QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 57


__ADS_3

Ariana dan Jordan kini berada di sebuah restoran yang di inginkan oleh Ariana, Jordan menurut saja karena ini pertama kali nya Ariana begitu semangat hingga memilih sendiri restoran tempat mereka akan mengisi perut, setelah memesan beberapa makanan mereka pun hanya diam.


Ralat, lebih tepatnya Ariana yang diam seraya memainkan gawai nya membuat Jordan kembali kebingungan setelah merasa bingung dengan porsi makanan yang Ariana pesan yang menurutnya terlalu banyak untuk mereka berdua.


Kini pria itu kembali bingung dengan perubahan sikap Ariana yang mendadak diam setelah memesan makanan, padahal sejak tadi wanita itu mengoceh menyebutkan nama nama makanan yang akan ia pesan setiba nya di restoran.


“Sayang, kenapa hanya diam? apa kau marah?” tanya Jordan lembut, takut saja jika ia membuat kesalahan hingga sikap Ariana kini berubah pada nya.


Ariana menggelengkan kepala, tak ada kesalahan yang Jordan lakukan, memang mood nya saja yang berubah ubah saat ini, mendadak ia mengingat janin yang ada di perut nya saat ini, Ariana menatap Jordan, entah mengapa ia ingin menanyakan sesuatu pada pria itu dan memastikan jawaban yang akan pria itu keluarkan dari mulutnya.


“Jordan, apa aku boleh bertanya sesuatu?”


Tiba tiba saja wanita itu bertanya hingga membuat Jordan sedikit terkejut, pria itu kemudian mengangguk seraya tersenyum, bahkan ia kini memajukan tubuh nya agar lebih bisa mendengar pertanyaan Ariana dengan jelas.


“Jika aku melakukan kesalahan apa kau akan memaafkan ku?”


Jordan sedikit mengerutkan kening mendengar pertanyaan Ariana, lalu tak lama kemudian ia pun mengangguk di sertai senyuman manis di bibir nya, namun entah mengapa ia merasa jika Jordan tidak bersungguh-sungguh dengan jawaban nya.


“Bahkan jika kesalahan itu sangat besar?” tanya Ariana lagi kala merasa jawaban Jordan sangat sangat tidak memuaskan, namun lagi lagi pria itu mengangguk tanpa beban membuat Ariana sedikit lega.


Tunggu? jangan pikir Ariana mengira jika Jordan akan memaafkan kesalahannya ini dan menerima nya dan juga bayi yang ada di kandungan nya itu? oh come on itu tidak mungkin terjadi.


“Kenapa? apa kau melakukan kesalahan?” tanya Jordan tiba tiba membuat Ariana mendadak membeku lalu kemudian wanita itu menggeleng seraya tersenyum, ia belum siap untuk mengatakan aib nya itu sekarang.


Sedangkan tak jauh dari tempat mereka duduk kini sepasang mata tengah menatap ke arah Ariana dan Jordan seraya menutup sebagian wajah nya dengan buku menu, namun seperti nya buku menu itu tengah menjadi sasaran kekesalan pria itu.

__ADS_1


“Kenapa dia bertanya soal kesalahan? apa dia berniat menjadikan pria itu sebagai ayah dari anak ku? enak saja! aku yang menanam benih kenapa pria itu yang justru mendapat kan bonus?” gumam nya yang tak lain adalah Aaron.


Menurut informasi yang Ayana berikan, Ariana akan makan di luar bersama Jordan dan Aaron benar benar tidak menyangka jika restoran yang mereka datangi ternyata restoran biasa ia dan Ariana datangi dulu, hal itu benar benar membuat Aaron percaya jika Ariana memang masih mencintainya.


“Mulut mu bisa saja mengatakan tidak tapi hatimu? hati mu itu masih milik ku dan selama nya akan begitu.” gumam Aaron seraya menatap pada Ariana, ia masih memantau kedua nya hingga akhir nya ia akan menghampiri mereka nanti.


“Permisi tuan, apa anda sudah selesai memilih pesanan anda?” tanya seorang pelayan perempuan yang memang sejak tadi sudah menunggu Aaron yang benar benar sangat lama dalam memilih pesanan.


Tanpa pikir panjang Aaron pun menunjuk asal ke arah menu, ia juga tidak tahu apa yang ia pesan karena tatapan nya terus saja tertuju pada Ariana dan Jordan yang kini mulai berbicara.


“Kenapa mereka terlihat akrab sekali?” gumam Aaron yang kesal melihat Ariana dan Jordan terlihat sangat menikmati waktu mereka padahal sebelumnya wanita itu bahkan tidak tertarik untuk bicara pada Jordan.


sedangkan di meja Ariana dan Jordan, Ariana terpaksa mengajak Jordan berbicara kala menyadari keberadaan Aaron ketika seorang pelayan menghampiri Aaron, meskipun Aaron menutupi setengah wajah nya tapi Ariana masih bisa mengenali Aaron dengan sangat mudah.


Sengaja ia mengajak Jordan berbicara bahkan tertawa agar terlihat bahagia bersama Jordan karena ia tak ingin Aaron akak mengambil kesempatan untuk mengajak nya hidup bersama jika melihat Ariana terlihat tidak suka bersama Jordan.


Hal yang Ariana takuti saat ini adalah Aaron akan menghampiri meja nya dan Jordan dan bisa bisa mereka akan bertengkar karena Jordan juga tidak menyukai Aaron sejak dulu.


Tak lama akhirnya pesanan Ariana dan Jordan tiba, kedua nya pun segera melahap makanan yang mereka pesan, terutama Ariana, wanita itu mempercepat makanan nya agar bisa segera pulang sebelum bencana datang.


Namun karena terburu buru tanpa di sadari kini noda makanan menempel di sekitar bibir Ariana, melihat itu Jordan berinisiatif untuk membersihkan dengan jari nya, dan jangan tanya bagaimana reaksi Aaron, pria itu bahkan sampai bangkit dari duduk nya.


“Berani sekali dia menyentuh ibu dari calon bayiku.” ucap Aaron seraya bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri meja Ariana dan Jordan, melihat itu Ariana jelas saja segera menepis tangan Jordan.


Tubuh nya bergetar kala melihat Aaron yang semakin dekat, seperti nya firasat buruk nya sejak tadi akan benar benar terjadi, dan hal ini tidak bisa di hindari lagi.

__ADS_1


“Hai!”


Salah! bukan mencari masalah, Aaron justru bersikap manis di hadapan Ariana dan Jordan seperti seorang teman yang sudah lama tidak bertemu setelah sekian lama.


Senyum Jordan yang sejak tadi mengembang kini mulai memudar kala melihat sosok yang sudah lama tidak ia temui, entah mengapa setiap kali bertemu Aaron selalu ada hawa permusuhan di antara mereka.


“Apa aku mengganggu?”


Kedua nya diam tak menjawab pertanyaan Aaron, terlebih Ariana rasanya ingin sekali ia mengusir Aaron dari sana seraya mengeluarkan kata kata mutiara untuk pria itu.


“Jika kalian tidak menjawab, ku anggap tidak mengganggu.”


Tanpa rasa malu Aaron duduk tepat di samping Ariana dan Jordan hingga membuat nya kini berada di tengah tengah pasangan itu, baru saja duduk mendadak Jordan bersuara tidak suka dengan kehadiran Aaron.


“Kau mengganggu, bisa kau pergi dari sini?”


Sayang sekali jawaban itu sudah terlambat di berikan, pasal nya Aaron sudah duduk dan pria itu tak suka menerima penolakan apalagi dari pria yang tidak ia sukai.


“Ah sayang sekali aku sudah duduk dan juga aku tidak ingin pergi dari sini.”


Benar kan dugaan Ariana, kemanisan Aaron hanya di awal saja, bukti nya sekarang ia justru mencari masalah dengan masih tetap berada di sana padahal Jordan sudah mengatakan keberatan dengan kehadiran nya.


“Kalau begitu kami yang akan pindah.”


Seperti nya Jordan juga tidak kehabisan akal, tak masalah jika Aaron tidak ingin pergi dari meja mereka, mereka masih bisa pindah meja untuk menghindari Aaron bukan?

__ADS_1


Tapi sayang nya Aaron tidak akan melepaskan Ariana semudah itu, pria itu menahan tangan Ariana yang di tarik oleh Jordan karena ingin pindah meja.


“Bukan kalian, kau saja yang pindah, dan biarkan Ariana duduk di sini.”


__ADS_2