QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 22


__ADS_3

Tubuh Ariana terhuyung ke depan kala Aaron menginjak pedal rem secara mendadak, meskipun kepepet beruntung kecelakaan bisa di hindari, mobil yang tiba tiba berhenti di depan mobil yang kini Ariana dan Aaron tumpangi terlihat familiar di mata Ariana


Berulang kali ia menajamkan penglihatan nya demi memastikan jika yang ia lihat memang benar benar mobil sang papa,Arian ketar ketir kala melihat seseorang yang keluar dari mobil tersebut,dan benar saja papa nya lah yang keluar dari mobil itu dengan wajah sangar menghampiri mobil Aaron


Tak butuh waktu lama ia sampai dengan langkah besar nya lalu ia mengetuk kaca mobil Ariana,Ariana terkejut lantaran tak menyangka jika papa nya tahu ia tengah bersama dengan Aaron


“Kenapa papa mu terlihat marah?” tanya Aaron bingung lantaran merasa sebelum nya paman Ari nya baik baik saja saat bertemu dengan Aaron di malam itu,lagi pula Ia tak pernah marah jika Ariana pergi dengan nya namun kenapa sekarang berbeda,pikir Aaron


Ariana meneguk Saliva,ia bingung harus bagaimana,akhir nya ia meminta Aaron untuk segera membuka kan pintu mobil nya agar Ariana bisa segera membawa papa nya untuk menjauh dari sana


“Buka pintu nya dan jangan keluar,kau paham?” ujar Ariana mengarahkan satu jari tepat di hadapan Aaron


Aaron menuruti permintaan pertama Ariana namun ia tak menuruti permintaan kedua Ariana yang meminta nya untuk tidak keluar,pria itu menyusul keluar kala melihat Ariana menghampiri papa nya yang kini terlihat amat marah


Ia yang merasa kebingungan jelas ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada uncle nya itu


“Om,ada apa? kenapa Om terlihat marah?”


Ari yang hampir pergi dari sana setelah mendapat bujukan dari Ariana pun kini menghentikan langkah nya lalu berbalik menatap Aaron yang kini berdiri di depan nya


“Brengsek! kau berani menunjukkan wajah mu di depan ku?!” pekik Ari melayangkan satu tinjuan di wajah tampan Aaron,namun pria itu tak melawan lantaran sudah menganggap Ari sebagai papa nya


Ia kembali bangkit dari jalan setelah terhuyung jatuh akibat pukulan dari papa Ariana. “Kenapa Om memukul Aaron?” tanya Aaron setelah mendapat kan satu bogem


“Kau bertanya? apa kau pikir aku tidak tahu bagaimana sikap mu pada Putri ku?”


Deg!


Aaron membeku kala mendengar ucapan papa Ariana,ia tak menyangka jika Ariana akan menceritakan hal itu pada papa nya

__ADS_1


“Kau terkejut? Cih,pecundang!” ucap Ari lalu menarik tangan Ariana membawa nya masuk ke dalam mobil meninggalkan Aaron yang kini termenung


Melihat Ariana di bawa paksa oleh sang papa membuat Aaron mengejar nya dengan cepat,ia benar benar takut jika tidak akan pernah bertemu dengan Ariana setelah hari ini


“Om,jangan jauhkan Ariana dari Aaron om,Aaron mohon.”


Plak!


Seperti tak ada puas puas nya,kini Ari kembali melayang kan tangan nya di wajah Aaron,ia tak peduli jika Aaron adalah anak dari sahabat nya,ia pun tak masalah jika nanti harus berurusan dengan Agus lantaran ia tak terima jika Putri nya di perlakukan dengan semena mena oleh pria muda ini


“Mulai sekarang jangan harap bisa menemui Putri ku! dan pertunangan Ariana akan segera di percepat agar kau tidak bisa mengganggu Putri ku lagi!” ucap Ari sebelum akhir nya ia masuk ke dalam mobil


“Ariana!! Ariana!!” pekik Aaron kala mobil yang Arian tumpangi kini bergerak melaju meninggalkan nya,ingin mengejar pun sia sia lantaran papa nya juga akan melarang mereka bertemu


Tak lama kemudian ponsel nya berdering menampilkan nama Beno asisten nya yang kini menjadi teman nya lantaran usia mereka yang sama,masih dalam keadaan emosi membuat Aaron mengangkat telepon nya dengan emosi pula


“Apalagi sialan!” pekik nya


“Batalkan!” ucap Aaron memutuskan panggilan nya secara sepihak lalu ia kembali masuk ke dalam mobil nya melakukan kendaraan nya itu menuju rumah nya dengan kecepatan tinggi


Sedangkan kini Beno hanya bisa mengelus dada kala merasakan kemarahan bos nya yang belum pernah ia rasakan selama ini, meskipun bukan salah nya tetap saja ia ketakutan


“Gilak! marah nya ngeri bos.”


.


.


.

__ADS_1


Mobil Ariana dan papa nya kini memasuki pekarangan rumah mereka,dengan langkah besar Ari berjalan memasuki rumah nya itu tanpa menunggu Ariana terlebih dahulu


Ariana pun dengan cepat mengikuti sang papa,ia kini benar benar takut jika nanti papa nya akan meluapkan kekesalan pada nya lantaran ia berani bertemu dengan Aaron setelah di larang keras oleh papa nya


“Kau mau jadi anak durhaka Ariana?!” pekik Ari ketika mereka sudah berada di dalam rumah,jelas suara Ari menarik perhatian Hana yang tengah berada di dapur,dengan cepat ia keluar dari dapur dan menghampiri suami dan Putri nya


“Mas,ada apa? kenapa marah marah sama Ariana?” tanya Hana ketika melihat suami nya yang kini menatap Putri nya dengan tajam,sedang kan Ariana kini menunduk tanpa berani menatap papa nya


“Putri mu sekarang bercita cita jadi anak durhaka.” ucap Ari pada Hana,tentu wanita itu terbelalak dengan ucapan suami nya,ia tidak suka jika Ari mengatakan hal sembarangan seperti itu lantaran ia yakin jika ucapan adalah do'a


“Hust,ngomong sembarangan aja!” ucap Hana mencubit lengan suami nya itu


“Mas gak ngomong sembarangan,tanya saja sama putri mu ini.” ucap Ari menunjuk Ariana dengan wajah nya


“Enggak pah,Ariana gak mau durhaka sama papa.” ucap Ariana kemudian,bak seperti anak kecil yang tengah di marahi,Ariana kini hanya bisa menunduk dengan bibir yang di lipat lantaran merasa takut


“Kenapa masih menemui nya padahal papa sudah melarang mu?”


“Ana cuma ingin menemui nya untuk memberi nya penegasan untuk tidak mengganggu Ana lagi.” ucap Ariana jujur lantaran tujuan nya menemui Aaron memang untuk itu,namun setelah bertatap muka dengan pria itu seketika tujuan awal nya menghilang entah kemana


“Lalu apa yang kau dapat kan? sebuah ciuman kan?”


Jleb!


Tubuh Ariana semakin gemetar kala sang papa juga mengetahui jika Aaron sempat mencium nya di depan banyak orang,jelas ia semakin takut lantaran kini ia dan Aaron sama sama memiliki calon tunangan, bukan kah mereka bisa di katakan selingkuh?


“Jangan membuat papa malu Ariana! kau sudah menyetujui untuk bertunangan dengan Jordan,jangan mempermalukan keluarga mu hanya demi pria brengsek seperti Aaron!”


“Ario Prasetya Darmawan!”

__ADS_1


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA KU SAMPAI BAB INI, SEMOGA READERS SUKA DAN MOHON DUKUNGAN UNTUK KARYA KU YA DENGAN LIKE KOMEN DAN VOTE SEKALIAN RATE NYA SESUAI PENILAIAN READERS,TERIMA KASIH 🥰🙏


__ADS_2