
Kini Aaron dan Hana sampai di rumah sakit dan Jordan segera di tangani oleh dokter, tak lama kemudian orang tua Jordan datang setelah di hubungi oleh Hana, bukan nya khawatir menanyakan keadaan putra nya, mereka justru lebih mengkhawatirkan Ayana yang tak terlihat di sana.
“Dimana Ayana? Apa dia baik baik saja?”
Tanya mama Jordan pada Hana, Hana hanya bisa melongo lalu mengangguk kan kepala, Ayana baik baik saja namun sekarang yang di khawatir kan adalah Jordan yang kini tak sadarkan diri.
“Ayana baik baik saja, tapi Jordan..”
“Sudah lah, itu resiko nya sebagai laki laki, lagi pula kita melakukan ini demi diri nya.” timpal Ernest.
Hana hanya diam, memang ini rencana mereka yang merasa curiga jika Ayana dan Jordan sedang tidak baik baik saja, mereka kemudian mendatangi Ernest dan istri nya di saat Ayana sudah tiba di rumah mereka, mereka kemudian menyusun rencana untuk menyatukan kedua anak anak mereka yang mereka yakini sudah memiliki rasa cinta hanya saja mereka tidak menyadari perasaan itu, terlebih Jordan yang terlihat sangat cemburu di hari kelulusan Ayana.
Ernest juga yang meminta Ari untuk menguak masalah yang terjadi antara Ayana dan Jordan bahkan jika perlu Ari bisa memukul Jordan jika memang Jordan menyakiti Ayana, dan hal itu lah yang Ari lakukan lantaran kesal mengetahui Jordan menuduh Ayana yang tidak tidak.
Ernest dan istri nya tak merasa marah sedikit pun pada Ari lantaran ia yakin apa yang Ari lakukan itu karena rasa sayang nya pada Putri nya, ayah mana pun tentu akan melakukan hal yang sama seperti yang Ari lakukan jika ada yang menyakiti putri mereka.
Sedangkan Jordan yang tak tahu apapun hanya bisa diam menatap kedua orang tua yang terlihat sedang menyembunyikan sesuatu, ia ingin bertanya namun dokter yang menangani Jordan tiba tiba saja keluar menghampiri mereka semua.
“Kalian keluarga pasien?”
Tanya dokter itu, mereka mengangguk lalu dokter menjelaskan bagaimana keadaan Jordan saat ini, semua nya bernafas lega kala dokter mengatakan jika Jordan baik baik saja hanya mengalami luka ringan saja.
“See? Dia baik baik saja jadi jangan khawatir.” ucap Ernest santai.
.
.
.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain kini Ayana masih diam mengkhawatirkan keadaan Jordan, sesekali wanita itu menggedor pintu kamar nya agar sang papa membuka pintu kamar nya namun jangan kan membuka, merespon saja tidak.
“Pa! Buka pintu nya, Ayana ingin bertemu dengan Jordan!”
Ucap Ayana kesekian kali nya, wanita itu juga sudah menyerah dan hanya duduk di balik pintu seraya memeluk kedua lutut nya, namun tak lama kemudian terdengar suara kunci di buka membuat Ayana sedikit menjauh dari pintu, dan benar saja pintu di buka dari luar membuat Ayana segera menghampiri sang papa.
“Pa, izinkan Ayana untuk bertemu jordan.”
Ucap Ayana memohon pada sang papa berharap jika papa nya itu akan memberikan izin pada nya, namun semua tak sesuai harapan nya nyata nya pria itu hanya ingin memberikan putri nya makanan.
“Tidak Ayana! Mulai sekarang jangan temui pria itu lagi!”
Ucap Ari dengan raut wajah serius nya, nyata nya ia tak tega melihat wajah putri nya yang sembab lantaran terlalu banyak menangis, Ayana semakin menangis mendengar ucapan sang papa.
“Tapi kenapa? Jordan suami Ayana pa! Ayana berhak tau bagaimana keadaan nya!”
Sentak Ayana kini sedikit emosi lantaran sang papa yang menghalangi nya untuk bertemu dengan Jordan, Ari hanya bisa menahan senyum melihat Ayana yang mulai terpancing dengan ucapan nya.
Ayana diam mendengar kata cinta yang papa nya pertanyakan, entah mengapa mendengar kata itu jantung nya mendadak berdegup kencang, entah mengapa ia merasa tak rela jika Jordan di pisahkan dari nya.
“Tidak pa, Ayana sangat bahagia hidup bersama Jordan, meskipun kami menikah karena terpaksa tapi kami tidak pernah saling menyakiti, dan juga Ayana mencintai Jordan pa.”
Ari tersenyum mendengar pengakuan Ayana, namun ia tak ingin langsung menerimannya begitu saja, ia kembali menanyakan hal itu namun kini ponsel nya ia gunakan untuk merekam apa yang Ayana katakan.
“Jadi maksud mu kalian saling mencintai?”
Tanya Ari lagi, Ayana diam lalu kemudian menggeleng kan kepala, pasal nya ia tak tahu bagaimana perasaan Jordan pada nya namun yang jelas ia sadar jika ia mencintai pria yang di paksa menikah dengan nya itu.
“Ayana tidak tahu dengan perasaan nya, tapi Ayana yakin dengan perasaan Ayana pada nya, Ayana mencintai nya pa, biarkan Ayana menemui dan melihat keadaan nya.”
__ADS_1
Ucap Ayana kini memohon pada sang papa, wanita itu bahkan berlutut membuat Ari merasa tak tega, ia pun kemudian mengangkat wajah Putri nya seraya mengangguk.
“Ayo kita temui jordan.”
Ucap Ari membuat Ayana tersenyum lalu kedua nya segera menuju ke rumah sakit di mana Jordan di rawat, sepanjang perjalanan Ayana selalu saja berdo'a agar keadaan suami nya baik baik saja.
“Tenang lah, dia baik baik saja.”
Ucap Ari pada Ayana namun tak di hiraukan oleh putri nya itu membuat Ari sedikit kesal pasalnya selama ini putri putri nya tak pernah mengabaikan nya namun lihat lah sekarang mereka mengabaikan cinta pertama mereka demi cinta kedua.
“Ini salah papa, kenapa memukul nya dengan keras.”
Gumam Ayana namun jelas saja masih bisa di dengar oleh Ari, pria itu menoleh sekilas namun tak berani untuk menjawab karena ia memang salah terbawa perasaan dan memukul Jordan dengan sangat keras.
Tak lama kemudian mobil yang mereka kendarai kini memasuki kawasan rumah sakit, Ayana dengan cepat turun dari mobil dan masuk ke rumah sakit tanpa menunggu sang papa terlebih dahulu, membuat Ari sedikit kesal.
“Dasar anak itu, sudah ku bilang jika suami nya baik baik saja.”
Gumam Ari yang sudah mengetahui keadaan Jordan sejak awal dari Hana, namun sengaja tidak memberitahu Ayana agar putri nya itu tetap khawatir pada Jordan dan ingin melihat reaksi Ayana nanti nya.
Ayana segera menuju kamar di mana Jordan di rawat setelah di beri petunjuk oleh suster, dengan langkah cepat gadis itu berjalan menuju kamar Jordan.
Ceklek!
Pintu terbuka memperlihatkan Jordan yang tengah berbaring di ranjang rawat seraya menatap nya, Ayana yang khawatir itu pun sontak saja segera menghampiri Jordan dan memeluk nya.
“Kau baik baik saja? dokter bilang apa? tidak ada yang seriuskan?”
Tanya Ayana membuat Jordan tersenyum lantaran merasa bahagia di perhatikan oleh Ayana.
__ADS_1
“Ada luka dalam..” ucap Jordan membuat Ayana mendadak panik bahkan menangis keras lantaran percaya dengan apa yang Jordan katakan. “Tapi sekarang sudah sembuh karena melihat mu.”
Plak!