
Ayana kini tengah di persiapkan oleh MUA yang tadi nya merias wajah Ariana, Ya akhir nya gadis itu pun setuju dengan permintaan keluarga Jordan, tetesan air mata sejak tadi terus saja keluar dari pelupuk mata gadis itu bahkan MUA sampai kebingungan karena make up Ayana selalu saja rusak.
Gadis itu termenung menatap diri di cermin, waktu terus saja berjalan dan penghulu dan juga para tamu undangan sudah lama menunggu bahkan ada yang memilih untuk pulang, Benar benar jauh dari pernikahan impian Ayana dimana akan ada pria berkuda yang akan menjemput nya persis seperti film film di India.
Ayana masih ingat jelas bagaimana sang papa meminta nya untuk menyetujui pernikahan ini, ia belum pernah melihat wajah putus asa sang papa seperti tadi sebelum nya, membuat Ayana tak tega dan akhirnya memilih untuk setuju menikah dengan Jordan.
Di karenakan umur nya yang masih belum memenuhi persyaratan, pernikahan Ayana dan Jordan pun hanya sah di mata agama, mereka akan meresmikan nya ketika Ayana lulus sekolah, beruntung yang tersisa sanak saudara mereka hingga pernikahan ini masih bisa di sembunyikan hingga Ayana lulus sekolah.
Meskipun marah, sedih dan kecewa tapi Ayana tak menyalahkan sang kakak atas apa yang terjadi pada nya lantaran hal ini juga sudah menjadi resiko bagi nya karena sudah membantu sang kakak untuk kabur dari pernikahan nya.
Masih teringat jelas kesepakatan yang dua keluarga buat untuk kehidupan anak anak mereka, Ayana yang masih sekolah menjadi masalah utama pernikahan ini dan mereka sepakat untuk menyembunyikan hal itu.
FLASHBACK ON
“Kami hanya menginginkan menantu yang bibit bobot nya sudah jelas.” tutur Ernest menatap Ayana yang masih terdiam di tempat nya, pikiran nya kacau ia tak bisa memikirkan apapun saat ini.
Ari dan Hana pun menatap Ayana sekilas, tak lama Hana menggenggam tangan Ari seraya menggelengkan kepala, tak rela jika putri nya menjadi pengantin pengganti, jelas saja karena Putri nya masih muda dan ia masih ingin sekolah yang tinggi nanti.
“Tapi putri ku masih sekolah, bagaimana mungkin dia bisa menjadi seorang istri?” ucap Ari sempat menolak, namun mendengar tawaran Ernest mendadak Ari dan Hana berpikir sejenak.
“Tidak masalah, Putri mu bahkan masih akan bisa melanjutkan sekolah nya nanti, yang jelas hari ini keluarga kita tidak di permalukan.” jelas Ernest, akhir nya setelah cukup lama berpikir Ari dan Hana pun setuju.
Namun mendadak Jordan dan Ayana yang tidak setuju, kedua calon pengantin itu justru mengungkapkan rasa tidak setuju nya bersama sama, namun mereka tidak bisa melakukan apapun karena itu sudah keputusan mutlak dari kedua orang tua mereka.
Ayana luluh kala melihat keputus-asaan sang papa dan Jordan menurut dengan perintah sang papa yang benar benar tidak menerima penolakan sedikit pun.
Tak lama tiba tiba Putri datang memasuki kamar Ariana, niat nya ingin menemui sang putri namun yang ia dapatkan justru rasa malu karena Ariana kabur dari pernikahan nya.
__ADS_1
“Tapi apa alasan nya kabur? dan dengan siapa?”
Jelas saja ia bertanya karena ia tak tahu apapun tentang kehidupan Ariana selama ini, meskipun dia yang melahirkan Ariana tapi ia tak pernah memberikan kasih sayang pada wanita itu.
Semua orang diam, mereka juga tidak tahu apapun kecuali Ayana, gadis itu hanya diam berpura pura tidak tahu mengingat nasehat sang kakak yang mengatakan jika ia sendiri yang akan mengungkapkan kebenaran tentang kandungan nya.
FLASHBACK OFF
“Sah...”
semua orang kini mengadah tangan memberikan do'a kepada dua pengantin yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri, jangan tanya bagaimana raut wajah kedua nya, tak ada senyuman, tak ada kebahagiaan yang menghampiri mereka.
Ayana memejamkan mata kala bibir lembut Jordan menyentuh kening nya, tak ada rasa gugup atau pun hati yang berdesir, yang ada hanya perasaan tidak suka karena kening nya ternodai oleh bibir Jordan.
Semua orang kini memberikan selamat kepada kedua pengantin itu, entah ingin menghibur atau apa padahal mereka tahu tak ada kebahagiaan yang terjadi pada kedua pasangan yang baru menikah itu.
“Kau pikir aku Sudi menikah dengan pria tua seperti mu?”
Sejak awal gadis itu memang sudah tidak suka dan takdir justru membuat nya menjadi istri pria yang hampir saja menjadi kakak ipar nya, Jordan menatap tajam pada Ayana, jika tidak ada orang mungkin ia sudah menyentil ginjal gadis itu.
“Jangan bertingkah, ini semua salah kakak mu.”
Mendengar kakak nya di sebut mendadak Ayana teringat pada sang kakak, entah di mana kakak nya berada saat ini, di manapun ia berada yang jelas Ayana percaya jika kakak nya baik baik saja bersama Aaron.
.
.
__ADS_1
.
Sedangkan di tempat lain, Aaron dan Ariana kini tengah berada di sebuah hotel yang terletak cukup jauh dari kediaman mereka, mereka sudah memikirkan matang matang untuk pindah ke luar negeri di mana dulu mereka berkuliah.
Ariana yang sejak tadi merasa tidak enak pun melamun di tepi ranjang seraya menunggu Aaron kembali dengan makanan lantaran wanita itu mengeluh kelaparan.
“Semua orang di rumah pasti sedang panik, mama, papa dan mommy, mereka semua pasti kecewa pada ku.”
Tak lama Ariana tersentak kaget kala merasakan sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya, wanita itu menoleh terlihat wajah tampan Aaron yang tersenyum menatap nya seraya mengecup puncak Ariana dengan lembut.
“Sedang apa?”
Ariana menggeleng, rasa nya ia masih belum percaya jika ia bisa memutuskan untuk hidup bersama ayah dari calon bayi nya ini, padahal selama ini ia sudah berusaha mengubur perasaan nya pada Aaron.
“Mana makanan nya? aku sudah lapar.”
Bukan semata mata ingin mengalihkan topik pembicaraan tapi memang saat ini perut nya sangat lapar karena sejak pagi ia belum makan apapun, Aaron pun segera meletakkan makanan yang ia beli di atas meja dan mengajak Ariana untuk duduk di sofa.
“Ayo makan, kasihan bayi kita kelaparan.” ucap Aaron mengelus perut rata Ariana dengan lembut, Ariana mengangguk lalu ikut duduk di sofa bersama Aaron.
“Apa rencana kita selanjutnya?”
Ariana yang tak tahu apapun tentang rencana selanjutnya hanya bisa bertanya, yang ia tahu mereka akan berangkat keluar negeri untuk beberapa waktu tapi kapan nya Ariana tidak tahu.
“Jangan memikirkan hal itu, aku yang akan mengurus nya, kau jaga kesehatan mu dan juga bayi kita.”
Berusaha untuk menenangkan Ariana tapi ia juga bingung sebenarnya, harus kah mereka pergi ke luar negeri terlebih dahulu atau harus mengatakan hal yang sebenarnya pada keluarga mereka?
__ADS_1