
Seminggu berlalu setelah pertunangan Aaron dan Lora kini Aaron benar benar menjaga jarak dari Ariana begitu pula sebalik nya, namun Ariana merasa ada yang hilang dari nya setelah Aaron begitu menghindari nya
Seperti saat ini ada pertemuan antara keluarga besar Aaron dan keluarga nya di undang karena juga di anggap sebagai bagian dari keluarga mereka, tentu saja Jordan juga di undang sebagai tunangan dari Ariana
Malam ini Aaron terlihat sangat tampan dengan jas hitam nya, meskipun hanya pertemuan keluarga besar namun tetap saja penampilan sangat berarti bagi nya, Begitu pula dengan Ariana yang tampil dengan balutan gaun biru muda yang membuat nya semakin cantik dan di temani oleh Jordan yang tak kalah tampan
Sedangkan Lora tidak bisa hadir dengan beralasan harus ada yang ia urus, awal nya Aaron menawarkan untuk membantu namun wanita itu menolak tentu saja karena ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan kekasih nya di apartemen
Ariana sesekali melirik Aaron bahkan tatapan mereka terkadang beradu namun Aaron memilih memutuskan kontak mata mereka terlebih dahulu, entah mengapa ada rasa sesak di hati Ariana padahal hal itu lah yang ia inginkan selama ini
“Calm down Ariana, kenapa kau merasa ingin menangis?” ucap Ariana membatin kala merasakan panas di mata nya
Sedari tadi ia mati gatian menahan air mata nya yang sudah mengembun, ia benar benar ingin menangis hanya karena Aaron menghindari tatapan mata nya
“Sial!” umpat Ariana membuat semau orang kini terkejut kala mendengar Ariana yang tiba tiba mengumpat tak jelas
“Ana kau baik baik saja?” Tanya Yoonia kemudian sebagai tuan rumah
Ariana membeku kala menyadari ia tiba tiba mengumpat hanya karena Aaron yang selalu mengganggu pikiran nya
“Sayang kau kenapa?” tanya Jordan seraya menyentuh lengan Ariana yang kini mulai bergetar
Ariana menggeleng, mana mungkin ia akan mengatakan jika ada sesuatu yang mengganggu nya dan itu berhubungan dengan Aaron yang menghindari nya
“Ana hanya merasa sedikit pusing.” ucap nya memegangi kepala nya yang baik baik saja, ia hanya berbohong demi menutupi rasa malu
Tentu Ari dan Hana sebagai orang tua merasa khawatir mendengar jika Putri mereka merasa tidak enak badan
“Apa sangat pusing? kita pulang saja bagaimana?” Tanya Ari menghampiri putri nya
Ariana bingung, jujur ia masih ingin tetap berada di sana dan menatap wajah Aaron sampai puas lantaran tak lama lagi ia harus benar benar menjaga jarak dan pandangan nya karena akan menikah dengan Jordan
__ADS_1
“Tidak perlu pah, tidak begitu pusing.” ucap Ariana
“Kau yakin?” bukan Aria melainkan Jordan yang bertanya lantaran juga merasa khawatir dengan keadaan tunangan nya
Ariana mengangguk sebagai jawaban lalu menatap Aaron yang jangan kan bertanya keadaan nya, ia bahkan tak menoleh pada Ariana sedikit pun
“Apa dia benar benar menyerah pada ku?” ucap Ariana membatin
Ya Tuhan entah perasaan apa yang kini Ariana rasakan, kenapa ia harus merasakan hal itu setelah mati Matian membuat Aaron untuk segera menjauhi nya
“Kau ingin istirahat? kau bisa ke kamar Cellyn.” tawar Agus pada Ariana
Sejenak Ariana berpikir, bukan ide yang buruk untuk beristirahat di kamar Cellyn yang jelas ia masih berada di rumah itu tanpa harus pulang duluan
Ariana mengangguk tanda setuju lalu tak lama Agus meminta Cellyn dan Ayana untuk mengantar Ariana kekamar nya, tentu saja dengan senang hati kedua gadis remaja itu menuruti perintah Agus
Sesampainya di kamar nya Cellyn dan Ayana kembali ke lantai bawah setelah memastikan Ariana beristirahat dengan baik
Ariana yang awal nya hanya ingin duduk duduk sebentar tanpa di sadari justru tertidur di ranjang empuk milik Cellyn
Di tempat lain kini Aaron berada di depan gedung apartemen yang di tempati oleh Lora, ia mendapat informasi dari orang suruhan nya yang ia perintahkan untuk mengikuti Lora beberapa hari ini
Pasal nya sikap Lora yang kini selalu menolak ajakan nya untuk apapun membuat Aaron merasa curiga, bahkan Lora juga tidak datang di acara pertemuan keluarga Aaron malam ini padahal Aaron dengan jelas mengatakan bahwa Ariana juga akan hadir
Namun respon Lora biasa saja, tida seperti sebelum nya yang akan sangat sensitif mendengar nama Ariana, Aaron pun memutuskan untuk menyelidiki sikap Lora yang tiba tiba berubah
Malam ini sesaat setelah Ariana masuk ke kamar Cellyn, Aaron mendapat informasi jika ada seorang pria yang terlihat bukan berasa dari negara itu berkunjung ke apartemen Daddy nya
Orang itu juga mengatakan jika Lora menyambut kedatangan pria itu dengan sangat romantis bahkan mereka tak segan melakukan ****** di depan apartemen, tentu saja hal itu membuat dara Aaron mendidih
Padahal ia sudah berniat untuk menjauhi Ariana dan akan mementingkan Lora mulai sekarang namun wanita itu justru mempermainkan nya
__ADS_1
Aaron menarik nafas sejenak menghilangkan rasa gugup dan marah yang bercampur saat akan melabrak kedua insan itu, entah apa yang saat ini mereka lakukan di dalam apartemen itu namun Aaron yakin jika itu bukan sesuatu yang baik
“Jika kau selingkuh maka aku akan menghabisi pria brengsek itu Lora!” umpat Aaron seraya melangkah kan kaki nya masuk menuju kamar apartemen milik Daddy nya
Hingga kini ia berdiri di depan pintu apartemen milik Daddy nya, jika biasa nya ia akan menekan bell meskipun ia tahu password apartemen itu lantaran ingin menjaga privasi Lora, maka berbeda dengan malam ini, pria itu langsung menekan password lalu masuk ke dalam apartemen itu
Baru saja masuk, mata Aaron di suguhkan dengan pemandangan dimana ada sepatu pria yang berserakan di lantai, tak hanya itu bahkan ada kemeja juga yang berserakan di lantai
Melihat itu darah Aaron semakin mendidih dengan langkah besar nya ia berjalan menghampiri kamar yang Lora tempati, terdengar samar samar suara tawa pria dan wanita yang di yakini suara Lora dan juga pria itu
“Brengsek!!” umpat Aaron seraya menendang pintu kamar itu dengan begitu keras hingga rusak
“Akkhhh!!!” pekik Lora yang merasa terkejut lantaran mendengar suara dentuman keras dari pintu yang di tendang oleh Aaron
“Sialan!! wanita ***** kau!!” umpat Aaron kala melihat Lora dan pria itu yang tengah berada di atas ranjang dengan tubuh polos yang hanya tertutup selimut tebal
Aaron menarik pria itu yang kini juga polos tanpa sehelai benang pun, tak tanggung tanggung Aaron menghajar pria itu hingga babak belur bahkan setelah pria itu tak berdaya ia juga masih sempat memberi tendangan pada pria itu
“Aaron stop! you can kill him!!” pekik Lora yang merasa takut melihat Aaron menghajar Jack secara membabi buta
Aaron berhenti kala merasa sudah puas memberi pelajaran pada pria brengsek itu, Aaron menatap Lora yang kini menutupi tubuh nya dengan selimut
“Dan kau ****** segera angkat kaki dari apartemen ini dan jangan pernah muncul di hadapan ku!”
Ucap Aaron seraya melempar cincin pertunangan nya dan Lora di hadapan Lora, lalu segera keluar dari apartemen itu dan meminta beberapa orang suruhan nya untuk mengusir Lora dan selingkuhan nya itu dari apartemen Daddy nya
Bukan pulang kerumah yang menjadi tempat tujuan nya sekarang melainkan tempat bising dimana para pria dan wanita menikmati alunan musik DJ
Aaron duduk sendirian seraya meneguk minuman haram itu, tak jarang wanita wanita seksi menghampiri nya seraya menggoda namun semua wanita itu di tolak oleh Aaron
“Pergi lah j***** aku muak dengan spesies seperti kalian!”
__ADS_1