
Kini Aaron tengah berada di kediaman kedua orang tua nya setelah mendapat kabar jika sang istri sedang berada di sana, namun bukan Ariana melainkan orang tua nya yang kini ia temui dengan menatap nya tajam.
“Apa kau berselingkuh?”
Pertanyaan itu lah yang ia dapat kan setelah menampakkan diri nya di sana oleh kedua orang tua nya, terutama sang mommy yang kini tengah duduk di sofa seraya mengusap perut nya yang membuncit itu.
Aaron menghela nafas, seperti nya kesalahpahaman itu sudah sampai ke telinga kedua orang tua nya, ingin marah pada Ariana tapi ia sadar jika wanita itu hanya salah paham dan wajar saja jika ia mengadu pada mommy dan daddy nya.
“Jawab Aaron! Apa kau berselingkuh? Kenapa? Apa kau tidak mengingat bagaimana perjuangan mu mendapatkan Ariana?”
Kini Agus yang berbicara lantaran merasa kesal setelah mendengar penjelasan Ariana yang mengatakan jika Aaron berselingkuh bahkan ia memergoki Aaron dan sekretaris nya itu sedang berbuat hal yang tidak senonoh di kantor.
“Tidak dad, mana mungkin Aaron berselingkuh dari wanita yang sangat Aaron cintai, dan Aaron juga tidak lupa dengan perjuangan Aaron mendapatkan Ariana, Aaron harus menanam benih dulu agar bisa mendapatkan wanita itu.”
Plak!
Satu pukulan mendarat di lengan pria itu oleh sang daddy yang kesal dengan jawaban putra nya itu, bisa bisa nya ia hanya mengingat hal memalukan itu.
“Kenapa hanya mengingat enak enak nya saja!”
Aaron terkekeh geli padahal kedua orang tua nya saat ini sedang serius, entah lah jika bukan putra mereka mungkin Aaron sudah di gantung saat ini juga oleh Agus dan juga Yoonia yang terlihat semakin garang di kehamilan nya ini.
“Di mana Ariana dad?”
Tanya Aaron yang sejak tadi sudah penasaran dan merunduk istri nya itu namun sejak tadi ia tak menemukan keberadaan wanita nya itu di mana pun, Agus hanya diam mana mungkin ia akan mengizinkan Aaron bertemu dengan Ariana setelah menyakiti menantu nya itu.
“Jawab dulu! Kenapa kau berselingkuh?”
__ADS_1
Aaron memijat pangkal hidung nya lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada ia dan Ariana, kedua orang tua nya terlihat sedikit ragu dengan penjelasan Aaron namun mereka percaya dengan apa yang Aaron ucapkan.
“Baik lah, Ariana berada di kamar mu, temui dan jelaskan semua pada nya, jangan buat dia bersedih atau Daddy yang akan menghukum mu.”
Aaron tersenyum lalu segera berlari menuju kamar nya dengan perasaan bahagia, namun ujian nya tak hanya sampai di orang tua nya melainkan juga dari Ariana yang harus ia lewati, lantaran saat ini Ariana tengah mengunci kamar nya tanpa membuka nya padahal sejak tadi Aaron sudah mengetuk pintu berkali kali.
“Sayang, buka dulu! Aku ingin menjelaskan semua nya.”
Ucap Aaron seraya mengetuk pintu namun tetap saja tak ada sahutan dari dalam, membuat pria itu sedikit khawatir memikirkan hal yang tidak tidak, bagaimana jika Ariana melakukan sesuatu yang konyol lantaran merasa terlalu sedih?
“Ariana! Buka pintu nya sekarang atau ku dobrak!”
Pekik Aaron namun tetap tak ada jawaban dari dalam, pria itu kemudian bersiap siap mengambil ancang ancang akan mendobrak pintu namun terhenti kala melihat sosok wanita paruh baya yang ia kenali.
“Ngapain sih den? Den mau ngapain? Mau dobrak?”
“Etdah! Ngapain di dobrak? Kan bibik nyimpen kunci cadangan nya.”
Ucap nya menunjukkan kunci cadangan kamar itu yang memang ia simpan sejak dulu, Aaron tersenyum seraya meraih kunci itu, beruntung ia tak sempat mengeluarkan seluruh tenaga nya untuk mendobrak pintu itu.
“Terima kasih bik.”
Ucap Aaron dan di balas anggukan kepala oleh wanita itu kemudian memilih pergi meninggalkan Aaron dengan sejuta masalah hidup nya, Aaron segera membuka pintu kamar nya dan masuk mencari keberadaan Ariana.
Pria itu berlari menuju ranjang namun tak menemukan siapapun, tak lama terdengar suara pintu di buka dari arah kamar mandi membuat pria itu menoleh, dan benar saja Ariana keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya menutupi sebagian tubuh nya.
Aaron kemudian menghampiri Ariana lantaran merasa cemas, pikiran buruk sejak tadi selalu menghantui nya hingga membuat nya merasa cemas, beruntung istri nya tidak melakukan hal konyol seperti yang ada di pikiran nya.
__ADS_1
Tak lama ia merasakan tubuh nya terhuyung setelah mendapatkan dorongan dari Ariana yang masih marah pada nya, namun bukan tatapan tajam dari Ariana yang ia dapat kan melainkan kini rasa mual dari wanita itu.
“Menjauh lah, bau mu sangat tidak enak.”
Ucap Ariana mengibaskan tangan di wajah nya, entah mengapa ia mendadak tidak suka dengan bau tubuh Aaron yang menurut nya sangat amis, pria itu kemudian mengangkat kedua tangan nya mencium aroma tubuh nya, tak ada yang aneh justru sangat wangi.
“Sayang, aku tau kau marah tapi jangan menyuruhku untuk menjauh dari mu karena aku tidak bisa.”
Ucap Aaron yang mengira jika Ariana yang sedang marah pada nya dan menjadikan bau nya sebagai alasan, namun ketika ia mendekat pada Ariana, wanita itu benar benar mual bahkan berlari ke kamar mandi mengeluarkan semua isi perut nya.
Aaron menyusul Ariana lantaran merasa khawatir namun di cegah oleh wanita itu lantaran tak ingin kembali merasakan mual karena mencium aroma tubuh Aaron.
“Sayang, jangan menyiksa ku seperti ini? Kau sebenarnya kenapa? Kenapa mual mual...”
Aaron mengerutkan kening melihat Ariana yang mual mual parah, entah mengapa ia merasa jika gejala Ariana sekarang sama dengan gejala Ariana saat mengandung dulu, pria itu kemudian kembali berdiri di depan pintu kamar mandi menatap Ariana yang masih saja merasa mual.
“Sayang, apa kau telat datang bulan?”
Ariana terdiam, memang ia sudah telat datang bulan beberapa Minggu ini namun ia tak menghiraukan nya lantaran setelah mengalami keguguran siklus datang bulan nya memang tidak teratur membuat wanita itu terbiasa lantaran sejak awal sudah merasa di permainkan.
Padahal ia sempat mengira jika ia tengah hamil namun dokter hanya mengatakan jika ia hanya terlambat datang bulan yang kemungkinan di sebabkan oleh banyak nya pikiran dan hormon yang tidak stabil.
“Apa? kau ingin bilang aku hamil? apa kau ingin segera memiliki anak sehingga memilih untuk berselingkuh dengan wanita yang baru saja kau angkat menjadi sekretaris mu!”
Ucap Ariana ketus pada Aaron, pria itu hanya menghela nafas padahal ia hanya ingin memastikan jika Ariana memang tengah mengandung namun ia justru mendapat kan jawaban menohok dari Ariana.
“Sayang, kau salah paham, aku tidak berselingkuh dengan Rhea, wanita itu hanya salah paham karena kau membalas pesan nya dari ponsel ku dan kau salah paham dengan jawaban wanita itu.”
__ADS_1