QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 26


__ADS_3

Tak ingin lagi mendengar ocehan yang keluar dari mulut Aaron,Ariana memilih untuk menutup panggilan tersebut, mendengar protes Aaron hanya akan membuat nya merasa sakit saja


Kenapa baru sekarang ia menyadari perasaan nya pada Ariana? padahal sudah sejak lama Ariana memperlihatkan rasa suka nya pada Aaron namun tak pernah di anggap oleh pria itu


Tanpa di sadari kini air mata nya lolos melewati pipi mulus nya,dengan cepat ia menyeka air mata nya,ia sudah bertekad untuk tidak menangisi Aaron lagi namun air mata nya selalu saja tidak sopan


“Stop Ariana! Apa yang kau dapat kan dari menangisi nya?” ucap nya menguatkan hati nya untuk tidak menangisi Aaron


Ariana pun berjalan menuju pintu untuk mengembalikan ponsel Ayana,namun ia terkejut lantaran bukan Ayana yang ia temukan melainkan sang papa dengan wajah datar nya


“Papa..” ucap Ariana dengan mata yang membulat sempurna


“Kenapa selalu mengecewakan papa? kau sudah berjanji kan tidak akan menghubungi nya lagi?” ucap Ari dengan nada kecewa lantaran Ariana yang melanggar janji nya


“Ariana hanya...”


“Ini salah Ayana pah,Ayana yang memaksa kakak untuk mengangkat nya.” ucap Ayana menyela ucapan Ariana,ia juga merasa bersalah karena kakak nya di marahi


Ari hanya bisa menghela nafas seraya memijat pangkal hidung nya,heran melihat kekompakan kedua putri nya yang sedari dulu selalu kompak jika tentang menutupi kesalahan satu sama lain


“Baik lah kali ini kalian papa maaf kan,tapi ingat jangan ulangi lagi.” ucap Ari terdengar mengancam,bukan tak ingin mengambil tindakan pada Ayam dengan menyita ponsel nya juga


Namun mengingat Ayana masih membutuhkan ponsel untuk kegiatan sekolah nya membuat Ari mengurung kan niat untuk untuk menghukum Putri kecilnya itu


Ari pun pergi meninggalkan kedua gadis cantik itu yang kini tengah tersenyum,sedari dulu mereka selalu kompak terlebih dalam hal menutupi kesalahan satu sama lain


“Maaf Kan Ayana kak.” ucap Ayana kemudian,Ariana hanya mengangguk bagaimana pun Ayana sudah menyelamatkan diri nya dari amukan papa mereka


“Jangan angkat telepon nya lagi,kakak sedang tidak ingin di ganggu.” ucap Ariana lalu berlalu masuk ke dalam kamar nya kembali


.

__ADS_1


.


.


Di tempat lain Aaron kini tengah menahan amarah lantaran Ariana yang lagi lagi menolak nya,ini sudah kesekian kali nya Ariana menolak,kini ia tahu bagaimana rasa nya Ariana selama ini


“Ya tuhan,kenapa kau menyadarkan perasaan ku setelah keadaan seperti ini?” ucap Aaron frustasi menjambak rambut nya dengan kedua tangan nya


Untuk pertama kali nya ia mengeluh soal cinta pada yang maha kuasa,selama ini ia belum pernah merasakan hal seberat ini menyangkut perempuan,kali ini ia benar benar hancur,bahkan tak sedikit pun ia memikirkan Lora yang berstatus sebagai kekasih nya saat ini


tok tok tok


“Pak,di luar ada yang ingin bertemu dengan bapak.” ucap Beno takut takut,di lihat dari penampilan bos nya jelas pria itu tengah tidak baik baik saja


”Jangan biarkan siapapun masuk,saya sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun!” sentak Aaron,kini pikiran nya memang sudah kacau,yang ia butuhkan hanya lah ketenangan untuk saat ini


“Tapi pak,dia adalah...”


Tiba tiba saja Lora muncul di belakang Beno,kini Aaron tahu jika yang Beno maksud adalah Lora,pantas asisten nya itu tak langsung menuruti perintah nya


“Lora,kau disini?” ucap Aaron sedikit terkejut lantaran wanita itu tak mengabari nya terlebih dahulu jika ia ingin berkunjung


“iya sayang,aku merindukan mu.” ucap Lora menghampiri Aaron,tanpa di duga Lora duduk di pangkuan Aaron seraya mengalungkan tangannya di leher Aaron


Melihat kejadian itu di depan mata nya sontak membuat Beno mundur secara perlahan lantaran jiwa jiwa jomblo nya kini tengah meronta ronta ingin merasakan hal uwu uwu seperti bos nya saat ini


“Kenapa tidak bilang kalau mau kesini?” tanya Aron gugup


Jujur hal ini baru pertama kali bagi nya,biasanya mereka hanya akan berpegangan tangan atau berpelukan saja tidak sampai se intim ini,jelas pria itu merasa aneh dengan situasi seperti ini


”Apa aku tidak boleh mengunjungi kantor calon suami ku?”

__ADS_1


Percaya diri sekali diri nya mengatakan Aaron sebagai calon suami nya,nyata nya bertunangan saja belum,jika saja ia tahu jika calon tunangan nya itu kini tengah mengemis cinta pada wanita lain tentu ia akan merasa malu dengan ucapan nya barusan


“bukan begitu,hanya saja aku bisa mempersiapkan kedatangan mu nanti.” ucap Aaron beralasan,nyata nya ia kini tengah panik takut jika Lora tahu ia baru saja menghubungi Ariana


“Kau romantis sekali sayang.” ucap Lora mengecup pipi Aaron,Aaron hanya tersenyum menanggapi ucapan Lora,jujur sikap manis Lora seperti ini yang mudah meluluhkan hati nya


“Bisa kau turun? aku haru mengerjakan sesuatu.” ucap Aaron sedikit mengangkat tubuh Lora,namun Lora justru menepis tangan Aaron dari pinggang nya


“Kau bisa bekerja dengan posisi seperti ini kan?”


Dengan kedipan maut nya Lora kini terlihat tengah menggoda Aaron,ia tak tahu saja jika pria itu kini merasa risih dengan posisi seperti itu


“Lora,Daddy bisa masuk kapan saja ke sini,apa kau tidak malu?”


Mendengar hal itu Lora sontak berdiri,jelas ia tak ingin hal itu terjadi lantaran ia saja belum menjadi istri Aaron namun sudah di cap sebagai wanita tidak baik dari calon mertua nya nanti


Aaron bernafas lega,tak sia sia ia berbohong dengan menyebut nama Daddy nya,jelas Daddy nya tidak akan masuk ke ruangan nya itu lantaran ia lah yang akan menghampiri Daddy nya jika ada urusan yang penting untuk di bicarakan


Lora akhir nya memilih duduk di sofa tepat di hadapan meja kerja Aaron,dari sana ia menatap wajah tampan Aaron yang tengah fokus pada pekerjaan nya


“Oh iya, mommy bilang pertunangan Ariana dan Jordan akan di laksanakan besok ya?”


Tanya Lora yang tiba tiba membuka percakapan,entah memang sengaja membahas atau memang ia ingin membahas hal itu yang jelas saat ini Aaron harus kembali menahan amarah kala mendengar hal itu


Hal yang sejak dari tadi ia coba untuk melupakan nya namun kini justru di ingat kan oleh calon tunangan nya,ingin marah namun hal itu bisa saja mengundang kecurigaan pada Lora,ia pun memilih untuk bersikap biasa saja


“Ku dengar begitu.”


santai sekali jawaban nya seakan akan tidak peduli,fakta nya kini ia tengah berperang melawan hati nya untuk tidak mengumpat saat itu


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA KU SAMPAI BAB INI,SEMOGA READERS SUKA DAN JANGAN LUPA UNTUK DUKUNGAB NYA DENGAN LIKE, KOMEN DAN VOTE SEKALIAN RATE NYA SESUAI PENILAIAN READERS🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2