
Ariana segera membayar siomay nya dan segera masuk ke dalam mobil sebelum Aaron nekat untuk menghampiri nya dan bisa saja sopir nya melihat Aaron dan mengadukan semua pada papa nya, bisa bisa akan terjadi perang antara Ariana dan papa nya di tambah pernikahan Ariana tinggal menghitung minggu saja.
Ya, pernikahan Ariana dan Jordan sudah di tentukan, dan satu minggu lagi mereka akan menikah dan hal itu yang tengah Ariana pikirkan saat ini, apa yang akan terjadi selama seminggu ini? apa rahasia nya akan terbongkar atau justru terbongkar setelah pernikahan nya?
apapun itu yang jelas Aaron tidak mungkin membiarkan nya menikah dengan Jordan, entah hal nekat apa yang akan ia lakukan jika pernikahan Ariana dan Jordan tetap di lakukan, Ariana semakin bingung apa yang harus ia lakukan.
Otak nya tengah berpikir keras tapi mulut nya tengah mengunyah siomay yang ia beli, apapun itu ia harus jujur setidak nya pada papa nya tapi bagaimana cara nya? ia benar benar tidak memiliki keberanian sedikit pun untuk jujur pada papa nya.
“Ya tuhan rasa nya aku ingin mati.” ucap Ariana membatin.
Hingga tak lama mobil yang ia tumpangi kini berada di halaman rumah nya, kening nya berkerut kala melihat banyak nya orang di rumah nya seraya mengangkat banyak alat alat seperti...
“Persiapan pernikahan?” gumam Ariana.
Ia sangat yakin dengan apa yang orang orang itu kerjakan, pasti nya untuk mempersiapkan pernikahan nya dengan Jordan dan hal itu semakin membuat jantung nya berdegup kencang, apa yang akan terjadi pada nya nanti?
Ariana segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah nya, benar saja di dalam rumah nya sedang di persiapkan semua barang barang untuk pernikahan, Ariana pulang di sambut oleh mama nya.
“Calon pengantin kita sudah pulang.” ucap Hana membuat semua orang kini menatap Ariana, Ariana hanya tersenyum kaku melihat semua orang kini menatap nya seraya tersenyum, ada rasa bahagia yang terpancar di raut wajah keluarganya terutama kedua orang tua nya membuat hati Ariana semakin terenyuh.
__ADS_1
Ariana di minta untuk duduk bersama keluarga nya untuk membicarakan hari pernikahan nya dan juga Jordan lalu hal apa saja yang tidak boleh mereka lakukan sebelum pernikahan tiba, dan juga hal yang sedikit mengejutkan yang akan ada di hari pernikahan nya.
“Mommy mu akan datang di hari pernikahan mu.” ucap papa Ariana membuat Ariana terkejut, entah mengapa rasa nya ia belum siap untuk bertemu mommy kandung nya, Ariana hanya diam tidak senang dan juga tidak sedih.
Tak lama ia berpamitan dengan keluarga nya untuk segera masuk ke dalam kamar nya, terlihat dari raut wajah Ariana jika wanita itu sedang banyak pikiran, Sang papa pun mengizinkan mengira jika Ariana mungkin sedikit terkejut dengan apa yang ia katakan.
“Tidak masalah, bagaimana pun mommy nya berhak datang ke pernikahan Ariana karena dia adalah putri satu satu nya.” ucap Hana pada Ari, Ari pun mengangguk, sebenarnya ia juga tidak masalah dengan kedatangan Putri hanya saja keluarga Agus dan Yoonia bagaimana?
Memang mereka semua sudah menjalani kehidupan masing masing, Putri juga sudah menikah dengan pria asing di luar negeri dan memiliki anak, tapi tetap saja ada masalah di masa lalu antara Putri, Agus dan juga Yoonia dan Ari takut jika hal itu membuat mereka tidak nyaman nanti nya.
.
.
.
pasal nya ia merasa jika selama ini tidak pernah mendapat kan kasih sayang dari mommy nya yang terlalu sibuk dengan dunia dan rencana licik nya, Ariana mendapat kan kasih sayang seorang ibu ketika ia memilih tinggal dengan Ari dan Hana, ia juga lebih menyayangi Hana dari pada Putri.
“Ya tuhan bagaimana jika pernikahan ku batal dan semua orang akan merasa kecewa dan marah padaku, dan mommy? dia baru saja kembali ke negara ini karena pernikahan ku tapi dia harus menanggung malu.” gumam Ariana memikirkan bagaimana nasibnya nanti.
__ADS_1
lalu tak lama terdengar deringan ponsel dari dalam tas nya, awal nya wanita itu tidak ingin menjawab nya karena sedang tidak ingin berbicara pada siapapun namun ponselnya terus saja berdering membuat nya mau tak mau harus segera mengangkat telepon nya.
Wanita itu menghela nafas panjang kala melihat nama yang tertera di layar ponsel nya, siapa lagi jika bukan Aaron, pasti nya pria itu menelpon untuk menanyakan apakah Ariana sudah memberitahu keluarga nya tentang kehamilan nya?
“Apa yang kau inginkan?” ketus Ariana ketika mengangkat telepon dari Aaron, wanita itu sedang banyak pikiran dan Aaron akan membuat nya kembali pusing dengan pertanyaan dan ancaman nya nanti.
“Kau kenapa?” tanya Aaron yang entah mengapa merasa jika Ariana kini tengah menghadapi masalah, ia tak tahu saja jika diri nya lah masalah terbesar Ariana saat ini.
“Tidak usah mengurus hidup ku!” ucap Ariana lalu mematikan panggilan telepon lantaran tak ingin berbicara pada siapapun terlebih Aaron, namun ia sedang membutuhkan orang yang mau mendengarkan semua cerita nya saat ini.
Entah pada siapa dia harus menceritakan semua masalah nya saat ini, seseorang yang benar benar bisa di percaya untuk menjaga rahasia besarnya dan memberi saran atas apa yang harus ia lakukan nanti nya.
Tak lama terdengar ketukan pintu membuat Ariana pun mau tak mau harus segera bangun dan membuka pintu, terlihat wajah adik nya di balik pintu, Ariana pun kembali ke ranjang nya sedangkan Ayana segera masuk dan menutup pintu kamar Ariana.
“Kenapa?” tanya Ariana melihat Ayana kini mendekati nya, entah apa yang menjadi tujuan adik nya itu mendatangi nya, mungkin Ayana hanya ingin memastikan jika kakak nya baik baik saja setelah mendengar kabar mommy nya yang akan kembali.
Ayana hanya menggeleng dan memilih merebahkan diri di ranjang kakak nya, benar benar aneh sifat adik nya itu dan Ariana tak ingin bertanya lebih jauh lagi, mereka hanya diam dalam pikiran masing-masing hingga tak lama Ayana pun bertanya yang membuat Ariana terkejut.
“Kak, apa bayi mu baik baik saja?” tanya Ayana pada Ariana membuat Ariana pun sontak membulatkan mata terkejut dengan pertanyaan Ayana, bagaimana bisa Ayana tau jika dia sedang hamil?
__ADS_1
“A-apa maksud mu?” tanya Ariana pura pura tidak mengerti maksud Ayana.