QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 65


__ADS_3

Aaron kini dalam perjalanan pulang menuju kediaman mertua nya, pria itu menurut kala sang istri meminta nya untuk ke rumah sakit sendirian dan meminta resep obat yang akan di berikan oleh dokter.


Mobil yang ia kendarai hampir memasuki gerbang kediaman mertua nya sebelum akhir nya ponsel nya berdering, Aaron segera mengangkat ponsel nya kala melihat nama sang istri yang tertera di layar ponsel nya.


“Iya sayang ada apa?”


Aaron berbicara lembut, mengingat dokter mengatakan hormon wanita yang sedang hamil itu mudah sekali berubah, bisa cepat marah, sedih atau bahagia, tentu Aaron harus berhati hati agar Ariana tidak marah marah.


“Kau dimana? kenapa lama sekali?”


Aaron sedikit menjauhkan ponsel dari telinga nya, benar apa yang dokter katakan pada nya, hormon wanita hamil memang sangat berbahaya, padahal ia sudah selembut mungkin berbicara tapi sang istri justru berteriak saat berbicara pada nya.


“Ini sudah di gerbang sayang, tadi harus antri dulu untuk menebus obat nya.”


Aaron masih berusaha lembut menjelaskan semua pada sang istri, mendengar itu Ariana hanya berdehem saja sebagai jawaban lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Aaron hanya bisa menatap layar ponsel yang sudah mati, baru hari pertama menjadi suami dari wanita yang sedang hamil tapi mental nya sudah mentok, dengan cepat pria itu keluar dari mobil dan memasuki rumah mertua nya.


“Sayang, aku pulang.”


Aaron membuka pintu kamar mereka mencari keberadaan sang istri, namun ia tak menemukan apapun di sana hingga tak lama terdengar suara pintu di buka dari kamar mandi membuat Aaron segera menoleh.


“Mau kemana?” tanya Aaron mengerutkan kening menatap Ariana yang sudah siap dengan dress selutut nya berwarna nude yang menambah kecantikan pada pagi menjelang siang ini.


“Tidak kemana mana, kenapa?”


Wanita itu bingung sendiri mendengar pertanyaan suami nya, padahal ia tidak berniat kemana pun hari ini, mendengar hal itu Aaron semakin bingung, tidak kemana pun tapi kenapa Ariana sudah rapi sekali?


“Tapi kenapa sudah rapi dan cantik begini?”


Aaron mendekati Ariana seraya memeluk pinggang wanita itu dengan lembut, menyandarkan dagu nya di bahu wanita itu seraya mencium aroma sabun yang menempel di ceruk leher Ariana.

__ADS_1


“Maksud mu aku biasanya tidak cantik?”


Ariana sedikit melirik pada Aaron merasa jika pria itu sudah melakukan kesalahan dengan hanya memuji kecantikan nya hari ini saja, Mendengar hal itu Aaron segera menggelengkan kepala bukan itu maksud nya, hanya saja Aaron sedikit terkejut melihat penampilan Ariana yang sudah rapi seperti akan keluar.


“Tidak sayang, kau sangat cantik setiap hari nya.”


Aaron kalang kabut kala mendapat tatapan intimidasi dari Ariana, wanita itu memicingkan mata mencari kebenaran di mata pria itu lalu kemudian duduk di meja rias nya.


“Kau belum mandi kan? mandi dulu sana bau mu tidak enak.” ucap Ariana santai.


Mendengar itu Aaron segera menciumi bau tubuh nya, memang ia tidak sempat mandi saat pergi ke rumah sakit dan hanya memakai banyak parfum saja, toh diri nya tampan jadi mandi atau tidak nya tetap akan terlihat tampan.


“Mendadak aku malas mandi, tapi kalau di mandikan seperti nya rasa malas ku sedikit berkurang.”


Kode untuk Ariana sebenarnya mengingat kemarin malam mereka baru saja bergulat panas dan hari ini rasanya Aaron ingin melakukan hal yang sama untuk kedua kali nya, hanya saja beda nya ia ingin melakukan nya di kamar mandi.


“Mau ku panggilkan bik Itum?”


Aaron merengut, bisa bisa nya Ariana menawarkan Aaron pada bik Itum yang sudah berusia setengah abad, mau tak mau Aaron segera memasuki kamar mandi meninggalkan Ariana yang saat ini tengah menahan tawa.


.


.


.


Siang ini keadaan sedikit menegang, pasal nya kini seluruh keluarga berkumpul termasuk Ayana dan Jordan, mereka juga datang untuk makan siang hari ini, dan hal itu membuat keadaan sangat canggung antara Ariana dan Jordan.


Sejak tadi Ariana hanya diam begitu pun dengan Jordan padahal mereka tengah berada di meja yang sama, sedangkan Ayana dan Aaron? kedua orang itu justru bersikap seperti biasa nya dimana tidak ada rasa canggung dan justru mereka sering bercanda dan tertawa.


“Suami mu diam saja, apa dia sedang sakit perut?”

__ADS_1


Aaron sedikit berbisik menanyakan hal itu pada Ayana, gadis itu melirik pada pria yang kini berstatus sebagai suami nya seraya mengangkat kedua bahu nya.


“Bukan perut nya yang sakit tapi akal nya.”


Enteng sekali mulut nya meledek suami nya sendiri, lagipula Jordan juga aneh lantaran sebelum mereka sampai di rumah utama, Jordan masih sempat mengajak Ayana bertengkar hanya perihal gadis itu melempar handuk sembarangan setelah menggunakan nya.


Aaron hanya bisa tertawa mendengar ucapan adik ipar nya itu, benar benar masih seperti anak kecil, entah bagaimana Jordan bisa menghadapi tingkah Ayana selama pernikahan.


“Heh ngomong, jangan diem kek batu.” tegur Ayana pada Jordan yang sejak tadi hanya diam, Pria itu hanya menatap sekilas pada gadis kecil yang kini menjadi istri nya itu.


Sedangkan Hana dan Ari kini menatap tajam pada Putri bungsu mereka lantaran bersikap tidak sopan pada Jordan yang jelas jelas kini adalah suami nya, Hana bahkan mencubit pinggang Ayana membuat gadis itu meringis kesakitan.


“Sama suami gak boleh ngomong gitu.” ancam Hana pada Ayana.


Sedangkan Jordan saat ini tengah menahan tawa melihat istri kecil nya di marahi oleh mama mertua nya, memang semenjak menikah dengan Ayana ada perubahan di hidup nya, terkadang ia merasa bahagia karena bisa mengerjai gadis itu tapi terkadang ia juga kesal karena gadis itu sedikit jorok.


Ayana melirik tajam pada Jordan, jika di sini Ayana memang sering di marahi tapi tidak jika di rumah Jordan, pria itu sering di marahi oleh kedua orang tua nya karena selalu mengganggu Ayana yang tengah belajar.


“Pria tua itu menertawai ku? lihat saja jika sudah pulang, maka akan ku pastikan kau tidak akan bisa memperlihatkan gigi kelinci mu itu.”


Ayana membatin, hati nya kini penuh dendam lantaran tak terima di tertawai oleh Jordan, sedangkan Ariana sedikit lega melihat Jordan yang tertawa, setidak nya Jordan tidak membalas semua yang ia lakukan pada Ayana, karena jika itu terjadi maka Ariana akan benar benar merasa bersalah.


“Bagaimana sekolah mu sayang?” tanya Hana pada Ayana.


Pasalnya semenjak Ariana kembali ke rumah, Ayana dan Jordan memilih untuk tinggal di kediaman Jordan lantaran tak ingin bertemu dengan Ariana, Ari dan Hana pun menyetujui hal itu lantaran merasa itu hal yang tepat untuk dilakukan.


“Baik ma, tapi ada cecunguk yang selalu mengganggu Ayana saat belajar.” ucap Ayana sedikit melirik pada Jordan yang kini berpura pura tidak mendengar apapun yang Ayana katakan.


“Apa di sekolah ada yang mengganggu mu?” tanya Hana khawatir, takut saja jika Putri nya di bully di sekolah.


Ayana menggelengkan kepala, kabar pernikahan nya masih tertutup rapat dan tidak diketahui oleh siapapun dan hanya Cellyn yang mengetahui hal itu, yang ia maksud adalah Jordan tapi pria tua itu justru bersikap tidak tahu apapun.

__ADS_1


“Jika ada yang mengganggu Ayana di sekolah maka Jordan yang akan memberikan nya pelajaran.” ucap Jordan seakan menjadi pahlawan kesiangan untuk Ayana membuat gadis itu memutar bola mata malas.


“Memberikan pelajaran katanya? padahal ia sendiri pelaku nya!”


__ADS_2