QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 52


__ADS_3

Ariana akhir nya bisa bernafas lega saat Aaron melepaskan diri nya lantaran beberapa orang yang lewat di hadapan mereka.


“Kau beruntung kali ini, ayo!” bisik Aaron lalu menarik tangan Ariana menuju sebuah ruangan.


Mereka masuk lalu terlihat seorang dokter yang sudah menunggu mereka di meja nya, Aaron pun memberikan sapaan pada dokter wanita yang tak lagi muda itu


Ariana pun ikut memberi sapaan pada dokter itu setelah Aaron, lalu kemudian ia diam lantaran tak tahu sedang apa ia di sana.


“Dia istri saya dok.”


Ariana membulatkan mata kala mendengar Aaron yang memperkenalkan nya sebagai istri, ia benar benar tak menyangka jika pria itu akan melakukan hal itu di depan orang lain, entah apa tujuan nya


“Boleh saya tahu apa keluhan yang ibu alami?” tanya Dokter itu tiba tiba pada Ariana membuat Ariana kebingungan.


Memang apa yang terjadi pada diri nya? bukan kah yang sakit adalah Aaron? kenapa justru dia yang di tanya?


“Bukan saya dok, tapi dia.” ucap Ariana menunjuk pada Aaron, membuat dokter itu terkekeh mendengar jawaban Ariana, ia mengira jika Ariana masih belum tahu alasan Aaron membawa nya kesini.

__ADS_1


“Jadi begitu, tapi hal ini belum pernah terjadi sebelum nya, karena tidak mungkin seorang pria bisa hamil.” ucap Dokter itu seraya terkekeh.


“Saya juga tidak pa... what? hamil?” ucap nya sedikit meninggi lantaran merasa terkejut dengan ucapan dokter itu.


Apa maksud nya hamil? dan siapa yang dokter maksud kan? diri nya? mustahil!


Seketika Ariana membeku mengingat dirinya memang sudah terlambat datang bulan namun ia tak berpikir jika diri nya tengah hamil.


“Ti-tidak dok, seperti nya di sini hanya ada kesalahpahaman.” ucap Ariana seraya melambaikan tangan nya.


Aaron mendelik, kesalahpahaman apa maksud nya? sudah jelas sikap aneh yang Ariana tunjukkan adalah gejala kehamilan.


Ariana meraih benda itu dengan tangan bergetar, sumpah demi apapun ia benar benar takut saat ini, bagaimana jika ia memang benar benar hamil? apa yang harus ia katakan pada kedua orang tua nya nanti?


Dokter pun meminta seorang perawat untuk membantu Ariana menggunakan alat itu, sembari menunggu, Aaron dan dokter itu pun mulai berbincang.


Layak nya seorang suami, Aaron mempertanyakan beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil termasuk kegiatan malam, entah apa tujuan nya menanyakan hal itu.

__ADS_1


sekitar 10 menit berlalu akhirnya Ariana kembali dengan wajah murung, Aaron yang melihat kedatangan Ariana jelas saja bangkit dari duduk nya dan segera menghampiri wanita itu.


“Bagaimana hasil nya?” tanya Aaron kemudian.


Ariana tak menjawab, ia terus saja menunduk seraya memegang erat benda itu di tangan nya, Aaron yang merasa tak sabar pun segera meraih benda itu dari tangan Ariana.


“Oh my God! kau benar benar hamil? sudah ku katakan bukan kau akan mengandung benih ku!” ucap Aaron bahagia bahkan ia sempat meloncat beberapa kali lantaran merasa sangat bahagia.


Sedangkan Ariana justru kini menangis seraya duduk di lantai membuat dokter dan perawat itu merasa bingung dengan reaksi kedua manusia yang mengaku sebagai suami istri itu.


Bagaimana tidak? kabar baik yang harus nya di senangi semua orang justru kini mendapat reaksi yang berbeda dari calon orang tua itu.


“Sebenarnya mereka itu bahagia atau sedih?” bisik Dokter itu pada perawat yang membantu Ariana, Perawat itu menggeleng, sama hal nya dengan dokter, ia juga merasa bingung melihat sepasang suami istri itu.


Setelah melakukan tes dan juga USG, kini Aaron dan Ariana keluar dari ruangan itu dengan raut wajah yang berbeda, jika Aaron keluar dengan full senyum, maka berbeda dengan Ariana yang keluar dengan full merengut


“Siapkan dirimu karena aku akan mengumumkan hal ini pada keluarga kita.”

__ADS_1


Deg!


__ADS_2