QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 89


__ADS_3

Sedangkan kedua orang yang baru saja bertengkar itu kini saling menatap satu sama lain, meskipun bertengkar namun tuhan selalu memberikan kebahagiaan di kehidupan mereka, seperti saat ini mereka kembali di anugerahi dengan tumbuh nya benih di rahim Ariana.


“I love you, terima kasih karena selalu berada di sisi ku selama ini.”


Ucap Ariana menatap Aaron yang saat ini tengah memeluk nya dengan tangan yang mengusap lembut perut nya yang masih rata itu, Aaron mengangguk lalu mengecup puncak kepala sang istri.


“Kau tidak menjawab perasaan ku?!”


Ketus Ariana lantaran Aaron hanya mengangguk dan bukan membalas ungkapan perasaan nya, Aaron terkekeh melihat sikap Ariana yang seperti anak kecil jika sedang marah.


“I love you sayang, aku sangat mencintai mu sekarang dan nanti.”


Aaron mengecup lembut bibir Ariana membuat wanita itu tersenyum tipis meskipun masih sedikit kesal pada suami nya itu, mendadak Ariana teringat pada Rhea yang menurut nya memiliki perasaan pada suami nya itu.


“Lalu Rhea bagaimana? Apa dia masih bekerja di kantor mu?”


Tanya Ariana mengerutkan kening nya menatap Aaron seraya memicing, Aaron hanya tersenyum melihat wajah marah Ariana, entah lah kenapa wanita itu menjadi menggemaskan di kehamilan kedua nya ini.


“Sudah aku pindahkan ke kantor cabang, kerja nya bagus dan aku tidak mungkin memecat karyawan dengan kerja yang bagus seperti itu.”


Ucap Aaron yang memang sangat memuji kerja Rhea yang walaupun masih baru tapi memang bisa di andalkan, ia pun menempatkan Rhea di kantor cabang milik nya agar Ariana tak lagi memikirkan tentang hal yang sudah terjadi.


Ariana tersenyum seraya mengecup pipi Aaron, beruntung sekali Aaron peka dengan apa yang Ariana inginkan, tidak masalah jika tidak di pecat yang terpenting bagi nya adalah Rhea jauh dari suami nya.


“Besok pagi kita ke dokter untuk memeriksa kandungan mu.”


Ucap Aaron mengusap kepala Ariana, Ariana mengangguk setuju ia pun juga sudah tidak sabar ingin mendengar detak jantung bayi nya itu, entah lah ia benar benar merasa bersyukur saat ini lantaran di beri kesempatan oleh yang maha kuasa.


.

__ADS_1


.


.


Sedangkan di tempat lain saat ini, Ayana dan Jordan baru saja merasakan bibir satu sama lain untuk pertama kali nya, Jordan tak henti henti nya membungkam bibir Ayana meskipun sedang berada di rumah sakit.


Hal itu membuat Ayana merasa kesal lantaran Jordan yang tak bisa menahan diri, ia bahkan tak malu mengecup bibir Ayana di hadapan kedua orang tua nya, ingin sekali rasa nya wanita itu memukul bibir Jordan yang sangat lancang itu.


“Jordan jangan di sini.”


Bisik Ayana kala Jordan hendak meraih tengkuk nya dan tentu karena ingin mencicipi bibir Ayana untuk yang kesekian kali nya, namun saat ini mereka benar benar tidak bisa melakukan hal itu lantaran kedua orang tua Jordan berada di sana.


“Ah sial! Kapan aku bisa pulang?!”


Sentak Jordan menatap kedua orang tua nya, sejak tadi ia sudah protes untuk segera pulang dengan alasan tidak nyaman di sana, padahal semua orang tahu apa niat busuk Jordan yang ingin segera pulang.


“Tahan dulu Jordan, setidak nya sampai besok.”


Jordan hanya menghela nafas menatap pas Ayana dengan wajah memelas, Ayana hanya bisa menutup mulut melihat Jordan yang di marahi oleh papa nya, sudah tidak asing lagi mendengar pertengkaran anak dan ayah itu, bahkan dulu Ayana sangat suka jika Jordan di marahi orang tua nya.


“Papa dan mama tidak pulang? Ini sudah hampir larut malam.”


Tanya Jordan asal, ia bahkan tidak tahu jika hari baru saja gelap, yang ia ingin hanya berdua dengan Ayana saja tanpa ada yang bisa mengganggu mereka, sedangkan Ernest dan istri hanya memutar bola mata malas mendengar ucapan Jordan.


“Baiklah kami pulang dulu dan tidak akan mengganggu kalian, jika butuh sesuatu kalian bisa meminta nya pada penjaga yang sudah papa tetapkan di luar sana.”


Ucap Ernest menunjuk kedua penjaga yang tengah berdiri di luar ruangan, Jordan dan Ayana mengangguk lalu Ayana mengantar mertua nya hingga di depan pintu, wanita itu kembali masuk kala melihat punggung kedua mertua nya yang mulai menghilang di balik pintu lift.


“here little girl.”

__ADS_1


Ucap Jordan menepuk brankar yang sedang ia tempati, Ayana hanya menggelengkan kepala melihat Jordan yang seperti nya memang sudah sangat menunggu hal ini, Ayana pun berjalan menuju Jordan yang tengah tersenyum manis pada nya.


“You are crazy.”


Ucap Ayana memukul dada Jordan pelan namun reaksi pria itu benar benar berlebihan seakan akan Ayana baru saja memukul luka nya yang belum kering, Ayana panik mendengar rintihan kesakitan Jordan, ia juga mengusap pelan dada Jordan yang ia pukul.


“Maaf, aku lupa kalau kau sedang sakit.”


Ucap Ayana panik seraya mengusap dada Jordan, pria itu tersenyum licik melihat wajah panik istri kecil nya lalu kemudian menarik tengkuk Ayana dan membungkam bibir mungil istri kecil nya itu.


Tak hanya kecupan melainkan ******* bahkan mengigit bibir bawah Ayana agar lidah nya bisa leluasa masuk ke dalam rongga mulut Ayana, wanita itu menurut saja lantaran terbawa suasana panas di ruangan itu.


“Ini gila, aku sudah tidak bisa menahan nya!”


ucap Jordan yang hampir saja membuka kancing kemeja Ayana jika saja tangan gadis itu tidak menahan tangan Jordan, Ayana menggelengkan kepala nya mengisyaratkan pada Jordan untuk tidak melakukan nya.


selain tempat yang tidak mendukung, Ayana juga merasa takut membayangkan hal itu akan terjadi pada nya dan Jordan, lantaran menurut Cellyn itu sangat sakit untuk di lakukan, entah dari mana gadis itu mengetahui hal itu namun yang jelas Ayana benar benar takut.


“Bisakah kita tidak melakukan itu?”


tanya Ayana tiba tiba membuat Jordan mengerutkan kening nya menatap Ayana yang terlihat takut seraya mengigit bibir nya.


“Kenapa? apa kau takut hamil?”


tanya Jordan yang mengira mungkin saja Ayana takut hamil lantaran ia masih ingin kuliah, namun nyata nya gadis itu menggelengkan kepala membuat Jordan semakin tidak mengerti.


“Aku takut melakukan nya karena teman ku bilang rasa nya sangat sakit.”


Ucap Ayana polos membuat Jordan kini tertawa melihat wajah polos istri kecil itu, sedang kan Ayana masih menunduk malu di tambah kini Jordan yang menertawakan nya, menyadari jika istri kecil nya memang ketakutan, Jordan kemudian menarik tubuh Ayana agar berada di dalam dekapan nya.

__ADS_1


“Tenang saja, rasanya tidak sakit hanya seperti di gigit semut saja.” ucap Jordan berusaha menenangkan Ayana, wanita itu menatap suami nya seraya mengerutkan kening.


“Kau pikir sunat?”


__ADS_2