
Budayakan like setelah baca ya, Happy reading 😘
Benar saja Aaron mendapati Lora yang kini duduk di tangga depan gedung dengan kedua tangan menangkup di wajah nya,wajah nya di tekuk,bibir nya sedikit maju menandakan gadis itu tengah kesal
Aaron menghela nafas sebelum akhir nya ia melangkah kan kaki menghampiri kekasih hati nya itu,jujur ia gugup jika nanti Lora akan memarahi nya lantaran meninggalkan di acara nya sendiri
“Sayang.” ucap Aaron dengan suara pelan namun mampu di dengar jelas oleh Lora,ia sedikit mengangkat wajah menatap Pria yang kini terlihat sedikit takut
“sudah ingat aku?” ucap nya tersenyum simpul,bibir nya bergetar,air mata nya menggumpal seakan akan ingin keluar,namun sebisa mungkin ia menahan semua itu
“Maaf.” Aaron berjongkok di depan Lora sambil menarik kedua tangan Lora,menggenggam nya dengan erat dan mengecup nya sebagai tanda permintaan maaf nya
namun terlambat,Lora kini menangis sejadi jadi nya,air mata yang ia tahan sejak tadi tumpah begitu saja ketika mendengar perkataan maaf dari Aaron
“Kau tau? ini lah alasan ku meragukan perasaan mu padaku!” Perasaan yang selama ini selalu ia tahan lantaran takut akan memicu pertengkaran kini lolos dari mulut nya,Aaron hanya diam ia mengerti bagaimana perasaan Lora saat ini
Lora lah kekasih nya tapi selama ini Aaron lebih sering mementingkan Ariana dari pada Lora,ia juga tak mengerti dengan perasaan nya,ia yakin jika ia tak memiliki perasaan apapun pada Ariana tapi ia juga tak suka jika Ariana berhubungan dengan pria lain,Ia khawatir dan panik jika Ariana tak melaporkan kegiatan nya setiap hari jika ia sedang tak bersama Ariana
“Maaf kan aku,aku benar benar minta maaf.” lagi Aaron hanya bisa mengucap kan kata maaf telah menyakiti hati kekasih nya hingga menangis
“Sebenar nya kau mencintai ku atau dia?”
Deg!
Aaron tertegun mendengar pertanyaan Lora,mulut nya terasa berat untuk memilih antara Lora dan Ariana,padahal selama ini Ia selalu menjawab dengan mantap jika hati nya bertanya perasaan nya pada Ariana,namun ketika orang lain yang bertanya entah mengapa rasa nya sangat berat
“Jawab aku Aaron!” sentak Lora ketika Aaron tak langsung menjawab pertanyaan nya,jika memang Aaron mencintai nya maka tak akan butuh waktu lama bagi Aaron untuk menjawab hal semudah itu, pikir Lora
“Ariana aku..”
__ADS_1
“Ariana?” Lora berdecih ketika Aaron tanpa sengaja menyebut nama Ariana dan bukan diri nya,padahal jelas jelas kini ia lah yang tengah bersama nya,jelas saja hal itu membuktikan bahwa Aaron masih memikirkan Ariana
“Bahkan di saat bersama ku dan di saat kondisi ku seperti ini saja kau masih memikirkan wanita sundal itu?!”
“Lora!!!” Bentak Aaron yang tak suka saat Lora mengatakan Ariana wanita sundal,Untuk pertama kali nya ia membentak wanita nya itu,jujur ia tak bermaksud hanya saja ucapan Lora sudah sangat keterlaluan membuat Aaron pun tak kuasa untuk tetap lembut pada nya
“ka-kau membentak ku hanya karena wanita itu?” Lora benar benar tak percaya jika kini Aaron membentak nya hanya karena membela wanita yang bahkan tidak ada di sana,rasa nya ingin sekali ia kembali ke negara C meninggalkan pria yang baru saja menyakiti hati nya
“Maaf,aku tidak bermaksud tapi..”
“Stop! tidak perlu di jelaskan! aku cukup tau memahami situasi seperti ini Aaron!” ucap Lora meninggalkan Aaron yang kini masih bertekuk lutut tanpa berniat untuk mengejar nya
“Seperti nya kau memang benar benar mencintai wanita sundal itu!.” batin Lora
Lora pun menghentikan taksi yang kebetulan lewat,sebelum ia masuk ia masih sempat menoleh ke belakang berharap pria nya itu menghentikan nya,namun harapan nya hanyalah mimpi,Aaron bahkan belum beranjak dari tempat nya
“Lihatlah,dia bahkan tidak mengejar ku.” ucap Lora lirih mengusap air mata nya,lalu ia segera masuk ke dalam taksi
“Apa aku mencintai Ariana?” Kini hati nya berkata lain,kembali ia mengingat bagaimana dulu ia sangat suka dekat dengan Ariana,suka dengan sikap manja Ariana dan sangat benci jika ada pria yang mendekati Ariana
“Jika aku mencintai Ariana lalu apa perasaan ku pada Lora? tidak mungkin aku mencintai dua wanita sekaligus bukan?” ucap nya bermonolog pada diri nya sendiri
pikiran nya kini tertuju pada mommy nya,apa kah ia harus menanyakan hal itu pada mommy nya? memang di saat menghadapi situasi membingungkan seperti ini hanya kedua orang tua lah tempat yang bisa ia andalkan,tak ingin jika nanti nya ia mengambil keputusan yang salah lebih baik ia mendiskusikan hal itu pada orang tua nya terlebih dahulu
Aaron melajukan mobil nya menuju mansion keluarga nya,ia benar benar harus menemukan jawaban atas semua ini karena tak ingin semakin larut hingga membuat nya selalu memikirkan hal itu,ia juga tak ingin jika terlambat menyadari perasaan nya dan membuat hati nya yang akan menanggung semua
ia seperti benar benar tak mengingat Lora,di mana kini Lora,dia baik baik saja atau dia masih marah? tak terlintas sedikit pun di pikiran nya, lantaran hanya tenang Ariana lah kini yang ada di otak nya
“Bagaimana jika aku memang mencintai nya? apa dia akan menerima ku?” tiba tiba pikiran itu menyelimuti otak dan hati nya,entah mengapa ia merasa takut jika nanti Ariana menolak nya lantaran sikap tak peduli nya beberapa tahun ini
__ADS_1
Tak butuh waktu lama bagi nya untuk sampai ke mansion keluarga nya lantaran ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi
“Mom!”
Baru saja ia menginjakkan kaki nya di mansion itu kini ia sudah mendapatkan tatapan tajam dari sang mommy,entah mengapa ia mendadak merasa tatapan sang mommy menuju pada peperangan antara ibu dan anak
“Apa ini yang mommy dan Daddy ajarkan pada mu selama ini?” bukan mommy nya melainkan Daddy nya yang tiba tiba berucap yang membuat Aaron menautkan kedua alis nya,bahkan ia tak mengerti arah pembicaraan mereka
“Maksud nya?” jelas ia bertanya lantaran memang tidak paham,ia baru saja pulang namun langsung di beri pertanyaan dan tuduhan yang tidak tidak dari kedua orang tua nya
“Kenapa kau membuat Lora menangis? kau selingkuh ha?”
Aaron terbelalak mendengar ucapan mommy nya,bagaimana bisa mommy nya tahu jika ia baru saja membuat Lora menangis? bukan kah disana hanya ada mereka berdua?
“Leluhur kita belum pernah ada yang menyakiti hati seorang perempuan Aaron! jangan pernah sesekali kau mencoba nya!” ucap Agus pada nya
entah memang benar ada nya seperti itu atau ia hanya berbicara sembarangan pada putra nya yang jelas kini Agus mendapat tatapan tajam dari sang istri
“Tapi Dad..”
“Diam! siapa yang mengizinkan mu memberi alasan?” Jika mommy nya sudah bicara maka tak akan ada satu pun yang bisa membantah bahkan Daddy nya pun juga takut pada mommy nya apalagi diri nya
“kau selingkuh? menyakiti Lora? kenapa? apa kau bosan? lalu kenapa masih mempertahankan hubungan kalian? mommy benar benar kecewa pada mu Aaron!”
Aaron hanya diam mendengarkan ucapan dan pertanyaan dari mommy nya,bukan karena tak punya jawaban hanya saja ia kini tengah menuruti perintah mommy nya
“mommy bertanya Aaron!” lagi Yoonia bersuara kala Aaron tak kunjung menjawab pertanyaan nya
“Tadi suruh diam.”
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR SEMOGA SUKA DENGAN KARYA KU INI,JANGAN LUPA UNTUK LIKE,KOMEN DAN VOTE SEKALIAN RATE NYA ⭐⭐⭐⭐⭐ SESUAI PENILAIAN READERS YA,TERIMA KASIH🙏🥰