
Hari ini di kediaman Ari dan Hana tengah terjadi sedikit kekacauan lantaran pagi pagi sekali Ayana dan Jordan sudah membuat keributan, pasal nya Ayana kesal pada Jordan yang sengaja mematikan alarm yang sudah Ayana setel untuk bangun agar bisa pulang ke rumah Jordan dan mengambil pakaian sekolah nya.
“Kenapa alarm nya di matikan? aku jadi telat kan?!!" sentak Ayana kini benar benar kesal menatap suami nya yang tengah bersandar di ranjang nya seraya memainkan ponsel.
Jordan melirik ke Ayana sekilas lalu kembali memainkan ponsel nya, tak peduli dengan cacian dan makian yang keluar dari mulut gadis itu, melihat Jordan yang tak menghiraukan nya membuat Ayana mendekati pria itu.
“Kau tuli? aku sedang bertanya kenapa mematikan alarm nya?”
Masih dengan suara tinggi wanita itu berbicara apalagi melihat Jordan yang tidak merespon ucapan nya tentu gadis itu merasa jika suara nya kurang keras hingga tidak menembus telinga pria itu.
“Karena sangat bersisik! dan kau juga tidak waras mengatur alarm pada pukul 3 pagi, kau mau sahur atau bagaimana?”
Akhir nya Jordan mengeluarkan suara lantaran sudah sangat lelah mendengar suara keras Ayana yang tak ada habis nya, bukan tanpa alasan pria itu mematikan alarm yang Ayana atur, pasal nya gadis itu mengatur alarm pada pukul 3 pagi dan jelas hal itu sangat mengganggu.
“Kau bilang aku tidak waras? aku juara satu di kelas ku, dan aku...”
“Aku juara umum di sekolah ku, kau mau apa?” timpal Jordan.
Entah apa yang terjadi pada sepasang suami istri itu hingga berujung pada saling memamerkan kepintaran masing masing, tapi yang jelas Ayana kini terdiam mendengar pernyataan Jordan.
“Apa dia benar benar juara umum di sekolah nya? tapi wajah nya tidak menunjukkan dia orang yang jenius.”
Ayana menelisik wajah Jordan yang bukan nya terlihat seperti orang yang jenius tapi justru terlihat seperti orang idiot, rambut acak acakan, memakai piyama berwarna pink milik Ayana, belum lagi belekan mata yang masih melekat di sana.
Sedangkan Jordan kini menarik sudut bibir nya melihat Ayana yang terdiam, mudah sekali membodohi gadis seperti Ayana, jika memang Jordan pintar maka mungkin Jordan akan di kuliahkan di luar negeri.
“Bolos saja lagipula hanya sehari, kau tidak mungkin tidak lulus kan hanya karena bolos sehari.”
Jordan mulai menghasut Ayana agar tidak bersekolah, gadis itu pun hanya diam tak tau harus melakukan apa, ingin sekolah pun tapi sudah terlambat karena waktu sudah menunjukkan jam delapan pagi.
__ADS_1
“Terserah.” Ayana berlalu masuk ke dalam kamar mandi dengan menghentakkan kaki nya ke lantai sebagai tanda jika ia masih merasa kesal saat ini, sedangkan Jordan hanya menggeleng melihat gadis itu yang sangat keras kepala.
Jordan kemudian menatap piyama yang ia kenakan, pria itu menggigit bibir nya kesal karena tidak di rencanakan untuk menginap di rumah mertua nya, ia pun tidak memiliki pakaian tidur dan terpaksa harus memakai pakaian Ayana yang memang kebesaran dan belum pernah ia gunakan.
“Kenapa harus berwarna pink?”
Jordan menggerutu kesal lantaran piyama yang besar hanya ada satu dan berwarna pink, padahal ia tak masalah jika Warna apapun kecuali warna pink lantaran merasa jika itu adalah warna seorang perempuan.
.
.
.
Sedangkan di kamar lain, kini sepasang pengantin baru itu tengah berada di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos kedua nya, ya kemarin malam mereka kembali melewati malam yang panjang untuk ketiga kali nya.
Kali ini bukan Aaron yang menginginkan nya melainkan Ariana, entah mengapa gairah wanita itu mendadak muncul ketika bersentuhan dengan suami nya, dan ia juga tidak ingin jika suami nya itu jauh dari nya.
“Semakin cantik saja dan aku semakin cinta.”
Aaron berucap lalu mengecup lembut bibir Ariana namun tanpa di duga wanita itu justru membalas ****** bibir Aaron lalu melu mat nya dengan agresif, bahkan Aaron saat ini kewalahan mengimbangi Ariana yang sangat agresif.
“Kenapa sangat agresif?”
Dengan nafas terengah engah pria itu bertanya kala berhasil melepas pagu tan bibir mereka, Ariana hanya tersenyum lalu tak lama kening nya berkerut wanita itu segera turun dari ranjang dan berlari kecil menuju kamar mandi.
Dan terjadi lagi, morning sickness yang di alami hampir semua ibu hamil, Aaron segera menyusul Ariana, baru saja merasa senang lantaran Ariana yang terlihat baik baik saja, pria itu kini kembali panik melihat kondisi istrinya.
“Masih mual mual?” tanya Aaron khawatir.
__ADS_1
“Menurut mu aku sedang apa?”
Baru saja istri nya itu bersikap manja pada nya kini Ariana justru bersikap sensitif, padahal Aaron hanya bertanya tapi Ariana menjawab seolah olah Aaron melakukan kesalahan besar pada nya.
“Maaf, sudah baikan?”
Aaron masih berusaha lembut agar istri nya itu tak lagi memarahi nya, beruntung kemarahan Ariana tak membesar, Wanita itu mengangguk lalu mengikuti Aaron yang membawa nya menuju ranjang, membaringkan nya di atas ranjang dengan hati hati.
“Mau aku usapkan minyak angin?”
Ariana mengangguk membiarkan Aaron memijat leher bagian belakang nya yang memang terasa berat, Aaron bahkan tidak membiarkan istri nya itu bergerak sedikit pun lantaran takut jika istri nya merasa kelelahan.
“Jangan kemana mana, istirahat saja, dokter bilang kamu harus istirahat dan jangan mengerjakan sesuatu yang berat.”
Aaron mengusap pelan puncak kepala Ariana, wanita itu hanya merengut mendengar ucapan Aaron yang tak sesuai dengan perbuatan nya.
“Tapi kau juga berada di atas ku, apa kau pikir tubuh mu tidak berat?”
Sungut Ariana membuat Aaron meneguk Saliva nya pahit, niat nya hanya ingin agar istri nya tidak banyak bergerak tapi justru kini ia yang terpojokkan, Aaron hanya menyengir seraya mencubit hidung Ariana pelan.
“Itu berbeda sayang.”
Aaron mengecup lembut bibir Ariana sebelum ia meninggalkan istri nya itu ke dapur, Aaron berencana untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Ariana namun saat melewati kamar Ayana, ia justru mendengar suara ribut dari dalam sana.
“Pagi pagi sudah ribut, Apa Jordan kebablasan ya?”
Dia tidak berniat untuk mendengarkan perdebatan kedua pasangan yang masih berada di dalam kamar itu, tapi jiwa penasaran nya mendadak muncul kala mendengar suara Ayana yang menjerit kesakitan.
“Wah gila, pagi pagi begini sudah mesum.”
__ADS_1
Iya berceloteh sendiri seraya menempelkan telinga nya di pintu kamar Ayana dan Jordan, hingga ia mendapat tepukan dari belakang membuat nya terkejut setengah mati.
“Sedang apa di depan kamar orang lain?”