
Aaron menginjak rem secara mendadak, bukan karena mendengar ucapan Ariana melainkan saat ini mereka hampir saja menabrak seekor kucing yang melintas di jalanan, Aaron menghela nafas beruntung kucing itu tidak tertabrak.
Pria itu kemudian menatap istri nya yang juga terkejut lantaran Aaron menginjak rem secara mendadak belum lagi melihat kucing yang menjadi penyebab rem dadakan itu.
“Kau baik baik saja?” tanya Aaron mengusap kepala Ariana.
Wanita itu mengangguk meskipun masih merasakan terkejut, Aaron kemudian menatap wajah istri nya dengan lekat, entah mengapa ia merasa jika Ariana ingin mengatakan sesuatu lantaran selalu membahas tentang anak pada nya.
“Dengar, sebenarnya apa yang kau inginkan?”
Tanya Aaron lembut, Ariana terdiam seperti nya ia tahu Aaron sudah mulai curiga pada nya yang selalu membahas tentang anak dan tidak bisa hamil, Ariana menunduk sejenak lalu menatap wajah suami berondong nya itu.
“Jika dalam setahun aku tidak bisa memberimu keturunan, maka aku rela jika kau menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan.”
Aaron menutup kedua mata nya mendengar ucapan yang keluar dari mulut sang istri, dugaan nya benar ada yang mengganggu pikiran istri nya hingga wanita itu selalu saja berbicara hal yang menyebalkan.
“Sayang, dengarkan aku.. baru 4 bulan berlalu dan kau sudah khawatir akan hal itu, lagi pula jika memang kita tidak akan memiliki keturunan maka itu tidak akan menjadi masalah bagi ku karena aku tulus mencintai mu, walaupun kau tidak sempurna tapi di mata ku, kau tetap wanita paling sempurna di dunia ini.”
Ariana terharu tanpa di sadari air mata nya menetes mendengar ucapan Aaron yang menurut nya benar benar tulus, padahal ia benar benar sudah khawatir jika Aaron akan meninggalkan nya karena tidak kunjung hamil.
“Aku mencintai mu.” ucap Ariana mengecup bibir Aaron sekilas.
“Aku juga sangat mencintai istri ku.” ucap Aaron kini juga menempelkan bibir nya pada bibir Ariana, namun beda nya bukan hanya kecupan sekilas melainkan sebuah luma tan yang membuat kedua nya semakin bergairah.
Beruntung mereka berhenti di tempat yang cukup sunyi hingga tidak akan ada yang mengganggu ****** panas mereka, hingga tak lama terdengar deringan ponsel Ariana membuat mereka menghentikan adegan panas itu.
“Astaga! kita harus segera ke sekolah Ayana.”
Ucap Ariana yang baru saja menyadari jika mereka dalam perjalanan menuju sekolah Ayana, Aaron kemudian menyeka lipstik Ariana yang sedikit bepelotan akibat ulah nya, ia memang tidak bisa menahan godaan bibir istrinya itu.
__ADS_1
“Ayo kita berangkat dan segera pulang, karena aku sudah tidak sabar untuk memakan mu.”
Ariana hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan suami berondong nya itu, mereka pun segera melajukan mobil nya menuju sekolah Ayana lantaran gadis itu sudah menghubungi nya berkali kali.
Hingga akhir nya mobil yang mereka tumpangi memasuki area sekolah Ayana, di sana banyak sekali keluarga siswa lain yang datang di hari spesial anak mereka.
Ariana dan Aaron duduk bersama keluarga mereka menatap ke arah panggung di mana kini para murid sedang membacakan kata kata yang ingin mereka sampaikan pada guru guru mereka.
Di depan sana pula Ayana sedang duduk bersama teman teman nya menikmati rangkaian acara, hingga tak lama terlihat seorang siswa laki laki yang menghampiri Ayana dan teman teman nya.
“Hai Ayana.” ucap Aldo salah satu siswa berprestasi di sana yang satu tingkatan dengan Ayana dan juga Cellyn namun mereka hanya berbeda kelas saja.
Ayana menatap Aldo yang menurutnya tak asing, gadis itu tersenyum seraya menunduk sebagai jawaban namun teman teman Ayana justru menyoraki Ayana lantaran di hampiri oleh siswa laki laki yang cukup tampan.
“Apa aku boleh berkenalan dengan mu?”
Ayana menatap sekeliling bingung dengan apa yang harus ia lakukan, jika ia menolak maka ia akan merasa tidak enak pada siswa laki laki itu, namun jika ia menerima nya maka apa tanggapan keluarga nya nanti?
Aldo masih saja berada di sana, entah memang tidak mengerti atau sengaja tidak mau mengerti jika Ayana saat ini sedang keberatan untuk berkenalan dengan nya.
Ayana kemudian mengangguk, toh hanya berkenalan bukan hal yang lebih menurut nya tidak masalah, Aldo tersenyum melihat jawaban Ayana, ia kemudian mengulurkan tangan seraya menyebutkan nama nya.
“Aldo Jayaksa Angkasa.” ucap nya mengulurkan tangan pada Ayana.
Namun lagi lagi Ayana terdiam menatap uluran tangan Aldo, namun salah satu teman laknat Ayana menarik paksa tangan Ayana untuk menyambut uluran tangan Aldo.
“Nama nya Ayana.”
Ayana segera melepaskan tangan nya lantaran takut jika ia akan di marahi oleh orang tua nya nanti, Aldo pun kemudian memilih pamit lantaran acara juga sedang berlangsung, yang jelas ia sudah berkenalan dengan Ayana.
__ADS_1
Acara pun berjalan dengan lancar hingga kini yang tersisa sesi berfoto siswa dengan keluarga nya, Ayana segera menghampiri keluarga nya yang sudah menunggu nya sejak tadi.
“Ayo kita berfoto.” ucap Ayana pada seluruh keluarga nya, mereka pun mulai berfoto dari bersama kedua orang tua nya, kedua mertua nya, bertiga dengan suami nya dan juga kakak dan kakak ipar nya.
“Hei kalian belum foto berdua.” ucap Aaron melihat kedua pasangan suami istri itu yang terlihat belum foto bersama.
Semua orang kini menatap kedua nya, memang kedua nya belum foto bersama, mereka pun meminta kedua nya untuk berfoto meskipun harus dengan paksaan lantaran Jordan dan Ayana sempat menolak.
Hingga akhir nya kedua nya berfoto bersama namun hal itu justru mengundang tawa lantaran wajah keduanya yang terlihat hanya datar tanpa sebuah senyuman.
“Ya tuhan, kalian sebenarnya punya masalah apa?” timpal Aaron yang benar benar tidak bisa menahan tawa melihat wajah kedua nya yang terlihat sangat lucu.
“Ah sudah lah, dia memang selalu menyebalkan.”, ucap Ayana pada Jordan, pasal nya gadis itu sudah mulai serius untuk berfoto tapi Jordan justru masih setia dengan wajah datar nya itu.
Hingga tak lama kemudian seseorang menghampiri mereka yang tengah asik dengan pemandangan menggelikan, siapa lagi jika bukan Aldo yang sempat mengajak Ayana untuk berkenalan.
“Selamat siang semua nya, perkenalkan saya Aldo satu tingkatan dengan Ayana, hanya saja kami berbeda kelas.” ucap Aldo mengapa semua keluarga Ayana.
Semua nya menatap siswa laki laki tampan yang menghampiri mereka seraya tersenyum dan membalas sapaan dari Aldo, terkecuali Jordan, lantaran sebenarnya sejak tadi ia sudah melihat jika siswa laki laki itu mencoba untuk mendekati istri kecil nya.
“Kau teman Ayana?” tanya Hana pada Aldo, Aldo kemudian menatap Ayana yang terlihat menatapnya dengan wajah datar.
“Baru saja tadi menjadi teman ayana.” ucap Aldo sopan, semua nya kemudian mengangguk.
Tak lama Aldo meminta izin untuk mengajak Ayana pergi sebentar lantaran ada hal yang ingin ia bicarakan, semua orang pun tidak melarang dan hanya menyerahkan keputusan itu pada Ayana.
“Ayana, apa kau bisa ikut dengan ku?” tanya Aldo pada Ayana yang tengah berdiri di samping Jordan yang sedang menahan diri untuk tidak memakai siswa laki laki itu.
“Tidak bisa, kami ada acara setelah ini, dan kami juga belum selesai berfoto.”
__ADS_1
ucap Jordan dingin pada Aldo, dan menarik pinggang Ayana agar segera kembali berfoto dengan serius, sedangkan Ayana yang terkejut dengan sikap Jordan hanya bisa diam menatap wajah suami nya itu.