
Aaron dan Cellyn saling berpandangan mendengar hal yang mengejutkan yang baru saja dokter katakan pada mereka, Cellyn kemudian tersenyum setelah nya tapi tidak dengan Aaron, bukan tidak suka dengan kehadiran bayi lagi hanya saja Michelle masih sangat kecil untuk menjadi seorang kakak.
“Wahhh Michelle mau punya adik.”
Ucap Cellyn pada Michelle yang hanya tersenyum kesenangan melihat raut wajah aunty nya yang terlihat bahagia meskipun ia tidak terlalu mengerti dengan ucapan aunty nya itu.
Sedangkan Aaron kini memijat pangkal hidung nya, bagaimana bisa Ariana hamil padahal ia selalu memakai pengaman jika sedang melakukan hubungan suami istri, entah bagaimana reaksi Ariana nanti ketika tahu diri nya tengah mengandung.
“Michelle mau adik laki-laki atau perempuan?”
Tanya Cellyn pada Michelle, anak itu hanya mengangguk saja mendengar ucapan aunty nya yang tidak ada henti nya sejak tadi hingga tak lama Ariana terbangun membuat semua orang kini menoleh pada nya.
“Sayang, kau sudah bangun?”
Tanya Aaron segera menghampiri sang istri, Cellyn juga segera menghampiri sang kakak ipar bersama keponakan nya itu, Ariana tentu saja bingung lantaran tiba tiba saja berada di tempat asing belum lagi suami nya yang sudah ada di sana.
“Aku kenapa?”
Tanya Ariana menatap suami dan adik ipar nya itu kedua nya saling menatap lalu Cellyn menatap Ariana seraya tersenyum, sedangkan Aaron kini tengah mengigit bibir nya lantaran takut mengatakan hal yang sebenarnya pada Ariana.
“Kakak, kau sedang hamil.”
Ucap Cellyn antusias dan tentu saja hal itu mengejutkan Ariana, Ariana membulatkan mata mendengar ucapan Cellyn, hamil? Wanita itu kemudian menatap Michelle yang tengah menatap nya dengan mata polos nya itu.
Kemudian ia menatap Aaron yang tengah menunduk, tentu saja ia saat ini sedang kesal dengan suami nya itu lantaran beberapa bulan terakhir nafsu pria itu memang tengah marak marak nya hingga Ariana terkadang merasa kelelahan mengimbangi permainan Aaron.
“Tapi Michelle masih..”
Ariana menghentikan ucapan nya mengingat sang mama yang pernah memberitahu pada nya jika tuhan sudah memberi nya anugerah dalam keadaan apapun sebaik nya jangan mengatakan hal yang tidak tidak.
__ADS_1
“Tidak, bayi ini anugerah dari Tuhan, aku tidak ingin tuhan mengambil nya kembali.”
Ariana membatin mengingat dulu saat hamil untuk yang pertama kali nya ia juga sering sekali merasa tidak suka pada kandungan nya lantaran hadir di saat yang tidak tepat, dan ia tidak ingin hal itu kembali terjadi.
Mau tak mau Ariana harus bisa menerima dengan lapang dada, tak masalah jika Michelle masih kecil, lagi pula masih banyak keluarga yang akan membantu nya mengurus Michelle dan adik nya nanti.
“Michelle senang?”
Tanya Ariana pada Putri kecil nya seraya tersenyum membuat Aaron merasa bingung lantaran bukan nya marah, Ariana justru terlihat sangat bahagia saat mengetahui ia tengah mengandung.
Gadis kecil itu hanya mengangguk saja melihat wajah sang mama yang terlihat bahagia, Ariana pun tersenyum mengusap puncak kepala Michelle dengan lembut.
“Cellyn, bisakah kau bawa Michelle keluar sebentar?”
Ucap Aaron sengaja lantaran ia ingin berbicara empat mata dengan istri nya itu, Cellyn mengangguk lalu segera membawa Michelle keluar dari ruangan Ariana di rawat, kini tinggal pasangan itu yang berada di dalam sana.
“Kau tidak marah?”
“Maaf, seharusnya aku lebih berhati hati agar tidak kebablasan.”
Ucap Aaron mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut, Ariana menggelengkan kepala nya lagi tidak ada yang perlu di sesali justru kabar ini harus di sambut dengan rasa bahagia lantaran mereka akan kedatangan anggota baru.
“Tidak masalah dia juga berhak untuk melihat dunia.”
Aaron mengecup puncak kepala sang istri, kini mereka akan menjaga bayi yang ada dalam kandungan Ariana dengan sangat baik begitu pun dengan Michelle yang masih sangat kecil.
Tak lama terdengar pintu di buka, terlihat semua keluarga mereka datang secara bersamaan dan segera menghampiri Ariana yang masih terbaring di brankar, semua orang tentu saja merasa khawatir saat ini lantaran belum mengetahui kondisi Ariana yang sebenarnya.
“Sayang kau kenapa? Apa yang terjadi?”
__ADS_1
Tanya Hana khawatir pada Putri nya itu, Ariana menatap Aaron sekilas lalu menatap sang mama seraya tersenyum, tanpa kata wanita itu menarik tangan sang mama dan mengarahkan nya pada perut datar nya.
“Ada cucu mama di sini.”
Ucap Ariana Tersenyum membuat semua orang kini mengerti apa yang terjadi pada Ariana, sontak saja semua orang kini mengucapkan rasa syukur atas kehamilan Ariana, berbeda dengan Ariana dan Aaron yang sempat memikirkan Michelle, seluruh keluarga justru tidak mempermasalahkan hal itu.
“Mulai sekarang jaga kesehatan dan jaga pola makan mu sayang, kau harus istirahat dengan baik.”
Ucap Yoonia mengusap lembut kepala menantu nya, tak lama terdengar suara pekikan Cellyn membuat semua orang kini menatap gadis itu khawatir.
“Ada apa?"
Tanya semua orang melihat Cellyn yang memegang sebelah pipi nya seraya mengerut, sedangkan Arga kini terlihat tengah tertawa bersama Michelle.
“Arga memukul ku karena aku menjahili Michelle.”
Sungut Cellyn yang mendapat kan pukulan dari adik kecil nya itu lantaran ia yang menjahili Michelle namun ternyata ada pawang Michelle yang siap menjaga Michelle.
Semua orang tertawa, sejak kecil saja Arga sudah terlihat sangat menyayangi Michelle dan menjaga nya dengan baik apalagi setelah dewasa nanti, tentu saja mereka akan sangat akrab.
Sore pun tiba, Akhir nya Ariana di perbolehkan pulang oleh dokter dengan syarat harus banyak istirahat karena kandungan nya cukup lemah, usia kandungan Ariana sudah 3 bulan dan ia baru mengetahui nya saat ini mungkin karena ketidaktahuannya itu lah yang membuat Ariana tidak menjaga nya.
Ariana sampai di kediaman nya dan masih di jaga oleh seluruh keluarga, seperti nya semua orang akan menginap di kediaman Aaron dan Ariana malam ini demi menjaga kandungan Ariana, mereka benar benar trauma atas kejadian beberapa tahun yang lalu.
Sedangkan Cellyn di sana mendadak menjadi pengasuh kedua anak kecil itu, jelas saja ia menerima nya dengan sangat baik lantaran ia memang ingin bermain dengan adik dan keponakan nya itu.
Terlalu asyik bermain, Cellyn tidak menyadari jika sejak tadi ponsel nya terus saja berdering hingga tak lama Arga yang tengah dekat dengan ponsel Cellyn pun mengangkat telepon itu.
Beruntung Cellyn dengan cepat meraih ponsel nya itu dari Arga, dan segera menjauh untuk mengangkat telepon nya.
__ADS_1
“Halo kak, ada apa?” ucap Cellyn berbisik pada sosok pria yang ada di seberang telepon nya, namun seketika mata nya membulat, mengembun hingga tanpa ia sadari air mata nya jatuh.
“Apa maksud mu kak?”