QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 56


__ADS_3

Ariana dan Ayana kini mematung kala melihat sosok sang mama di balik pintu, entah berapa lama mama nya itu berada di sana, apa mungkin dia juga mendengar percakapan antara kakak dan adik itu?


“Mama di sini? kenapa tidak bilang?” tanya Ayana yang dengan bodoh nya menanyakan hal itu membuat sang mama merasa bingung dengan pertanyaan putri nya itu.


“Kenapa? apa kalian menyembunyikan sesuatu dari mama?” tanya Hana seraya tersenyum, ia hanya bercanda tapi kedua putri nya justru menanggapi nya dengan serius, terutama Ariana, wanita itu bahkan mencubit lengan adiknya secara diam diam.


“Aww!!” pekik Ayana kala merasakan sakit di lengan nya, kuku panjang kakak nya itu ternyata sedang mencubit nya membuat gadis itu segera menjauhkan lengan nya dari tangan sang kakak.


Sedangkan Hana semakin bingung melihat tingkah aneh kedua putri nya, awalnya ia hanya bercanda tapi sekarang ia justru merasa curiga jika memang ada yang kedua putri nya itu sembunyikan dan mungkin hal ini sangat penting.


“Kalian kenapa? apa kalian sedang merencanakan sesuatu?” tanya Hana lagi pada Ariana dan Ayana namun kedua putri nya itu menggelengkan kepala nya dengan cepat tapi Hana tidak semudah itu percaya.


Entah mengapa ia merasa jika kedua putri nya sedang berbohong pada nya saat ini, melihat dari cara mereka terkejut dengan kehadiran nya dan pertanyaan yang ia lontarkan.


“Kalian yakin? kalian tidak merencanakan sesuatu untuk pernikahan mu dengan Jordan kan?” kini tatapan mata Hana tertuju pada Putri sulung nya, mengingat jika Ariana yang terlihat tidak terlalu peduli dengan pernikahan nya entah mengapa ia memikirkan hal itu.


Ariana kembali menggelengkan kepala, memang ia mendapat kan saran seperti itu dari Ayana tapi entah mengapa ia merasa tidak berani melakukan nya, setelah mendapat jawaban dari Ariana, Hana pun memilih untuk keluar dari kamar Ariana, ia sebenarnya hanya ingin memastikan jika Ariana baik baik saja dan hal itu sudah ia pastikan.


Setelah sang mama keluar, kedua adik kakak itu menghela nafas lega beruntung sang mama tidak mendengar apapun yang mereka bicarakan panjang lebar sejak tadi meskipun sang mama sedikit curiga pada mereka.


“Kau, hampir saja mama tahu semua nya.” ketus Ariana seraya memukul lengan Ayana lantaran kecerobohan Ayana, nyawa nya hampir saja berada di ujung tanduk karena jika sang mama tahu maka jelas sana Hana akan memberitahu suami nya dan entah apa yang akan terjadi pada Ariana nanti.

__ADS_1


“Maaf kak, Ayana hanya refleks saja bertanya.” ucap Ayana memelas seraya mengusap lengan nya yang baru saja merasakan tepukan maut dari sang kakak.


Kedua adik kakak itu kembali diam dalam pikiran masing masing, kini Ariana tengah memikirkan jalan mana yang harus ia ambil, sedangkan Ayana memikirkan bagaimana cara membuat kakak nya setuju untuk lari dari pernikahan bersama Aaron.


Karena di sini hanya Ariana saja yang belum setuju, sedangkan Ayana, Cellyn sudah bersedia untuk membantu nya lari dari pernikahan dan Aaron, jangan tanya tentu saja pria itu setuju untuk hidup bersama dengan Ariana dan calon bayi mereka.


“Kak, pilihan kakak saat ini hanya dua, yaitu jujur dari sekarang atau lari dari pernikahan kakak.”


Lagi lagi Ayana memberikan saran yang sangat menjengkelkan bagi Ariana, dua dua nya tidak bisa Ayana lakukan dan rasa nya ia ingin menendang adik nya itu agar segera keluar dari kamar nya karena hanya menambah pusing Ariana saja.


“Kau pikir semudah itu? apa kau ingin membuat mama dan papa malu?” ketus Ariana.


Sedangkan Ayana kini hanya menatap kakak nya dengan perasaan kesal, kenapa justru diri nya yang disalahkan? padahal tidak pun diri nya menyarankan hal itu maka kedua orang tua nya juga akan merasakan malu saat tahu Ariana tengah hamil.


Kini giliran Ayana yang berbicara ketus pada Ariana membuat wanita itu kini diam karena malu dengan ucapan adik nya, benar juga memang diri nya yang membuat masalah tapi kenapa ia justru menyalahkan Ayana.


“Ah sudah lah sana keluar.” ucap Ariana yang kini ingin sendirian saja di kamar memikirkan jalan yang akan ia ambil untuk masa depan nya nanti, jika berada di kamar berdua dengan Ayana hanya akan membuat kepala nya sakit.


Ayana pun menurut setelah ia mengotori pikiran kakak nya untuk menerima Aaron, ia yakin jika kakak nya akan setuju nanti dan rencana nya dan Cellyn akan berjalan dengan sangat lancar.


Kini tinggal lah Ariana di kamar nya sendirian, wanita itu menatap kalender kecil milik nya seraya menghitung tanggal pernikahan nya.

__ADS_1


“7 hari lagi, dan aku harus segera membuat keputusan.” gumam Ariana seraya memejamkan kedua mata, tanpa di sadari tangan nya bergerak menyentuh perut datar nya, entah mengapa ia tiba tiba saja mengelus perut nya dengan lembut.


“Bantu ibu sayang.” tanpa ia sadari kata kata itu keluar dari mulut nya membuat Ariana seketika membuka kedua mata nya terkejut dengan apa yang baru saja ia ucapkan, seketika ia menjauhkan tangan dari perut nya.


“Tidak tidak, kenapa aku melakukan nya?” ucap Ariana membatin.


Tak lama terdengar deringan dari ponsel nya, Ariana pun kembali meraih ponsel nya seraya menatap layar ponsel, kali ini bukan Aaron melainkan Jordan yang menghubungi nya, entah mengapa rasanya lebih malas dari pada saat mengangkat telepon dari Aaron.


Tapi mau tidak mau ia harus tetap mengangkat telepon Jordan karena bisa saja pria itu mengadu pada papa Ariana dan membuat Ariana harus menerima Omelan dari sang papa.


“Halo?” ucap Ariana malas, terdengar dari suara nya yang begitu lemah dalam berbicara.


“Kau sedang apa? mau makan di luar?” tanya Jordan membuat Ariana mendadak ingin makan sesuatu ketika Jordan menawarkan makanan pada nya.


Wanita itu kemudian mengangguk seraya tersenyum lalu menyetujui nya dengan penuh semangat, ini pertama kali nya Ariana merasa sangat bahagia makan di luar bersama Jordan karena biasanya wanita itu selalu menolak.


“Baiklah akan ku jemput.” ucap Jordan juga tak kalah semangat nya dengan Ariana mendengar suara wanita itu yang benar benar merasa sangat bahagia saat ia mengajak nya untuk makan di luar.


Ia tak tahu saja jika kebahagiaan Ariana saat ini akan menjadi malapetaka untuk nya nanti karena yang tengah menginginkan makan di luar adalah bayi yang ada di dalam kandungan Ariana.


Setelah menutup telepon Ariana kemudian bersiap siap, tanpa ia sadari kini sepasang mata tengah mengintai nya dari balik pintu, sedikit banyak nya ia tahu jika Ariana baru saja berbicara dengan calon suami nya.

__ADS_1


“Jadi dia akan keluar bersama pria itu? akan ku beritahukan pada kak Aaron.” ucap Ayana seraya menghubungi Aaron secara diam diam untuk memberitahu pria itu agar mengganggu Ariana dan Jordan.


__ADS_2