QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
Bab 92


__ADS_3

Keesokan harinya kini semua keluarga tengah berada di kediaman Aaron dan Ariana, rumah yang mereka bangun sesuai dengan keinginan mereka, rumah impian yang selama ini mereka impikan.


Tentu saja semua orang datang untuk melihat bayi cantik yang baru saja lahir dari rahim Ariana, entah lah rasanya bayi itu punya magnet untuk menarik semua orang agar selalu menatap wajah nya.


“Wajah nya ini kenapa ada vibes orang orang luar negeri ya?”


Ucap Ayana yang melihat ada yang berbeda dari wajah keponakan kecil nya itu, jelas saja hal itu membuat semua orang kini menatap lekat pada bayi Ariana, jika di lihat lihat memang benar bayi itu seperti bayi orang luar negeri karena mata nya yang besar.


“Yang penting mirip papa nya, tidak sia sia aku berkeringat setiap malam.”


Plak!


Ariana yang memang sudah kesal lantaran Aaron selalu saja memuji wajah Putri nya mirip dengan nya kini tidak bisa menahan diri untuk tidak memukul sang suami yang dengan santai nya mengatakan hal yang memalukan itu di depan semua orang.


Aaron menoleh pada sang istri yang sudah menatap tajam pada nya, mau tak mau ia memilih diam saja dari pada mendapatkan pukulan maut dari istri nya yang memang suasana hati nya tidak baik semenjak melahirkan.


“Tutor gaya nya dong kakak ipar, gue udah coba banyak gaya nihh biar dapat anak cewe cantik kaya anak lo.”


Sahut Jordan menanggapi bercandaan Aaron namun bukan nya mendapat tawa ia justru mendapat pukulan dari istri kecil nya itu yang melu mendengar ucapan Jordan yang sangat tidak sopan.


“Kalian ini tidak lihat kami para orang tua di sini?”


Ucap Yoonia menatap pada para pria muda itu, padahal dulu suami mereka juga berbicara ceplos saja saat masih baru menikah, tak lama terdengar deringan ponsel Aaron membuat pria itu segera mengangkat nya setelah melihat nama Cellyn yang tertera di sana.


“Kenapa wajah kakak? Aku ingin melihat wajah keponakan ku.”

__ADS_1


Sungut Cellyn kala melihat wajah sang kaka yang tertera di layar ponsel nya, padahal jelas saja yang ia lihat wajah sang kakak lantaran memang yang ia hubungi ponsel kakak nya, Aaron segera mendekat kan layar ponsel ke wajah Putri nya yang cantik itu membuat Cellyn tersenyum kagum melihat wajah ponakan nya itu.


“Ya ampun cantik sekali, tapi sayang wajah nya harus mirip kak Aaron.”


Ucap Cellyn bercanda sebenarnya lantaran ia tahu Ariana merasa kesal jika ada yang memuji wajah Putri nya mirip dengan sang ayah meskipun memang begitu demikian.


Aaron hanya bisa menatap kesal pada adik nya itu yang terdengar seperti mengejek, memang kenapa jika mirip dengan nya? Toh wajah nya tampan dan tentu wajah Putri nya juga cantik.


“Kak, mau ku buatkan akun sosmed untuk putri mu? Aku yakin followers nya akan sangat banyak seperti Arga.”


Tawar Cellyn dan langsung mendapat penolakan dari Aaron yang tidak ingin wajah Putri nya di publish, jujur ia sebenarnya juga marah karena Cellyn mempublikasikan wajah adik kecil nya tapi terlanjur lantaran Cellyn ternyata sudah mengumpulkan banyak followers Arga.


“Tidak, aku tidak ingin wajah Putri ku di liat banyak orang, aku tidak ingin nanti nya dia jadi publik figur karena itu sangat menguras mental nya, apalagi jika sejak kecil ia sudah ditawarkan untuk menjadi publik figur.”


Dan ia sangat tidak ingin mental putri nya terganggu melihat cibiran netizen, hal itu lah membuat Aaron tidak ingin wajah anak nya diketahui oleh orang orang di luar sana, yang ia inginkan anak nya menjalani kehidupan normal seperti anak anak lain nya.


“Yah dasar kuno!” Ucap Cellyn mengejek sang kakak.


Ayana Kemudian merebut ponsel milik kakak ipar nya itu, ia ingin sekali melihat wajah sahabat nya yang sudah lama tidak ia temui meskipun masih sering video call tapi tetap saja rasa rindu itu selalu ada.


“Cellyn, kapan kau pulang?”


Tanya Ayana membuat Cellyn yang awal nya tersenyum manis kini menjadi tersenyum kaku mendengar pertanyaan sahabat nya itu, tentu saja ia ingin pulang melihat adik dan keponakan nya yang sangat menggemaskan, namun ia juga tidak ingin melanggar hukuman orang tua nya.


“Setahun lagi aku pulang Ayana, dan ingat ketika aku pulang kau sudah harus memberiku keponakan kecil.”

__ADS_1


Canda Cellyn untuk mencair kan hati nya saat ini, Ayana hanya tersenyum mendengar godaan sahabat nya itu, sama hal nya seperti Cellyn ia juga ingin sekali mempunyai anak tapi saat ini ia masih kuliah dan Jordan tidak ingin kuliah istri kecil nya terganggu.


“Kau tambah cantik Cellyn, apa rahasia nya? Aku juga ingin cantik seperti mu agar suami ku tetap bersama ku.”


Ucap Ayana bercanda sebenarnya dan juga ingin menyindir Jordan lantaran baru saja terjadi masalah di antara nya dan Jordan di mana Jordan terlihat tengah membantu seorang wanita seksi di sebuah restoran saat mereka tengah makan berdua.


“Jangan bilang begitu aku tidak suka.”


Ucap Jordan yang memang tidak suka dengan ucapan Ayana bukan karena meragukan kesetiaan nya tapi ia memang tidak suka jika Ayana bercanda ke hal yang seperti itu.


“sekarang kau sangat bucin dengan suami mu ya padahal dulu kau selalu saja mengeluh pada ku tentang...”


“Cellyn!!” timpal Ayana yang hampir saja ketahuan tentang diri nya yang dulu selalu mengeluh karena menikah dengan Jordan, pria yang umur nya terpaut cukup jauh dari nya dan kini menjadi suami nya.


Semua orang tertawa jelas saja mereka tahu apa yang Cellyn maksud, karena memang pernikahan kedua nya terjadi karena terpaksa dan mereka juga paham akan hal itu.


“Mommy, Arga nya di taro di sini saja kasihan dia tidur di atas paha mommy.”


Ucap Ariana yang melihat Arga tertidur di pangkuan mertua nya, takut saja jika bayi itu tidak nyaman, Yoonia menurut saja dan meletakkan Arga tepat di samping cucu nya itu.


“Wah jika saja mereka bukan om dan keponakan mungkin mereka akan cocok saat dewasa nanti.”


Semua orang tersenyum memang tak ada yang salah dari apa yang Ayana katakan, kedua bayi itu memang terlihat sangat cocok, hanya saja ikatan darah di antara mereka menghalangi hal itu terjadi di antara kedua nya.


“Dia akan menjaga keponakan nya dengan sangat baik.”

__ADS_1


__ADS_2