
Hari ini pernikahan dadakan antara Aaron dan Ariana terjadi setelah seminggu yang lalu mereka mengungkapkan rahasia mereka pada seluruh keluarga, tentu terjadi pro dan kontra namun apa yang boleh di buat lagi selain menikahkan kedua nya.
“Jordan dan keluarga nya tidak datang?”
Entah mengapa Ariana bertanya seperti itu pada adik nya yang tengah menemani nya dengan beberapa MUA yang sedang merias wajah nya, Ayana menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.
Ya, Jordan dan keluarga nya memilih untuk tidak datang ke pernikahan Ariana karena selain kecewa, mereka juga tak ingin membuat keributan nanti nya di sana karena takut tidak bisa mengendalikan diri terutama Jordan.
“Maaf kan kakak, karena kakak kau harus mengganti kan posisi kakak dan mengubur mimpi mu dalam dalam.”
Ariana merasa bersalah kala mengetahui jika Ayana menggantikan posisi nya di hari pernikahan, jujur saja ia memang gelisah memikirkan Ayana saat itu, dan benar saja memang terjadi sesuatu pada adik nya dan itu adalah kesalahan nya.
Ayana menggelengkan kepala, meskipun sedih mendengar ia harus mengubur mimpi nya dalam dalam tapi setidaknya usaha ia dan Cellyn tidak sia sia untuk menyatukan kedua kakak mereka.
“Tidak apa kak, kakak tau? Pria tua itu tidak terlalu buruk, meskipun sedikit cerewet tapi dia menyenangkan untuk di jadikan musuh.”
Ariana hanya menatap sang adik tak percaya, Entah ia sedang bercanda tapi raut wajah nya terlihat serius saat ini, Ariana hanya mengangguk tak ingin memperpanjang pembicaraan mereka yang hanya akan berujung pada rasa bersalah.
“Jangan mengejek Jordan, bagaimana pun dia itu suami mu sekarang.”
Tak ingin sang adik menjadi istri durhaka pada suami nya, Ariana memberikan nasehat kecil pada sang adik yang mungkin pikiran nya masih belum dewasa untuk menjadi seorang istri.
Tak lama terdengar ketukan pintu membuat semua yang berada di dalam kamar Ariana kini menoleh, Terlihat Hana yang berada di balik pintu seraya tersenyum menatap kedua putri nya itu, tak bisa di pungkiri rasa kecewa memang ada tapi hal itu tak bertahan lama kala melihat raut wajah bahagia Ariana.
“Apa putri mama sudah siap?”
“Sudah nyonya, nona Ariana sudah siap.” timpal MUA yang sejak tadi merias Ariana dan mendengar percakapan kedua kakak beradik itu, bukan berniat untuk menguping tapi telinga mereka masih berfungsi dengan baik.
__ADS_1
Ariana tersenyum menatap sang mama, bersyukur memiliki ibu sambung yang begitu menyayangi sama seperti seorang ibu kandung, mungkin Hana lah ibu sambung terbaik di dunia menurut Ariana saat ini.
“Ayo, Aaron dan keluarga nya sudah menunggu.”
Hana segera membawa Ariana keluar di bantu oleh Ayana mengingat Ariana tengah mengandung saat ini, meskipun pernikahan nya tidak mewah tapi cukup ramai tamu undangan yang hadir terutama para rekan bisnis kedua keluarga.
Ariana turun membuat semua pasang mata menatap pada nya tanpa berkedip sedikit pun, kecantikan Ariana tidak bisa di ragukan lagi, wanita yang memang sudah menjadi primadona dari sekolah dasar hingga saat ini, dan entah mengapa Aaron tidak tertarik pada nya sejak dulu.
“Oh My God, istri tuan Aaron benar benar tidak bisa diragukan kecantikan nya.”
“Apa dia memiliki adik perempuan? tidak bisa memiliki kakak nya setidaknya dapat adik nya.”
Meskipun akan resmi menjadi milik nya seutuhnya tentu saja Aaron tetap tidak terima mendengar pria lain memuji kecantikan sang istri, Aaron kemudian menatap para pria yang tanpa malu memuji Ariana meskipun berbicara di belakang Aaron namun tentu pria itu masih bisa mendengar nya.
“Sial! berani sekali mereka? dan Ariana juga kenapa jalan nya lama sekali!”
Ariana tiba di hadapan Aaron dengan senyuman yang merekah, namun berbeda dengan pria itu yang justru menatap nya seakan akan Ariana melakukan kesalahan besar saja.
“Kenapa?” Ariana bertanya meskipun tidak mengeluarkan suara, namun Aaron bisa melihat dengan jelas dari gerakan mulut Ariana.
Aaron tak menjawab dan segera meminta pak penghulu agar segera melaksanakan acara nya, semua orang tertawa merasa jika Aaron benar benar tidak sabar saat ini, namun Aaron tidak menghiraukan hal itu, yang ada di pikiran nya saat ini adalah menjadikan Ariana milik nya.
“Saaahh..”
Akhir nya hal yang di tunggu tunggu oleh Aaron terjadi, jangan tanya bagaimana raut wajah Aaron saat ini menatap para pria yang sempat memuji kecantikan istri nya.
“Ariana cium tangan suami nya, dan Aaron cium kening istri nya.” ujar salah satu kerabat Ariana pada kedua pengantin, mengingat mereka adalah pengantin baru dan mungkin tidak mengetahui hal itu.
__ADS_1
Namun jahil nya Aaron bukan nya mencium kening Ariana seperti apa yang di katakan, ia justru mengecup bibir Ariana meskipun sekilas membuat wanita itu sedikit mencebik lantaran merasa malu.
“Di bilangin cium kening kenapa main nyosor aja si ganteng.”
Ucap salah satu kerabat mereka yang tertawa melihat kelakuan Aaron yang di cap sudah tidak sabar untuk memiliki Ariana, mereka tak tahu saja jika malam ini bukan malam pertama mereka melainkan malam kedua.
Ariana hanya bisa diam dengan senyuman tipis, sungguh sangat memalukan sekali rasanya ia ingin menyentil bibir tidak sopan Aaron saat ini jika saja mereka tidak berada di antara para tamu.
“Apa kau tidak bisa menahan nya sebentar saja?”
Ariana berbisik dengan pandangan masih kedepan menatap para tamu undangan, tak ingin di ketahui oleh orang orang jika ia saat ini sedang kesal dengan pria yang baru saja berstatus sebagai suami nya itu.
“Kalau aku bisa menahan nya maka aku tidak akan melakukan nya, saat ini saja rasa nya aku ingin segera membawa mu pergi dari tempat ini, di sini terlalu ramai, aku tidak suka.”
Ariana sengaja berbisik agar tidak ada yang bisa mendengar ucapan nya, tapi seperti nya Aaron sengaja membuat semua orang agar bisa mendengar ucapan nya yang benar benar tidak tahu malu.
“Kenapa tidak sekalian pakai mic agar semua orang bisa mendengar ucapan mu?”
Istilah kata larangan adalah perintah, tanpa di duga Aaron benar benar mencari mic agar bisa memberitahu semua orang untuk segera pulang karena diri nya benar benar lelah melihat dan berada di keramaian seperti saat ini.
“Mau kemana?”
Ariana menahan tangan Aaron yang hendak pergi meninggalkan nya, Aaron menoleh menatap wanita cantik yang baru saja resmi menjadi istri nya itu.
“Cari mic, bukan kah kau yang meminta nya?”
Ariana menarik Aaron agar segera kembali duduk di kursi sebelum nya, entah memang polos sejak awal atau baru saja ia dapat kan, yang jelas Ariana tak ingin membuat diri nya malu dengan tingkah Aaron.
__ADS_1
“Duduk diam di sini kalau kau ingin merasakan malam kedua kita.”