
Ayana pun duduk seraya menatap kakak nya, mungkin kakak nya itu sedang takut karena Ayana tau rahasia nya dan takut jika Ayana akan membongkar rahasia nya pada semua orang terutama papa dan mama mereka, tapi yang Ayana rasakan justru sebaliknya.
“Aku tahu kakak sedang hamil, baru saja Cellyn mengatakan padaku jika kakak sedang hamil, dan jangan tanya Cellyn tahu dari mana karena ayah dari bayi yang kakak kandung itu adalah kakak Cellyn sendiri yaitu kak Aaron, benar kan?”
Ariana kembali membulatkan mata mendengar penuturan Ayana, bisa bisa nya adik nya itu tahu semua nya tentang ia, Aaron dan bayi mereka yang masih sebesar biji jagung di dalam perut datar nya.
“Dasar pria brengsek! sudah aku bilang jangan beritahu siapapun!” umpat Ariana pada ayah calon bayi nya, bisa bisa nya Aaron memberitahu Cellyn, dan apa mungkin ia juga sudah memberitahu seluruh keluarga nya?
Mendadak tubuh Ariana gemetar membayangkan hal itu terjadi, Aaron benar benar nekat dan hal itu bisa saja terjadi, ia harus segera memastikan hal itu agar pria bodoh itu tidak melakukan hal yang bisa membuat mereka dalam masalah.
“Kak, apa yang sedang kakak pikirkan?” tanya Ayana yang melihat kakak nya termenung setelah mendengar ucapan nya, ia tahu jika kakak nya sedang mengumpat pada Aaron lantaran diri nya sampai tahu tentang kehamilan Ariana.
Ariana tersentak kaget lalu menggelengkan kepala, ia masih enggan untuk berbicara pada Ayana setelah adiknya itu tahu tentang kondisi nya, jujur ia benar benar takut saat ini.
“Apa kakak takut jika aku akan memberitahu papa dan mama?” tanya Ayana.
Ariana memutar bola mata nya, masih saja bertanya jelas saja ia takut jika kehamilan nya di ketahui oleh orang rumah, dan Ayana sempat sempat nya bertanya dengan senyum di wajah nya, membuat Ariana kesal saja.
“Tenang saja aku tidak akan memberitahu siapapun.” ucap Ayana membuat Ariana terkejut, baik sekali adik nya ini mau menutupi aib kakak nya, bahkan ia terlihat seperti sangat bahagia dengan kehamilan Ariana.
__ADS_1
“Kenapa aku merasa kau sangat bahagia dengan penderitaan ku saat ini?” tanya Ariana pada Ayana lantaran gadis itu terus saja tersenyum menatap perut datar Ariana seolah olah sedang menunggu kehadiran bayi itu sejak lama.
Ayana menggelengkan kepala lalu tak lama ia bangkit dari duduk nya dan memilih untuk keluar dari kamar kakak nya lantaran tak ingin mendapatkan lebih banyak pertanyaan dari kakak nya itu.
“Heh mau kemana? sini! kakak belum selesai ngomong!” sentak Ariana memanggil Ayana yang hendak keluar dari kamar nya membuat gadis itu kembali masuk dan duduk di hadapan nya.
“Jelaskan, kenapa kau terlihat bahagia?” tanya Ariana lagi, ia benar benar penasaran dengan Ayana, seperti nya ada yang ia sembunyikan dari Ariana.
Sedangkan Ayana terlihat gelagapan mendapat pertanyaan dari sang kakak, bagaimana ini? apa ia harus jujur tentang apa yang ia dan Cellyn sembunyikan?
Tak lama Ayana pun membuka suara menceritakan apa yang sebenarnya ia sembunyikan dengan Cellyn dari Ariana dan Aaron, tak peduli jika semua orang akan memarahi nya namun yang jelas ia melakukan ini demi kakak nya.
“Kak sebenarnya malam itu, aku dan Cellyn membuat rencana untuk menyatukan kakak dan kak Aaron, tapi sumpah kami tidak mengira jika kalian akan sampai melakukan hal itu.” jelas Ayana jujur.
Sedangkan Cellyn menginap di kediaman Ayana, mereka juga tahu jika Aaron sedang patah hati dan pergi ke club karena mendapati Lora berselingkuh dan Cellyn sangat yakin jika kakak nya itu akan pulang dalam keadaan mabuk.
Dan biasa nya jika Aaron pulang ia terlebih dahulu mengecek Cellyn di kamar nya dan mereka mengira jika bisa saja saat Aaron pulang dalam keadaan mabuk dan masuk ke dalam kamar Cellyn dan tanpa sadar tertidur bersama Ariana, namun yang terjadi justru lebih dari sekedar tidur.
Awalnya mereka mengira jika rencana mereka gagal karena saat Ariana pulang tidak terjadi apapun atau tidak terdengar kabar apapun dari rumah Cellyn, dan hak itu membuat Ayana dan Cellyn memutuskan untuk berhenti membuat rencana konyol untuk menyatukan kedua kakak mereka.
__ADS_1
Namun siapa sangka jika ternyata rencana mereka membuahkan hasil namun juga akan membawa dampak buruk karena kini hal itu berubah menjadi masalah besar bagi mereka, kenapa juga kehamilan Ariana diketahui seminggu sebelum pernikahan nya dengan Jordan?
“Maafkan aku kak.” ucap Ayana menunduk di hadapan Ariana, kini giliran ia yang menjadi takut bahkan untuk menatap wajah Kakak nya, sedang kan Ariana kini hanya bisa diam mematung mendengar penjelasan adik nya.
Entah apa yang harus ia lakukan, haruskah ia marah atau ah entah lah, mau menyalahkan Ayana dan Cellyn tapi semua itu tidak sepenuhnya salah mereka, karena Ariana dan Aaron melakukan nya atas dasar keinginan mereka meskipun Aaron sedikit tidak sadar akibat pengaruh alkohol.
“Sudah lah semua sudah terlanjur terjadi, tapi sekarang bagaimana dengan papa dan mama? apa yang harus kita lakukan?” tanya Ariana yang kini bingung dengan situasi sekarang, jika ia mengaku hamil maka Ayana juga bisa di salahkan dan ia tak mau hal itu terjadi.
Ayana juga sama bingung nya dengan Ariana, bagaimana cara membatalkan pernikahan Ariana dan Jordan, yang jelas mereka tidak akan membiarkan pernikahan Ariana dan Jordan terjadi apapun keadaan nya.
“Kak bagaimana jika kakak dan kak Aaron kabur saja?” usul Ayana seketika mendapatkan toyoran dari Ariana yang merasa jika usulan Ayana itu tidak masuk akal, bagaimana bisa ia kabur karena kekuasaan papa nya dan Daddy Aaron begitu besar, akan sangat mudah untuk mereka menemukan Ariana dan Aaron.
“Kau lupa siapa papa dan om Agus?” tanya Ariana membuat Ayana kini menggaruk kepalanya, benar juga Papa nya dan Daddy Cellyn memang orang yang berkuasa dan tidak mudah untuk lari dari mereka.
“Tapi kakak mau kan hidup bersama Kak Aaron?” tanya Ayana Kemudian membuat Ariana terdiam, entah lah wanita itu bingung dengan perasaannya, di satu sisi dia benci dengan pria itu tapi di sisi lain ia juga merasa masih memiliki perasaan pada nya hanya saja rasa benci nya lebih besar dari rasa cinta nya.
“Aku yakin kalian masih saling mencintai karena jika tidak, mana mungkin ada bayi di perut kakak.” ucap Ayana seraya terkekeh, ucapan nya itu sudah seperti mengerti tentang cara mem buat anak.
“Diam lah kau masih kecil!” ucap Ariana seraya mengetuk kepala adik nya itu agar otak nya lebih lancar lagi dalam berpikir, Ayana hanya bisa pasrah mendapatkan ketukan dari kakak nya.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara pintu di buka membuat kedua adik kakak itu menoleh ke arah pintu.
“Kalian sedang apa?”