QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 62


__ADS_3

“Ba-bayi?” beo Yoonia dan Hana bersamaan, menganggap jika mereka mungkin saja salah dengar tapi tak hanya mereka bahkan suami mereka juga mendengar dengan jelas apa yang Aaron katakan.


Aaron dan Ariana mengangguk, mereka sudah sepakat untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada kedua keluarga mereka, dan seperti nya keadaan juga tengah berpihak pada mereka lantaran kedua keluarga mereka kini berada di tempat yang sama.


Brugh!


Yoonia ambruk begitu melihat pembenaran dari kedua nya, kebenaran yang begitu besar membuat nya tak mampu untuk menerima nya, bukan karena mereka saling mencintai melainkan karena mereka melakukan perbuatan haram dan memalukan.


“Mommy!! Sayang! Aunty! Yoonia!”


Semua panggilan itu terucap secara bersamaan kala melihat tubuh Yoonia yang sudah tergeletak di lantai, jangan tanya bagaimana reaksi mereka, jelas saja terkejut, panik dan takut, terutama Aaron dan juga Ariana.


Aaron yang hendak mendekati sang mama di tolak mentah mentah oleh sang daddy yang menganggap semua ini adalah ulah nya yang tega menghamili seorang gadis, bahkan orang itu tak lain adalah teman masa kecil nya.


“Menjauh! semua ini kesalahan mu!” pekik Agus seraya mendorong tubuh Aaron agar menjauh dari istri nya itu, dalam keadaan begini sempat sempat nya ia menyalahkan orang lain dari pada mementingkan keadaan istri nya.


Aaron segera membawa Yoonia ke kamar tamu di kediaman Ari seperti apa yang Ari perintah kan, sementara Hana saat ini menelpon dokter kepercayaan keluarga mereka untuk memeriksa keadaan Yoonia.


Semua kini tengah menatap Yoonia yang tengah terbaring dengan di dokter di samping nya, dengan teliti dokter memeriksa keadaan Yoonia, dokter itu tersenyum setelah memeriksa keadaan Yoonia seraya menatap ke arah Agus.


“Selamat tuan, istri anda sedang hamil, tapi tolong jangan buat dia tertekan karena usia kandungan nya masih sangat muda.”


Duar!


Semua orang kini melongo, bingung harus merasa bahagia atau tidak pasal nya mereka akan memiliki cucu sekaligus anak, dan jangan tanya bagaimana reaksi Agus, pria itu yang memang sejak dulu tidak ingin menambah anak kini benar benar di buat tidak bisa berkata apapun lagi.

__ADS_1


“Apa dokter tidak salah?”


Seakan masih tak percaya dengan apa yang dokter katakan, Agus kembali mempertanyakan kebenaran nya pada sang dokter, dokter itu hanya tersenyum, ia sebenarnya tidak bisa mengatakan pernyataan nya itu akurat, itu sebab nya sang dokter meminta Agus untuk membawa istri nya ke rumah sakit.


“Untuk memastikan nya anda bisa membawa nya kerumah sakit tuan.”


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya sang dokter pun pulang di antar oleh Han dan juga Ari, untuk saat ini mereka tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga Agus dan Yoonia.


Sedangkan Aaron dan Ariana saat ini ikut bersama Ari dan Hana di ruang tamu untuk meminta penjelasan pada kedua nya, bagaimana hal itu bisa terjadi dan kenapa? kenapa harus seperti ini?


“Kalian memalukan! bagaimana bisa kalian melakukan hal seperti itu? jika memang ingin menikah katakan saja.”


Ari kembali ke posisi semula nya di mana ia harus bersikap serius dan tegas pada Ariana dan Aaron, ini bukan masalah kecil karena jika orang orang tahu maka tak hanya keluarga tapi anak yang ada di kandungan Ariana juga akan menjadi bahan gunjingan orang orang.


Aaron diam begitupun dengan Ariana, bukan tak ingin menyelesaikan masalah tapi ia mengingat pesan Ariana sebelum mereka tiba di kediaman itu, Ariana meminta Aaron untuk tidak menjelaskan apapun jika papa nya bertanya, cukup ia yang menjawab, dan begitu pula sebaliknya.


Bukan ingin membela, tapi ia memang merasa jika ini kesalahan nya yang tidak memiliki pendirian sama sekali, jika saja sejak awal ia mengakui perasaannya di saat Aaron yang sudah mulai menunjukkan perasaan cinta pada nya maka mungkin mereka akan bersama dengan baik baik.


Tak lama terlihat Agus tengah menuruni tangga tanpa Yoonia, seperti nya wanita itu belum sadarkan diri, tatapan Agus tajam menuju pada Aaron yang kini tengah menatap nya balik, seperti tak ada rasa takut nya sedikit pun.


Agus menghampiri putra nya dan langsung menarik kerah baju Aaron, bukan hanya membuat nya malu tapi juga membuat keadaan istri nya kini melemah dan tentu ia merasa kecewa dan marah saat ini.


“Kau ingin jadi pengecut? kenapa kau melakukan itu pada Ariana? jika memang cinta, kejar bukan di rusak Aaron!”


Aaron hanya tersenyum miring, kejar kata mereka? mengapa semua nya mendadak lupa saat ini? padahal sejak awal mereka sudah tahu jika Aaron menginginkan Ariana dan ia juga sudah mencoba untuk mendapatkan kembali hati wanita itu namun kedua pria berkuasa itu justru menghalangi kisah cinta mereka.

__ADS_1


“Daddy lupa? dulu Daddy dan om Ari selalu menghalangi Aaron untuk mendekati Ariana, kalian menghalangi cinta kami, tapi sekarang kenapa kalian bersikap seolah olah kami sepenuhnya bersalah di sini?”


Jleb!


Hanya sekali penjelasan dari Aaron sudah mampu membuat Ari dan Agus diam tak berkutik, memang mereka juga salah dalam hal ini lantaran melarang mereka karena mereka sudah memiliki pasangan masing masing sebelum nya.


“Jadi kau bangga menanam benih yang tidak sah di rahim Ariana? dan bagaimana bisa kalian melakukan hal itu?”


Seakan tak terima jika di salahkan, Agus kembali melontarkan pertanyaan pada Aaron yang menurut Aaron sangat mudah untuk di jawab.


“Pertama, Aaron tidak bangga tapi Aaron bersyukur karena dengan begitu kami bisa bersama, dan yang kedua kenapa harus bertanya jika kalian tahu jawaban nya? kalian sudah menikah dan memiliki anak, tentu saja kalian tahu bagaimana melakukan nya bukan?”


Enteng sekali mulut nya berbicara seakan akan tidak memiliki sopan santun sama sekali, ia yang berbicara tapi Ariana yang harus merasa malu, Ari dan Agus juga tak mampu mengatakan apapun lagi, konsep pertanyaan nya tidak begitu.


Sedangkan di lantai atas kini sepasang suami istri yang baru saja bangun dari tidur kini menatap ke bawah dimana terjadi perdebatan antara dua keluarga itu, sedikit banyak nya mereka dengar apa saja yang mereka bicarakan tapi hal itu hanya mengejutkan Jordan dan bukan Ayana.


“Syukurlah mereka sudah mengungkapkan hal yang sebenarnya.”


Ayana membatin mengucap kan rasa syukur, meski pun terlambat tapi yang terpenting mereka sudah memberitahu keluarga tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.


Sedangkan Jordan kini mengepal kan tangan lantaran merasa di khianati habis habisan oleh wanita yang selama ini ia cintai, terlebih melihat wajah tidak bersalah Aaron yang dengan bangga menghamili Ariana.


“Mereka berdua memang sialan!”


Ayana menatap pada pria yang berstatus sebagai suami nya itu, Ayana menutup kedua mata nya lupa jika ia sedang bersama Jordan di sana, tak ingin jika pria itu akan menambah masalah di bawah sana, Ayana menarik masuk Jordan ke dalam kamar.

__ADS_1


“Ayo masuk, tidak baik mencampuri urusan orang lain.”


__ADS_2