QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 79


__ADS_3

Sedangkan Aaron kini tengah berada di dalam mobil seraya melihat ke arah luar jendela, pria itu meminta sang sopir untuk menghentikan mobil nya kala melihat sebuah toko bunga, mendadak ia ingin memberikan sebuah buket bunga untuk istri nya itu.


Sebuah buket bunga aster putih menjadi pilihan Aaron, mengetahui makna bunga itu membuat Aaron langsung memilih nya dan segera membayar bunga itu pada pemilik toko.


“Buat istri nya ya mas.”


Ucap penjual bunga itu pada Aaron, sebagai penjual tentu ia juga mengetahui makna bunga yang Aaron pilih, yaitu melambangkan kesetiaan cinta lantaran Aaron memang memilih untuk setia pada istri tercinta nya itu.


Aaron mengangguk lalu pergi dari sana dan kembali ke dalam mobil, sepanjang perjalanan Aaron hanya menatap bunga yang berada di tangan nya itu seraya tersenyum membayangkan wajah Ariana ketika melihat bunga yang Aaron bawakan untuk nya.


Mobil yang Aaron tumpangi kini memasuki gerbang kediaman mertua nya, ya mereka masih tinggal bersama kedua orang tua Ariana lantaran rumah yang akan mereka tinggali masih di persiapkan sesuai dengan keinginan Ariana.


Aaron masuk dang langsung mencari keberadaan istri nya di dalam kamar, namun saat membuka pintu kamar tak ada siapapun yang ia temukan, pria itu kemudian meletakkan tas kerja nya di atas ranjang seraya merebahkan diri.


“Apa di kamar mandi?”


Gumam Aaron mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi, tak lama Ariana keluar dengan handuk yang melilit menutupi setengah tubuh nya membuat Aaron tersenyum menatap pemandangan yang sudah tidak asing di penglihatan nya.


“Kau sudah pulang?”


Tanya Ariana yang hanya menoleh sekilas pada Aaron dan berjalan menuju lemari pakaian nya memilih sebuah piyama pink yang berlengan pendek, sedangkan Aaron masih setia dengan diam nya menatap sang istri yang tengah memakai pakaian di hadapan nya.


“Kenapa buru buru sekali memakai nya?”


Sungut Aaron yang kesal lantaran Ariana terlihat buru buru memakai pakaian nya seperti takut jika Aaron akan memangsa nya, Ariana terkekeh melihat wajah Aaron yang cemberut, nyata nya ia memang takut jika Aaron akan memangsa nya lantaran ia baru saja selesai mandi.


“Takut, karena ada buaya yang mengintai ku.”

__ADS_1


Sindir Ariana, Aaron kemudian menghampiri istri nya itu dengan tatapan tertuju pada bibir pink yang selalu menggoda itu, Ariana bergerak mundur kala merasakan ada bahaya yang mengancam.


“Aku baru saja selesai mandi Aaron, jangan macam-macam!”


Mendengar hal itu Aaron pun semakin bersemangat untuk menjahili istri nya dan semakin mendekat pada wanita itu hingga Ariana tersudut di dinding hingga membuat wanita itu tak bisa bergerak kemana pun lagi.


Aaron mendekat kan wajah nya pada wajah Ariana, memiringkan kepala mya menatap bibir seksi Ariana membuat wanita itu menutup kedua mata nya lantaran tahu apa yang akan terjadi setelah itu.


“Ini, aku belikan untuk mu.”


Ucap Aaron membuat Ariana membuka kedua mata nya menatap sebuket bunga yang berada di tangan Aaron, wanita itu memukul pelan dada Aaron lantaran merasa di kerjai oleh suami nya itu.


Ia pun meraih bunga pemberian suami nya dengan sebuah senyuman manis, senyuman yang membuat Aaron tak memerlukan apapun lagi dalam hidup nya selain kebahagiaan bersama sang istri.


“Kau tahu arti dari bunga ini?”


Ariana membelakangi Aaron sebagai rasa kesal nya, Aaron kemudian memeluk istri nya itu dari belakang seraya mengecup ceruk leher Ariana dalam dalam, aroma sabun yang Ariana gunakan benar benar membuat nya terhipnotis, rasanya ia ingin selalu mencium aroma itu.


“Kesetiaan cinta, benarkan?”


Ariana kini berbalik menatap Aaron seraya tersenyum, ia benar benar merasa senang lantaran Aaron tak sembarangan memilih bunga untuk nya, padahal ia benar benar hampir kecewa sebelum nya.


“Jahat! kenapa suka mengganggu ku?”


Ariana memukul pelan tubuh Aaron membuat pria itu berpura pura kesakitan membuat Ariana sedikit khawatir, takut saja ada luka yang berada di tubuh suami nya, namun sedetik kemudian wanita itu kembali memukul Aaron lantaran pria itu yang tiba tiba mengecup bibir nya dengan singkat.


“Aaron!!”

__ADS_1


Pekik Ariana langsung mengejar Aaron yang sudah berlari menjauh dari nya, sore itu di habiskan dengan kebersamaan kedua pasangan suami istri itu di kamar mereka, hingga malam tiba kedua nya kini tengah berada di atas balkon menikmati indah nya langit di malam hari ini.


“Aku merindukan nya.”


Ucap Ariana tiba tiba membuat Aaron menoleh seraya mengerutkan kening, merindukan nya? merindukan siapa? pikir Aaron menatap Ariana yang terus saja menatap langit.


“Siapa sayang?”


Tanya Aaron, Ariana menoleh lalu tersenyum tipis lalu kembali menatap bintang yang berserakan di atas langit. “Calon bayi kita.”


Aaron menarik nafas dalam mendengar jawaban Ariana, sudah lama berlalu tapi Ariana masih saja memikirkan calon bayi yang sudah tiada itu, ia bahkan masing terlihat sedih sama seperti saat mereka kehilangan calon bayi itu.


“Sudah sayang, dia sudah tenang di sana, dia juga pasti sedih jika melihat mommy nya yang masih sedih memikirkan nya.”


Aaron memeluk tubuh Ariana yang terasa dingin lantaran udara malam itu memang sedikit berangin, Ariana mengangguk meskipun hanya calon bayi tapi entah mengapa ia benar benar merasa sedih, terlebih saat ini ia belum juga mengandung membuat nya merasa jik tuhan sedang marah besar pada nya.


“Apa tuhan tidak akan memberikan kesempatan pada ku untuk menjadi seorang ibu?”


Aaron kembali menghela nafas, ia jelas tahu kemana arah pembicaraan ini nanti nya membuat benar benar malas untuk menjawab semua pertanyaan Ariana, Aaron memilih diam dan menatap langit membuat Ariana menoleh.


“Sayang, aku sedang..”


“Tidak Ariana, Tuhan tidak marah pada mu, dia hanya sedang membiarkan kita untuk menikmati hidup bersama dulu, dan aku tidak akan menikah lagi karena cinta ku hanya untuk mu, sekeras apapun kau memaksa aku tetap tidak akan menikahi wanita lain.”


Ariana melongo mendengar penjelasan Aaron yang terdengar sedikit mengegas, padahal ia hanya bertanya dan tidak berniat untuk berbicara ke sana lantaran ia juga sudah muak membicarakan hal itu.


pikiran nya sudah terbuka saat ini dan memilih untuk tetap mempertahankan rumah tangga nya apapun yang terjadi karena ia tak rela jika berbagi suami dengan wanita lain.

__ADS_1


“Iya sayang, aku tidak akan meminta mu menikah lagi karena aku juga tidak rela berbagi dengan wanita lain.”


__ADS_2