
Ariana menatap wajah Aaron yang terlihat bersungguh sungguh dengan ucapan nya namun sedetik kemudian wanita itu kembali mual mual, tubuh nya terasa lemah hingga membuat tubuh nya hilang keseimbangan.
Brug!
“Ariana!”
Pekik Aaron melihat Ariana yang tergeletak di lantai, dengan cepat pria itu mengangkat tubuh Ariana menuju ranjang, dan segera memanggil kedua orang tua nya, tak lupa ia menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan istri nya itu.
“Ariana kenapa? Apa yang kau lakukan Aaron?!”
Ucap Agus kini meninggi lantaran merasa khawatir melihat keadaan menantu nya yang tak sadarkan diri, entah apa yang Aaron lakukan hingga membuat Ariana kini terlihat sangat pucat.
“Bukan Aaron dad! Ariana mual mual sejak tadi.”
Ucap Aaron namun tak begitu di tanggapi oleh kedua orang tua nya, Agus pun menghubungi Ari dan Hana untuk memberitahu kan keadaan Ariana saat ini, Aaron kini masih setia mendampingi Ariana seraya menggenggam tangan wanita itu bahkan sesekali ia mengecup punggung tangan istri nya itu.
“Sayang bangun lah, maafkan aku karena membuat nya menjadi seperti ini.”
Aaron membatin, ia merasa jika kondisi Ariana saat ini adalah karena diri nya, demi apapun Aaron benar benar panik saat ini, belum lagi dokter yang ia hubungi belum juga menunjukkan batang hidung nya membuat Aaron kini merasa kesal sekaligus panik.
“Ya tuhan dokter nya kemana? Apa dia tersesat?”
Ucap Aaron setelah cukup lama menunggu, bahkan Agus dan Yoonia juga terkejut mendengar ucapan Aaron yang terdengar sangat kesal namun Agus lebih kesal pada putra nya itu lantaran menganggap Aaron lah yang bertanggung jawab atas keadaan Ariana saat ini.
“Diam lah! Kau pikir dengan berteriak, dokter nya akan segera tiba?”
Sentak Yoonia yang sebenarnya hanya terkejut mendengar pekikan Aaron yang tiba tiba, padahal ia tengah fokus menatap menantu nya yang semakin pucat saja saat ini.
Tak lama terdengar suara langkah kaki membuat Aaron segera keluar kamar lantaran mengira jika dokter lah yang datang, namun bukan dokter melainkan mertua nya yang datang saat ini.
__ADS_1
“pa, ma.”
Ucap Aaron menyapa kedua mertua nya, Ari dan Hana yang khawatir justru mengabaikan sapaan Aaron dan segera masuk ke dalam kamar melihat keadaan Ariana saat ini, Hana segera duduk di tepi ranjang seraya mengusap wajah Ariana.
“Ariana bangun nak, kau kenapa?”
Ucap Hana mengusap puncak kepala Ariana yang tak kunjung bangun juga hingga tak lama dokter yang di tunggu akhir nya segera tiba, Aaron pun meminta sang dokter untuk segera memeriksa keadaan istri nya itu.
“Bagaimana dok?” tanya Aaron begitu sang dokter wanita itu menyelesaikan tugas nya, Dokter itu hanya tersenyum menatap Aaron yang sudah panik duluan.
“seperti nya istri anda sedang hamil.” ucap Sang dokter membuat semua orang kini terkejut sekaligus senang mendengar kabar kehamilan Ariana.
Terutama Aaron yang benar benar menunggu hal ini bukan karena terlalu bersemangat menginginkan seorang bayi melainkan tak ingin membuat sang istri overthingking setiap hari.
“Benar kah dok? Istri saya sedang hamil?”
Beo Aaron yang ingin memastikan apa yang dokter itu katakan, dokter itu hanya tersenyum ia sebenarnya belum bisa memastikan nya lantaran ia bukan dokter kandungan, itu lah sebab nya ia meminta Aaron untuk segera membawa sang istri ke dokter kandungan untuk hasil lebih akurat.
“Selamat sayang, akhir nya Ariana hamil juga, jadi kita tidak perlu lagi mendengar keluhan nya yang belum juga hamil.”
Ucap Hana seraya terkekeh lantaran ia juga menjadi korban keluhan Ariana sebelum hamil, dan selalu saja meminta Aaron untuk menikah dengan wanita lain agar mendapatkan seorang keturunan.
Semua orang terkekeh mendengar candaan Hana kecuali satu orang yang kini tengah terbaring lemah di ranjang nya, wanita itu mengerut mendengar semua orang yang menertawakan diri nya.
“Mama! Ariana dengar!”
Ucap Ariana dengan ketus, semua orang kini menatap Ariana yang entah sejak kapan sadar, Aaron segera menghampiri sang istri dan mengecup seluruh wajah wanita itu bertubi tubi, tak peduli jika ada kedua orang tua mereka yang penting saat ini ia ingin meluapkan ras bahagia nya atas kehamilan sang istri.
“Aaron hentikan!!”
__ADS_1
Sentak Ariana yang merasa sangat geli mendapatkan kecupan bertubi tubi dari sang suami, entah lah saat ini ia benar benar benci menatap wajah Aaron yang padahal semakin hari semakin tampan.
“Sayang? Kau masih marah?”
Tanya Aaron kala mendapat dorongan dari Ariana yang tak ingin di sentuh atau di kecup oleh pria itu, Ariana hanya memalingkan wajah, bukan hanya karena masih marah tapi ia memang benar benar sangat benci melihat wajah Aaron saat ini.
“Ariana sayang, Aaron ingin menjelaskan semua nya agar kau tidak salah paham.”
Ucap Yoonia yang juga mengira jika menantu nya itu hanya sedang marah pada putra nya lantaran sebuah kesalahpahaman, Ariana menatap sang mommy lalu kemudian menatap Aaron yang terlihat mengangguk.
Aaron kemudian menceritakan hal yang membuat Ariana menjadi salah paham pada diri nya dan Rhea, membuat Ariana merasa bersalah lantaran menuduh suami nya yang tidak tidak padahal ialah yang bersalah.
“Tapi kenapa dia menanyakan makanan favorit mu? Tidak ada yang boleh menyiapkan makanan untuk mu selain diri ku!”
Ucap Ariana ketus seraya mencubit pinggang Aaron dengan keras lantaran merasa kesal dengan pria itu, padahal jelas ia sudah mengetahui semua nya tapi rasa kesal nya tidak berkurang sedikitpun sejak tadi.
Aaron hanya terkekeh, meskipun merasa sedikit sakit di pinggang nya namun ia juga sangat suka melihat rasa cemburu Ariana pada nya, pria itu kemudian mencubit hidung Ariana seraya tersenyum lalu menatap bibir Ariana yang terlihat sangat pucat.
“Bibir mu pucat sayang.”
Ucap Aaron dengan santai mendekatkan wajah nya apa wajah Ariana lalu menempelkan bibir nya pada bibir Ariana dengan lembut tanpa memikirkan ke empat orang yang kini menatap kedua pasangan itu dengan tatapan julid mereka.
“Hei! Kalian lupa jika tidak hanya berdua saja di sini?”
Ariana membulatkan mata mendengar suara Daddy mertua nya, dengan cepat wanita itu mendorong tubuh Aaron yang sudah larut dalam perbelitan lidah kedua nya, Aaron kini menatap sang daddy yang di anggap mengganggu waktu mereka.
“Ck, mengganggu saja!”
Ketus Aaron pelan namun masih bisa di dengar jelas oleh Agus, pria yang tak lagi muda itu pun juga merasa kesal mendengar ucapan sang putra dan hampir saja menghampiri Aaron jika saja Yoonia tidak menghentikan diri nya.
__ADS_1
“Sudah, ayo kita keluar, jangan ganggu mereka yang baru saja mendapatkan kabar bahagia.”
Ucap Yoonia mengajak semua orang kini keluar meninggalkan Aaron dan Ariana yang masih ingin menghabiskan waktu berdua saja di sana.