaron kembali menghubungi Rhea agar segera masuk ke dalam ruangan nya, dengan cepat gadis itu masuk ke ruangan atasan nya dengan perasaan bahagia lantaran akan bertemu dengan atasan tampan nya itu.
“Tolong kamu kerjakan berkas ini, dan antar keruangan saya untuk saya periksa.”
__ADS_1
Ucap Aaron menyerah kan beberapa berkas pada Rhea untuk gadis itu kerjakan, Rhea kemudian mengangguk dengan perasaan sedikit kecewa, padahal gadis itu sudah berharap jika Aaron memanggil nya karena ingin mengatakan sesuatu tentang pesan nya kemarin malam.
“Baik pak, permisi.”