
Cellyn menatap sang mommy yang baru saja menampar pipi nya dengan keras, kemudian ia menatap sang daddy yang hanya diam dengan wajah datar nya, perasaan nya mulai tidak enak, ia sangat yakin jika keluarga nya tahu sesuatu tentang diri nya.
“Mom, apa yang..”
Plak!
“Sekarang ikut mommy pulang!” sentak Yoonia menarik tangan Cellyn keluar dari kelas nya di tatap oleh seluruh siswa siswi di sana, bahkan guru dan siswa kelas lain juga ikut keluar melihat gadis bar bar yang di takuti di sekolah itu kini pasrah di tarik paksa oleh mommy nya.
Cellyn menatap sekeliling dengan tangan yang masih melekat di pipi nya dan tangan yang lain berada di genggaman sang mommy, gadis itu masih sempat melotot pada siswa dan siswi lain agar tidak menatap nya.
Sesampainya di mobil, Yoonia langsung mendorong tubuh Cellyn agar segera masuk dalam mobil dan menutup pintu mobil, Yoonia kemudian masuk dan meminta sang sopir untuk segera melajukan mobilnya.
Entah lupa atau sengaja jika suami nya tertinggal di belakang, yang jelas Yoonia saat ini benar benar tidak sabar agar segera sampai di rumah nya, sedangkan Agus segera masuk ke dalam mobil Aaron dan melakukan mobilnya mengikuti mobil yang di tumpangi Yoonia dan Cellyn.
Di dalam mobil Cellyn dan Yoonia hanya diam dengan sesekali Yoonia melirik Cellyn yang tertunduk diam di tempat nya, tamat lah riwayat nya hari ini jika memang orang tua nya mengetahui rahasia nya.
“Mom, sebenarnya apa yang..”
“Diam! mommy tidak menyuruhmu berbicara.” timpal Yoonia dengan sangat kasar, untuk saat ini ia tidak menerima ucapan apapun yang keluar dari mulut putri nya, karena hal itu bisa saja membuat nya semakin marah.
Cellyn akhirnya kembali diam, seperti nya memang benar apa yang ia pikirkan, dan ia tidak akan bisa berbuat apapun lagi jika memang mommy nya menghukumnya nanti.
Akhir nya mobil yang mereka tumpangi kini memasuki gerbang kediaman mereka, Yoonia segera menyuruh Cellyn keluar dan mengikuti nya, sesampai nya di mansion, Yoonia langsung masuk ke dalam kamar Cellyn mengeluarkan koper dan memasukkan pakaian Cellyn ke dalam koper.
__ADS_1
Cellyn yang melihat itu pun mengernyit heran, apa ia salah mengira? apa mungkin mereka hanya akan berlibur dan bukan karena rahasia nya di ketahui oleh keluarga nya? tapii kenapa ia di tampar?
“Mom, sebenarnya kita mau kemana?” tanya Cellyn kini mengira jika mereka akan pergi ke suatu tempat, sedangkan Yoonia hanya diam dan menutup koper milik Cellyn lantaran sudah di penuhi oleh pakaian Cellyn.
“Bukan kita tapi kau! kau akan mommy pindahkan ke Inggris!”
Cellyn membulatkan mata mendengar pernyataan sang mommy, Inggris? sendirian? Jelas Cellyn menolak lantaran ia belum pernah hidup sendirian di sana dan jauh dari orang tua nya, Cellyn menggeleng tidak setuju dengan keputusan mommy nya.
“Tidak mom, Cellyn tidak mau tinggal di sana, di sana tidak ada siapapun yang Cellyn kenali, kita juga tidak punya saudara di sana.”
Gadis itu mulai menangis membayangkan bagaimana hidupnya nanti tinggal di sana sendirian meskipun mereka memiliki rumah di sana tapi mereka tidak memiliki saudara dan hanya kenalan bisnis Daddy dan kakak nya saja.
Tak lama Agus dan Aaron masuk ke dalam kamar Cellyn menatap sebuah koper yang sudah terisi penuh berada di tangan Yoonia, mereka kemudian menatap Cellyn yang menangis memohon agar tidak di pindahkan.
“Cellyn akan di pindahkan ke Inggris agar dia bisa mandiri dan tidak manja lagi, dan yang penting dia tidak akan bisa menggunakan nama kedua orang tua nya untuk mengancam orang lain!”
Cellyn terkejut, ternyata memang benar keluarga nya mengetahui rahasia nya, gadis itu semakin menangis meminta maaf pada sang mommy dan berharap mommy nya itu tidak akan mengirim nya ke Inggris.
“Sayang, apa tidak ada cara lain untuk menghukum nya?”
Agus sedikit keberatan lantaran ia tahu Cellyn tidak bisa melakukan apapun sendirian, apalagi jauh dari kedua orang tua nya tentu putri nya itu tidak akan bisa.
“Tidak ada! ini adalah pilihan yang paling tepat untuk Cellyn, dia hanya akan bisa pulang jika sudah dewasa dan mandiri!”
__ADS_1
Aaron hanya diam mendengar ucapan sang mommy, meskipun sedikit khawatir tapi ia tahu apa yang mommy nya lakukan demi kebaikan Cellyn, namun gadis itu benar benar tidak terima jika harus di pindahkan ke Inggris membuat Aaron sedikit iba.
“Mom, bagaimana jika Cellyn di pindahkan ke Inggris setelah ia lulus, hanya 3 bulan lagi mom dan Cellyn akan lulus.”
Yoonia menatap putra sulung nya, memang beberapa bulan lagi Cellyn akan lulus lantaran memang sudah berada di tahap akhir, Yoonia pun akhir nya pasrah dengan ucapan Aaron, setidak nya Cellyn berada di Inggris nanti tidak kembali mengulang masa SMA nya.
“Tapi dia akan menjalankan homeschooling agar dia tidak bisa keluar dari rumah.”
Setelah mengatakan itu Yoonia pun keluar dari kamar Cellyn meninggalkan gadis itu yang masih saja menangis, Aaron dan Agus pun menghampiri Cellyn, Agus langsung memeluk putri nya itu agar tenang.
Meski pun juga merasa kecewa tapi ia tetap lah seorang Daddy yang tidak suka jika Putri nya mengeluarkan buliran air mata, belum lagi beberapa bulan lagi ia akan berpisah dari putri tersayang nya untuk waktu yang lama.
“Kakak benar benar tidak menyangka jika kau bisa berbuat sejahat itu.”
Aaron mulai bersuara meluapkan rasa kecewa nya pada sang adik, Cellyn hanya bisa menunduk dan meminta maaf pada kakak nya, ia akui diri nya memang sangat manja dan selalu memanfaatkan nama kedua orang tua nya.
Dan ia benar benar menyesal saat ini lantaran tak menyangka jika hukuman yang akan ia terima begitu berat, tak ada yang lebih berat dari pada jauh dari kedua orang tua nya yang selalu memanjakan diri nya selama ini.
“Maafkan Cellyn, Cellyn berjanji akan menjadi wanita dewasa nanti dan akan mengubah rasa kecewa kalian menjadi rasa bangga pada Cellyn.”
Ucapan nya terdengar tulus namun hal itu belum membuat Aaron percaya jika Cellyn belum membuktikan nya, ia pun memilih untuk segera pergi ke kantor nya mengingat jika istri nya akan mengantar makan siang untuk nya nanti.
Dan ia tidak ingin jika nanti Ariana kebingungan lantaran tak mendapati diri nya di kantor.
__ADS_1