QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 84


__ADS_3

Jordan melayangkan satu pukulan di wajah Aaron membuat Ayana memekik terkejut melihat apa yang Jordan lakukan pada Aaron.


“Kak Aaron!!”


Pekik Ayana kini menghampiri Aaron yang sudah terjatuh di lantai akibat pukulan keras dari Jordan, sedangkan Jordan kini menarik tangan Ayana agar tidak mendekati Aaron saat ini.


“Lepas! Sebenarnya kau itu kenapa?!”


Sentak Ayana menepis tangan Jordan yang memegang pergelangan tangan nya, Jordan yang melihat itu pun di buat tambah geram dengan sikap Ayana.


“Ayana! Aku atau dia suami mu?!”


Ayana tak menghiraukan Jordan dan kembali membantu Aaron untuk berdiri, tak lama kemudian Hana dan Ari yang baru saja pulang pun mengerutkan kening melihat ketiga orang itu saling menatap satu sama lain.


“Ada apa ini? Apa yang terjadi?”


Tanya Ari, ketiga orang itu sontak saja menoleh, Ayana pun berlari menghampiri sang mama dan memeluk tubuh Hana, Hana pun menyambut Pelukan Ayana lantaran merasa khawatir melihat Putri nya itu menangis.


“Kenapa sayang?”


Tanya Hana pada Ayana yang sudah berlinang air mata, Ari pun sontak saja juga merasa khawatir dan menanyakan hal itu pada Jordan dan Aaron lantaran mereka yang bersama Ayana.


“Sebenarnya ada apa ini?!”


Jordan dan Aaron hanya saling berpandangan lalu tak lama Jordan menghampiri mertua nya itu dan mengatakan jika Ayana pergi dari rumah tanpa izin dari nya, jelas saja Ari dan Hana terkejut mendengar semua itu, kini tatapan nya tertuju pada Ayana.


“Apa itu benar Ayana? Kau pergi tanpa sepengetahuan suami mu?”


Ayana kemudian mengangguk pasrah mendengar pertanyaan dari sang papa, terlihat raut wajah kesal dari papa nya namun pria itu tak meluapkan nya.

__ADS_1


“Tapi Ayana kesal pa, Jordan selalu saja memarahi Ayana padahal Ayana tidak melakukan apapun, dan sekarang dia juga marah karena melihat Ayana dengan kak Aaron, dia selalu curiga dan menuduh Ayana.”


Ari dan Hana semakin tidak mengerti dengan masalah yang terjadi di antara Putri dan menantu nya, kenapa Jordan memarahi Ayana dan marah hanya karena melihat Ayana dengan Aaron, padahal sejak kecil mereka memang sudah akrab.


“Ada apa Jordan? Kenapa kau memperlakukan putri ku seperti itu? Jika kau memang tidak menginginkan nya kau bisa mengembalikan nya pada ku, pintu rumah ku akan tetap terbuka untuk anak anak ku.”


Ucap Ari yang juga tidak terima mendengar penjelasan Ayana, mengingat pernikahan mereka hanya karena sebuah paksaan dan tidak seharusnya Jordan bisa bersikap seenak nya pada Ayana.


Ayana mematung, entah mengapa ia mendadak merasa takut jika papa nya benar benar meminta nya untuk berpisah, entah lah rasa nya ia tak ingin berpisah dari Jordan meskipun pria itu terkadang bersikap seenak nya pada diri nya.


“Tapi dia selalu bertemu dengan laki laki lain pa, dia sudah bersuami tapi kenapa harus bertemu dengan laki laki lain?”


“Tapi pertemuan itu tidak di sengaja, aku bertemu dengan mereka pada saat aku sedang bersama teman teman ku, bukan kah sudah aku jelaskan pada mu? Tapi kau tetap saja tidak percaya.” timpal Ayana yang tak terima diri nya di salahkan lantaran ia memang merasa tidak bersalah.


Sedangkan Ari kini menatap Jordan setelah mendengar penjelasan dari Ayana, ia juga merasa jika Ayana tidak bersalah jika hanya kebetulan saja bertemu dengan pria lain.


“Tapi kenapa harus pria yang sama? Apa itu benar benar sebuah kebetulan atau hanya alasan mu saja?”


Bugh!


Sedangkan Ayana kini lagi lagi merasa takut melihat sang papa memukul suami nya, ia pun meminta sang mama untuk menghentikan papa nya terlihat sangat marah namun Hana hanya diam.


“Kau menuduh putri ku? Baik lah kalau begitu lebih baik kau lepaskan putri ku sekarang juga.”


Deg!


Yang di takut kan kini terjadi, Ayana benar benar tak tenang saat ini, mulut nya ingin mengatakan tidak tapi entah mengapa ia merasa tertahan untuk mengatakan nya.


“Tidak pa, maaf Jordan tidak bisa.”

__ADS_1


Ucap Jordan kini tertunduk, jujur saja ia sudah menyadari jika diri nya sudah mulai jatuh cinta pada gadis tengil yang selalu ia ganggu itu, gadis yang menjadi pengantin pengganti yang tak pernah terpikirkan oleh nya akan menjadi istri kecil nya.


Bugh!


Lagi lagi Ari memberikan pukulan pada Jordan lantaran sangat kesal, entah apa mau pria itu sebenarnya padahal Ari sudah memberikan pilihan yang sangat menguntungkan bagi nya melihat Jordan selama ini juga terlihat tidak begitu peduli dengan Ayana yang berstatus sebagai istri nya.


Jordan kini tergeletak tak berdaya mendapat pukulan bertubi-tubi dari mertua nya itu namun ia tak melawan dan hanya menerima pukulan itu, sedangkan Ayana yang saat ini sudah tidak tahan lagi mulai menghampiri Jordan.


“Jordan! Pa berhenti! Jangan pukul Jordan lagi!”


Sentak Ayana mendorong tubuh sang papa menjauhi suami nya itu, Ayana kemudian memeluk Jordan yang hampir tak sadarkan diri namun tetap memaksakan diri untuk tersadar.


“Ayana lepaskan dia! Masuk ke kamar mu!”


Sentak Ari menarik tangan Ayana, namun Jordan juga menahan tangan Ayana agar tidak di bawa oleh mertua nya, Ayana pun juga sama memegang erat tangan Jordan namun sayang, Ari menarik paksa tangan Ayana dan membawa nya ke kamar.


“Ayana!! Pa tolong jangan bawa Ayana..”


Pekik Jordan namun Ari tak menghiraukan nya dan tetap menarik Ayana memasuki kamar nya, sedang kan Aaron kini membantu Jordan dan membawa nya ke rumah sakit, lantaran pria itu kini tak sadarkan diri setelah menyebut nama Ayana.


Hana juga bingung dengan apa yang terjadi dan memilih untuk menemani Aaron membawa menantu nya itu ke rumah sakit lantaran merasa khawatir dengan keadaan Jordan.


“Kau terlalu berlebihan mas, dia sampai tidak sadarkan diri.”


Hana membatin mengingat bagaimana keras nya sang suami memukuli Jordan, padahal kesepakatan nya tidak seperti itu meskipun orang tua Jordan yang meminta Ari untuk melakukan nya.


Sedangkan di kamar nya Ayana kini menangis duduk di tepi ranjang, mengkhawatirkan keadaan Jordan yang entah bagaimana saat ini, ingin sekali rasa nya melompat dari kamar nya ke luar agar bisa bertemu dengan Jordan.


“Ya tuhan, lindungi suami ku.”

__ADS_1


Ayana membatin mengharapkan yang maha kuasa mendengarkan do'a tulus nya untuk sang suami, sedang Ari kini berada di luar pintu kamar Ayana seraya membaca pesan dari sang istri yang mengatakan Jordan tidak sadarkan diri.


“Apa aku terlalu berlebihan?”


__ADS_2