
Ariana menggeleng cepat seraya menundukkan pandangan nya tak ingin jika mama nya menyadari jika ia baru saja menangis.
“Ma, Ana sangat lapar. Ayo kita turun.” ucap Ariana seraya menarik tangan mama nya keluar dari kamar, secara bersamaan Ayana dan Cellyn juga keluar dari kamar Ayana.
Kedua gadis remaja itu terkejut kala melihat keberadaan Ariana di rumah itu, sama seperti Hana, mereka juga sedikit heran lantaran Ariana yang cepat sekali pulang.
“Kakak sudah pulang? Kenapa cepat sekali?” ucap Ayana
Ariana mencebik mendengar ucapan sang adik, memang nya kenapa jika ia pulang lebih cepat? Apa akan terjadi sesuatu yang buruk jika ia pulang lebih awal? Pikir Ariana
Namun hal yang buruk sudah terjadi pada nya, bahkan sangat buruk lantaran hal ini menyangkut masa depan nya, entah bagaimana reaksi Jordan ketika tahu Ariana kini sudah tidak Virgin
“Memang nya kenapa?” ucap Ariana sedikit ketus
Ayana pun mencebik padahal ia hanya bertanya kenapa kakak nya harus menjawab dengan nada ketus seperti itu, pikir nya
“Sudah, ayo turun makan, Ayo Cellyn.” ajak Hana pada gadis cantik itu
Cellyn mengangguk lalu ikut turun ke bawah dan sarapan pagi bersama keluarga itu, suasana nya tak jauh berbeda dengan keluarga nya yang jika makan bersama selalu saja berisik lantaran dirinya dan Aaron selalu bertengkar, dan disini Ariana dan Ayana yang beradu mulut
“Oh Ayolah tidak bisakah kita tenang untuk hari ini? Setidaknya malu lah di depan Cellyn.” ucap Ari yang kesal mendengar pertengkaran kedua putri nya hanya perkara Ariana pulang lebih awal
Cellyn tersenyum ia tak masalah dengan hal itu lantaran ia juga sering bertengkar dengan kakak nya
“Tak masalah om, di rumah Cellyn dan kak Aaron juga sering bertengkar.” ucap Cellyn
Mendengar nama Aaron mendadak membuat Ariana diam bahkan ia tak peduli dengan ocehan Ayana yang terus saja menyalahkan nya. Kemudian Ariana pun memilih untuk menyelesaikan makan nya dengan lebih cepat agar bisa segera kembali ke dalam kamar nya
“Ana sudah selesai.” ucap Ariana berdiri lalu meninggalkan semua orang di meja makan itu.
Setelah masuk ke dalam kamar nya, Ariana pun memilih untuk istirahat lantaran tubuh nya masih terasa lelah akibat pergulatan nya dengan Aaron
__ADS_1
Tak lama kemudian ponsel nya berdering namun ia mengabaikan nya begitu saja, namun ponsel nya kembali berdering beberapa kali hingga membuat nya merasa kesal lantaran mengira jika panggilan itu berasal dari nomor Aaron
Ariana diam kala melihat nama Jordan yang tertera di sana, ia sesekali menepuk kepala nya yang terus menerus mengingat Aaron, ia kembali menatap layar ponsel nya kenapa Jordan menelepon nya sepagi ini? Apa dia tau sesuatu? Pikir Ariana
“Halo?” ucap Ariana setelah mengangkat telepon nya
“Sayang, kau sudah pulang? Tadi aku menjemputmu di kediaman om Agus tapi mereka bilang kau sudah pulang.” jelas Jordan yang sedikit kecewa lantaran tak mendapati Ariana di rumah Aaron
“Ah iya, maaf aku tidak nyaman di sana jadi pagi pagi aku sudah pulang.” ucap Ariana tak berbohong
Jordan pun mengangguk meskipun Ariana tak melihat nya, tak masalah jika tak menjemput Ariana yang terpenting wanita itu kini sudah berada di rumah nya dengan aman
“Baik lah, kalau begitu sudah dulu.” ucap Jordan mengakhiri sambungan telepon itu
Ariana termenung seraya menghela nafas lega setelah Jordan memutuskan sambungan telepon itu, jantung nya kini benar benar tak terkendali lantaran mengira Aaron telah mengatakan sesuatu pada Jordan hingga membuat pria itu meneleponnya sepagi ini
.
.
.
Melihat itu jelas saja Agus dan Yoonia saling tatap lantaran bingung dengan putra nya yang seperti orang kehilangan arah
“Aaron, kau baik baik saja?” tanya Yoonia kemudian
Mendengar itu Aaron pun tersadar dari lamunan nya, ia saat ini memikirkan bagaimana mengatakan masalah nya yang datang bertubi-tubi, pertama masalah Lora dan kedua masalah ia dan Ariana yang melakukan perbuatan dosa
“Mom, Aaron ingin mengatakan sesuatu.” ucap Aaron kemudian
Yoonia dan Agus pun menghentikan gerakan tangan mereka yang hendak menyuapkan makanan ke dalam mulut lantaran melihat raut wajah putra nya yang terlihat serius
__ADS_1
“Ada apa? Apa ada masalah? Apa ini tentang Ariana yang pulang lebih awal bahkan tidak sempat pamit pada kita?” bukan Yoonia melainkan Agus yang berucap
Mengingat putra nya dan Ariana memiliki perasaan yang sama membuat nya merasa khawatir jika hal yang akan Aaron katakan ada kaitannya dengan Ariana
Tebakan nya tak meleset lantaran memang terjadi sesuatu pada Aaron dan juga Ariana, namun bukan hal itu yang akan Aaron katakan melainkan tentang Lora yang berselingkuh dari nya
Aaron tak menggeleng tak juga mengangguk dengan pertanyaan Daddy nya, namun ia memilih untuk menyebutkan nama Lora agar kedua orang tua nya tahu jika ia ingin bercerita tentang wanita itu
“Kenapa dengan Lora?” tanya Yoonia yang sedikit sensitif jika mendengar nama Lora lantaran takut Putri sahabat nya itu terkena masalah
Aaron meneguk Saliva nya dengan susah payah, ia tahu betapa sayang nya sang mommy pada wanita ****** itu namun ia harus tetap mengatakan nya pada sang mommy
Aaron menarik napas sejenak untuk menetralkan degup jantung nya yang kian berdetak dengan kencang
“Aaron sudah membatalkan pertunangan kami.”
Plak!! Satu tamparan mendarat di pipi Aaron dan tentu saja tamparan itu berasal dari sang mommy yang kecewa dengan ucapan putra nya
“Kau mau mempermainkan nya? Sudah mommy bilang jangan pernah permainkan hati perempuan Aaron!” pekik Yoonia
Sedangkan Agus kini mencoba untuk menenangkan sang istri yang tersulut emosi. “ Tenang lah, kita dengarkan dulu penjelasan nya.” ucap Agus lalu meminta Yoonia untuk segera duduk
Aaron diam mendengar kan kemarahan sang mommy, ia tak menyalahkan sang mommy yang memarahi nya lantaran ia juga tertipu dengan sikap Lora
“Jelaskan!” ucap Agus kemudian, ia yakin jika Aaron tak mungkin melakukan hal itu jika tak ada alasan yang kuat
“Lora selingkuh.” ucap Aaron seraya tertunduk, jujur saja ia juga merasakan sakit mengingat Lora yang tengah bertukar peluh dengan pria bule itu
“Di apartemen daddy.” tambah Aaron semakin membuat Agus dan Yoonia terkejut dengan ucapan Aaron
Deg!
__ADS_1