QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 76


__ADS_3

Setelah acara kelulusan Ayana seluruh keluarga saat ini sudah berada di kediaman Ari dan Hana, mereka pulang dengan wajah cemberut terutama Ayana yang kesal lantaran Jordan membuat kekacauan di sana membuat nya merasa malu.


FLASHBACK ON


“Saya akan menunggu sampai sesi berfoto kalian selesai.”


Ucap Aldo yang masih kekeh dengan keinginan nya yang ingin berbicara empat mata pada gadis itu, sedangkan Jordan yang merasa muak dengan laki laki itu pun menarik kerah kemeja Aldo membuat mereka menjadi pusat perhatian di sana.


“Jordan lepaskan!”


Bisik Ayana di telinga Jordan yang paling menatap tajam pada Aldo yang terang terangan ingin mendekati istri kecil nya itu, sedangkan Aldo merasa bingung dengan reaksi Jordan yang ia anggap sebagai kakak Ayana lantaran ia tak tahu jika Ayana sudah menikah.


“Apa yang kau inginkan? mendekati Ayana?”


Ayana menatap sekeliling kini mereka benar benar menjadi pusat perhatian, hingga membuat Aaron turun tangan untuk melerai kedua nya, melerai Jordan sebenarnya karena Aldo hanya diam di tempat nya.


Jordan kini sedikit tenang setelah Aaron menarik nya cukup jauh dari Aldo, Ayana pun meminta maaf pada Aldo atas apa yang Jordan lakukan pada nya, dan meminta agar Aldo segera pergi dari sana, gadis itu mengira jika Aldo akan menurut tapi sayang nya Aldo justru semakin memancing emosi Jordan.


“Jika kakak mengizinkan, saya ingin mengajak Ayana jalan jalan.”


Deg!


Jordan yang mulai tenang kini benar benar kembali tersulut emosi, sumpah demi apapun dia benar benar tidak terima ada pria yang mencoba mendekati istri kecil nya, entah mengapa ia ingin menghabisi semua pria yang tertarik pada istri nya itu.


“Berani kau ingin mengajak jalan Ayana?”


Jordan kembali menghampiri Aldo namun di tahan oleh Ayana saat pria itu akan melewati nya, entah lah ia benar benar bingung dengan reaksi Jordan yang di anggap terlalu berlebihan.


“Jordan hentikan! jangan membuat ku malu!”


Sentak Ayana semakin kesal saja menatap Jordan, namun tak akan ada asap jika tidak ada api, Aldo lagi lagi berbicara membuat Jordan kembali tersulut emosi.


“Kak, walaupun kau kakak Ayana tapi kau tidak bisa melarang Ayana untuk berteman dengan siapapun.”

__ADS_1


Jordan menarik sudut bibir nya mendengar jawaban Aldo, ternyata bocah laki laki itu tidak mengetahui siapa Jordan, Jordan kemudian dengan tenang menghampiri Aldo dan menarik pinggang Ayana agar mendekat pada nya.


“Oh, aku lupa memperkenalkan diri, perkenalkan aku Jordan, dan aku...”


Ucapan Jordan terhenti kala Ayana mencubit pinggang nya, Jika tidak Jordan akan memberitahu semua orang jika mereka adalah sepasang suami istri, Jordan yang menyadari jika diri nya hampir saja membongkar semua nya pun terdiam.


“Aku calon suami Ayana.” ucap Jordan seraya mengulurkan tangan pada Aldo yang terlihat terkejut dengan pengakuan Jordan, ia bahkan tak berniat untuk menyambut uluran tangan dari Jordan.


“What!”


Pekik teman teman Ayana dengan pengakuan pria tampan yang sejak tadi sudah mereka lirik lantaran terlihat sangat tampan, ada yang sakit hati dan ada pula yang kesal lantaran tak di beritahu oleh teman nya itu.


Sedangkan Ayana hanya bisa menundukkan kepala nya malu dengan kejadian yang menimpa nya, jujur ini adalah hari yang paling memalukan bagi gadis itu.


FLASHBACK OFF


Ayana langsung menuju kamar nya dan mengunci pintu nya dengan rapat, entah lah hari ini ia tidak ingin melihat wajah Jordan yang sangat menyebalkan, sedang Jordan hanya diam, ia juga bingung dengan sikap nya saat berada di sekolah Ayana.


Namun semua orang hanya menahan senyum, lantaran mengira jika pria itu sudah mulai menumbuhkan rasa cinta pada Ayana, meskipun mereka belum menyadari hal itu.


Sesampainya nya di kamar, Aaron segera mengunci pintu dan melonggarkan dasi nya menatap sang istri yang sudah duduk di tepi ranjang seraya menaikkan dress nya ke atas, hal itu sontak membuat Aaron full senyum.


“Nakal ya.”


Ucap Aaron menghampiri sang istri dan langsung menindih tubuh wanita itu, memberi kecupan penuh di wajah Ariana bahkan sesekali menggelitik perut wanita itu membuat Ariana tertawa kegelian.


Aaron langsung saja melucuti pakaian Ariana menatap dua bongkahan yang semakin padat saja, dan tentu itu semua hasil karya nya selama ini, pria itu langsung melahap dua bongkahan padat itu dengan mulut nya, dan satu lagi dijadikan mainan tangan nya.


Ariana hanya bisa tersenyum menahan rasa geli, tangan Aaron turun ke bagian inti tubuh Ariana, memainkan jari nya di dalam sana membuat wanita itu benar benar terbakar gairah saat ini.


Ariana kemudian membuka kancing kemeja Aaron satu persatu kemudian membantu pria itu untuk membuka celana yang melekat di kaki Aaron dengan cepat.


Kini kedua nya sama sama polos, Aaron pun menarik tangan nya dari dalam sana setelah merasakan cairan yang keluar dari bagian inti tubuh Ariana, pria itu segera memasukkan milik nya kedalam milik Ariana dan memberikan hentakan lembut di atas tubuh wanita itu.

__ADS_1


Erangan demi erangan terdengar di dalam kamar itu, namun tidak akan terdengar hingga keluar lantaran kamar mereka kedap suara, hingga kedua nya mencapai puncak dan ambruk dengan kenikmatan yang mereka capai bersama.


“Kau masih sangat nikmat.” ucap Aaron menatap Ariana dengan senyuman.


“Kau juga masih sangat memuaskan.” balas Ariana.


Aaron mengecup kening Ariana, kedua nya kemudian berpelukan hingga tertidur di siang yang panas itu setelah melewati adegan panas mereka.


.


.


.


Kedua nya terbangun setelah mendengar ketukan pintu dari luar, Aaron segera bangun dan berjalan menuju pintu tanpa membangun kan Ariana yang masih tertidur pulas, istri nya itu tampak sangat lelah hingga membuat nya tak tega untuk membangunkan nya.


Ceklek!


Aaron keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya, menatap asisten rumah yang berada di luar kamar mereka.


“Tuan dan nyonya meminta anda dan nona Ariana untuk segera turun, karena makan malam sudah siap.”


Ucap asisten rumah itu, Aaron mengangguk setelah itu menutup pintu kamar nya, ia kembali ke ranjang menemui istri nya yang masih terlelap di balik selimut, Aaron mengusap lembut kepala Ariana agar istri nya itu terbangun.


“Sayang, bangun lah semua orang sudah menunggu kita di bawah.”


Ucap Aaron lembut, Ariana menggeliat kan tubuh nya yang terasa remuk, wanita itu membuka kedua mata nya menatap pemandangan yang sangat indah di hadapan nya.


“Sudah jam berapa?”


Tanya Ariana yang tidak tahu sudah jam berapa lantaran terlalu lama tertidur, Aaron mengambil ponsel nya menatap jam di sana.


“Sudah hampir jam delapan malam, ayo bangun mandi dan segera turun.”

__ADS_1


Ucap Aaron mengangkat tubuh Ariana dan membawa nya ke dalam bathroom, kedua nya mandi bersama untuk menghemat waktu mengingat keluarga mereka sudah menunggu sejak tadi.


__ADS_2