
Semua harapan nya berbanding terbalik dengan kenyataan nya saat ini,ia justru ketahuan oleh sang papa yang sebenarnya sudah menunggu nya sejak tadi sore ketika mendapat telepon dari Jordan yang menanyakan keadaan Ariana lantaran merasa tak enak tidak sempat mengantarnya
Jelas saja hal itu menimbulkan kecurigaan di hati Ari,jika Jordan tidak bersama Ariana lalu dimana putri sulung nya itu berada sekarang?
Hanya ada satu nama yang terlintas di pikiran nya yaitu Aaron,otak nya tertuju pada pria itu,Entang mengapa ia merasa Ariana sedang bersama Aaron saat ini hingga ia pun mengirim seseorang untuk mencari tahu hal itu
Benar saja tak butuh waktu lama orang suruhan nya itu segera memberikan informasi jika Ariana memang tengah berada di kantor bersama Aaron,jelas hal itu memancing kemarahan Ari
Namun tak langsung menghubungi Ariana,Ari justru membiarkan Putri nya itu pulang terlebih dahulu dengan aman
“Papa tanya dari mana?” tanya Ari yang kini berdiri di anak tangga terakhir dengan tangan yang bertumpu pada meja yang terletak di samping tangga dengan vas bunga cantik kesayangan istri nya yang terletak di sana
Suara nya lebih meninggi dari sebelum nya membuat Ariana tersentak kaget
Mendadak perasaan nya tidak enak,entah hukuman apa lagi yang akan papa nya berikan pada diri nya
“Ana tadii...eummm..”
“Berada di kantor dengan Aaron?”
Ariana menggigit bibir bawah nya, ketakutan nya kini benar benar menjadi kenyataan,nyata nya papa nya sudah tahu apa saja yang ia lakukan hari ini
Prang!!!
Hampir saja Ariana berteriak lantaran merasa terkejut papa nya yang tiba tiba melempar vas bunga kesayangan mama nya ke lantai hingga hancur tak bersisa
Benar benar puncak kemarahan seperti nya hingga Ari memecahkan vas bunga kesayangan istri nya,entah memang tidak sadar atau ia tak takut dengan kemarahan sang istri
“Pah..”
“Diam Ariana! papa belum meminta mu untuk berbicara!” pekik Ari yang kesal lantaran Ariana yang akan bersuara memberikan alasan
__ADS_1
Ia tak tahu saja jika Ariana ingin memberitahu nya jika ia baru saja memecahkan vas bunga kesayangan Hana dan kini mama nya itu berdiri persis di belakang papa nya kini dengan sorot mata nya yang tajam
“Sumpah bukan Ariana mah,Ariana di sini tuh jauh dari vas bunga nya mama. papa tuh yang pecahin.” ucap Ariana menjelaskan
Ari yang tidak mengerti dengan ucapan Ariana jelas merasa bingung dengan raut wajah ketakutan Ariana saat ini,ia pun menoleh ke belakang
“Sa-sayang?” ucap Ari terbata bata kala melihat tatapan tajam dari istri nya itu
“Vas Bunga nya pecah..”
Deg!
Ari kini sadar jika ia baru saja memecahkan vas bunga kesayangan istri nya,dengan susah payah ia menelan Saliva nya,bodoh sekali ia dengan mudah melempar vas bunga tersebut padahal ia sangat tahu jika itu adalah vas bunga yang sangat sulit untuk di dapatkan
“Mati lah aku.” ucap nya membatin, seperti nya malam ini ia tak akan selamat dari amukan sang istri melihat bagaimana tajam nya tatapan Hana saat ini pada nya
“Tau kan susah nya aku mendapat kan Vas bunga itu?” tanya Hana lembut namun sangat tajam di penglihatan
“Ma,nanti papa belikan yang baru yang lebih mahal mau ya?”
Ya,tak ada cara lain hanya itulah cara satu satu nya agar terhindar dari amukan sang istri,salah nya memang lantaran terlalu larut dalam emosi hingga lupa jika yang ia lempar adalah vas bunga istri nya
“Papa pikir ada yang lebih mahal dari vas bunga itu?”
glek!
Ia benar benar lupa jika vas bunga yang ia pecahkan dengan sengaja hanya ada 2 di dunia,jelas saja tak ada yang lebih mahal dari vas bunga tersebut
Bayangkan betapa marah nya Hana saat ini, dengan susah payah ia mendapat kan vas bunga tersebut lantaran suka dengan motif bunga anggrek nya yang menurut nya berbeda dari yang lain
Selain mahal,vas bunga itu juga hanya ada 2 di dunia ini,ia bahkan harus menabung bertahun tahun agar bisa mendapatkan vas bunga itu setelah di puslikasi kan
__ADS_1
Hana melangkah kan kaki nya namun bukan menghampiri sang suami melainkan vas bunga kesayangan nya itu,sakit sekali karena vas bunga nya harus menjadi korban emosi suami nya
Hana berjongkok memunguti kepingan kepingan pecahan vas bunga tersebut,tak terasa air mata nya menetes, mungkin memang terlihat sepele bagi mereka yang tidak merasakan bagaimana susah nya ia mendapat kan nya
Namun percaya lah yang ia sesali kini perjuangan nya untuk vas bunga itu,bahkan bertahun tahun ia tak merasakan shopping dengan teman sosialita nya hanya demi menabung untuk vas bunga itu
Ari yang merasa bersalah pun ikut membantu memunguti pecahan itu namun dengan segera Hana menghentikan tangan nya yang hendak mengambil kaca itu
“Jangan sentuh kalau gak mau..”
Ibu jari Hana kini bergerak di depan leher nya mengisyaratkan sesuatu yang bisa membuat nyali Ari menciut kali ini,dengan perlahan tapi pasti ia mundur menjauhi istri nya dan mendekati Putri nya
“Kamu sih pulang malam malam!” ucap nya berbisik menyenggol lengan Ariana,Ariana yang tak siap pun terhuyung kesamping namun dengan cepat papa nya menarik tangan nya
“Papa sih marah marah Mulu!” ucap Ariana tak mau kalah menyenggol kembali lengan sang papa
“Sekarang bagaimana?”
Ariana hanya menaikkan kedua bahu nya,ia tak ingin ikut campur untuk urusan ini,biarlah papa dan mama nya yang menyelesaikan masalah itu nanti
“Semoga papa baik baik saja ya? Ariana kabur dulu.” ucap nya berlari menaiki anak tangga demi menghindari amukan sang papa
Setelah memunguti semua pecahan tersebut Hana pun membuang nya ke dalam tong sampah, meskipun Ibas itu sangat berharga namun jika sudah pecah hingga tak berbentuk seperti itu apa guna nya
Setelah membuang nya Ana pun menaiki anak tangga menuju kamar nya dan suami,Ari yang melihat itu jelas mengikuti sang istri dari belakang tanpa berani bersuara
Brak!!
“Aww!!” pekik Ari kala merasakan kening nya yang berdenyut akibat terbentur oleh pintu yang di tutup keras oleh Hana,ia benar benar tak menyangka jika istri nya itu akan melakukan hal itu
Biasa nya Hana akan mengomel sepanjang hari jika Ari atau anak anak mereka melakukan kesalahan yang membuat nya marah,namun kali ini Hana justru memilih diam seribu bahasa hingga pagi menjelang
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote terima kasih 🥰🙏