
Keesokan Hari nya di kediaman Ariana kini tengah di sibukkan dengan persiapan pertunangan Ariana dan Jordan besok,Jordan merasa sangat bahagia lantaran hari pertunangan nya akan di percepat, terlebih pertunangan nya tidak dilakukan di hari dan tempat yang sama dengan Aaron,tentu ia merasa sangat senang akan hal itu
Berbeda dengan Jordan yang tengah merasa bahagia, Ariana justru menampilkan raut wajah yang murung,sama sekali tidak terlihat bahagia padahal keputusan ini juga atas persetujuan nya,entah mengapa pikiran nya selalu tertuju pada Aaron padahal ia sudah bertekad untuk melupakan pria itu
Seharian ia tak keluar dari kamar dengan beralasan tak enak badan,nyata nya ia kini tengah menyembunyikan kesedihan nya dari semua orang,memang sudah kebiasaan bagi Ariana untuk menyembunyikan kesedihan nya
Tak ada yang bisa ia lakukan selain menonton drama di tv lantaran ponsel nya kini tengah berada di tangan sang papa,Ari menyita ponsel Ariana lantaran tak ingin jika nanti Aaron akan menghubungi nya dan memprovokasi nya untuk membatalkan pertunangan nya
Jelas Ari tak ingin hal itu terjadi lantaran ia tak rela jika nanti Putri nya akan hidup bersama pria tidak punya pendirian seperti Aaron
Tengah asik dengan lamunan nya tiba tiba Ariana mendengar suara ketukan pintu, terdengar jelas jika yang tengah mengetuk adalah Ayana,entah hal apa yang membuat gadis remaja itu menghampiri kakak nya yang jelas jelas tak ingin diganggu saat itu
Dengan langkah malas Ariana melangkah menuju pintu,sedikit menyesal lantaran harus mengunci pintu dan ia juga di harus kan untuk bergerak ketika ada yang ingin masuk,sama seperti saat ini
“Ada a..”
Ariana terhuyung ke belakang kala Ayana yang tiba tiba memaksa masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu dari Ariana,jelas Ariana sedikit kesal dengan sikap adik nya itu lantaran hari ini ia benar benar tak ingin di ganggu
“Kenapa sih masuk masuk sembarangan!” sebal Ariana dengan wajah kesal nya
Sedangkan yang di marahi kini hanya menyengir menampilkan gigi gigi rapi nya,bukan tanpa alasan Ayana menemui sang kakak,lantaran memang ada hal yang sangat penting yang harus ia sampaikan pada sang kakak
“Kak Aaron menelpon.” ucap Ayana menyodorkan ponsel nya pada Ariana,Ariana tak langsung menerima nya,ia kini menatap tajam pada adik nya yang tiba tiba berada di pihak Aaron saat ini
“Papa tau?” Bukan nya segera mengambil ponsel Ayana,ia justru menanyakan pertanyaan horor pada adik nya itu
Ayana menggeleng,jelas sang papa tidak tahu,karena jika papa nya tahu maka dapat di pastikan ponsel Ayana juga akan di sita
“Mau kakak kasi tahu papa biar ponsel mu juga di sita?” Ancam Ariana,jelas hal itu membuat keberanian Ayana menciut,ia kembali menarik ponsel nya yang panggilan nya masih terhubung dengan Aaron
Tentu saja Aaron mendengar semua percakapan Ariana dan Ayana,tepat nya mendengar kemarahan Ariana pada adik nya
__ADS_1
“Ariana! dengarkan aku dulu,aku ingin bicara padamu sebentar.” Aaron berucap dengan cepat Lantaran takut jika nanti Ayana keluar terlebih dahulu dari kamar Ariana
Ariana jelas dengar ucapan Aaron,namun ia memilih untuk tidak menanggapi mengingat pertunangan nya akan di adakan besok,jelas ia tak ingin ada seseorang yang memprovokasi nya
“Keluar Ayana dan jangan angkat telepon dari pria itu lagi!” ucap Ariana pada Ayana sebelum gadis remaja itu meninggalkan kamar nya
“Ariana dengarkan aku,jika kau tidak mau bicara pada ku maka ku pastikan besok pertunangan mu gagal!”
Seperti biasa,jika cara lembut tidak di terima maka terpaksa Aaron melakukan nya dengan cara paksa
.
.
.
FLASHBACK ON
jelas hal itu membuat Aaron tidak karuan,tidak fokus sama sekali dan hal itu terlihat jelas oleh Agus,namun ia tetap diam melihat kekhawatiran sang putra
Sepanjang perjalanan ke kantor Aaron hanya diam,bahkan saat di kantor pun Beno di buat kebingungan dengan sikap diam bos nya itu,lantaran baru saja kemarin bos nya terlihat marah namun hari ini ia justru terlihat sedih,apa mungkin ia sedang bertengkar dengan nona Lora? pikir Beno
Hal itu membuat Beno tidak berani untuk bicara pada Aaron karena tak ingin menjadi sasaran amukan dari pria berparas tampan itu
Aaron tak punya pilihan lain,ia pun mencoba untuk menelepon Ariana namun tidak di angkat sejak tadi,lalu pikiran nya tertuju pada Ayana,tanpa pikir panjang ia pun menelepon Ayana,beruntung gadis remaja itu sigap mengangkat telepon nya
“Hai kak Aaron!” sapa Ayana
“Halo gadis cantik,apa kakak mu ada di rumah?” tanya Aaron tanpa basa basi
“Ada,seharian dia ngurung diri di kamar.” cebik Ayana yang kesal lantaran kakak nya itu tidak mau di ajak kemana pun padahal Ayana tengah libur dan ingin sekali menghabiskan waktu di luar,namun semua gagal lantaran kakak nya yang tak ingin keluar dari kamar
__ADS_1
“Boleh kak Aaron bicara dengan kakak mu? sejak tadi ia tak mengangkat telepon nya.”
Ayana terbahak mendengar keluhan Aaron, bagaimana mau di angkat jika ponsel Ariana kini tengah di simpan oleh papa nya
“Tentu saja kak,ponsel kak Ana kan di simpan papa menjelang pertunangan.”
Pantas saja Ariana tidak mengangkat telepon nya,Aaron yakin jika alasan ponsel Ariana di sita bukan karena pertunangan melainkan agar Ariana tidak bisa berhubungan dengan Aaron lagi
“Baiklah,tapi bisakah bantu kakak?” pinta Aaron
Tanpa menolak Ayana pun segera berlari menuju kamar Ariana,sengaja ia mengetuk pintu berkali kali agar Ariana merasa kesal dan segera membuka pintu nya
Dan benar saja Ariana keluar dengan wajah marah nya lantaran merasa terganggu akibat ulah adik nya itu,tak ingin menyia-nyiakan kesempatan,Ayana pun masuk ke kamar Ariana tanpa izin
Namun usaha gadis remaja itu sia sia lantaran sang kakak yang tidak ingin berbicara dengan Aaron,entah apa yang terjadi pada kedua orang dewasa itu,yang jelas Ayana yakin jika mereka sedang tidak baik baik saja
FLASHBACK OFF
Entah memang polos atau bodoh,yang jelas Ariana kini termakan omongan Aaron yang terdengar mengancam,ia pun meraih ponsel Ayana lalu meminta gadis itu keluar dari kamar nya
Ayana pun menurut namun tidak sepenuh nya lantaran kini ia tengah menempel kan telinga nya di pintu,berharap mendengar sedikit saja percakapan kakak nya itu
“Apa lagi? sudah ku katakan berhenti mengganggu ku Aaron,besok hari pertunangan ku!” bentak Ariana
Keadaan nya seharian ini memang sudah tidak baik di tambah kini Aaron yang terus saja mengganggu nya,rasa nya ingin sekali ia menghilang dari bumi ini untuk menghilangkan kesedihan nya sejenak
Bertunangan dengan pria yang sama sekali tidak ia cintai,dan terus saja di ganggu oleh pria yang menyakiti nya sangat dalam,siapa yang bisa bertahan di posisi nya saat ini?
“Aku tidak bisa berhenti Ariana,sudah ku katakan kau milik ku, sepenuh nya milik ku!”
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA KU SAMPAI BAB INI,SEMOGA READERS SUKA DAN JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA DENGAN LIKE,KOMEN DAN VOTE SEKALIAN RATE NYA SESUAI PENILAIAN READERS, TERIMA KASIH🥰
__ADS_1