
Sesampainya di rumah, Ariana langsung masuk menuju kamar nya, beruntung saat pulang kondisi rumah masih sangat sepi hingga membuat nya dengan mudah masuk ke dalam kamar tanpa bertemu dengan siapapun kecuali asisten rumah nya.
Ariana pun segera masuk ke dalam kamar mandi nya untuk membersihkan diri, meskipun ia sudah mandi di kamar Cellyn namun entah mengapa ia merasa itu belum cukup untuk membersihkan diri nya.
Setelah berlama lama di kamar mandi, akhir nya ia keluar dengan rambut basah lalu duduk di depan cermin kamar nya, ia menatap pantulan wajah nya di cermin dengan tangan yang kini meraba area dada nya di mana banyak bekas kepemilikan yang ditinggal kan Aaron
“Sial! kenapa susah sekali menghilangkan nya?” pekik nya seraya menggosok bekas itu berharap jika bekas itu akan menghilang, namun tentu saja hal itu sia sia
Tak kehabisan akal, Ariana pun mengambil foundation lalu memakai nya dengan tebal agar bisa menutupi bekas itu, Arisan tersenyum kala melihat bekas itu yang tertutup tanpa terlihat sedikit pun, namun ia akan tetap memakai pakaian dengan kerah leher tinggi
Ia masih meringis kala merasakan perih di bagian inti nya saat menggerakkan kaki nya, bahkan ia sedikit khawatir takut jika terjadi sesuatu yang tidak baik pada bagian inti nya
“Apa aku periksa ke dokter saja? tidak tidak, jangan bodoh Ariana lebih baik kau menahan nya, mungkin beberapa hari lagi rasa sakit nya akan hilang.” ucap Ariana meyakinkan diri nya
Tatapan nya kini tertuju pada ranjang milik nya yang terlihat masih sangat rapi, berbeda sekali dengan ranjang Cellyn yang ia tempati kemarin malam, sangat berantakan setelah pergulatan panas nya dengan Aaron, bahkan ada bercak darah milik nya di sana
Ariana membulat kala mengingat bercak darah nya masih ada di seprai milik Cellyn, pikiran nya tidak karuan saat ini, panik, takut semua bercampur, tanpa di sadari ia menghubungi Aaron untuk meminta bantuan dari pria itu
“Halo?” ucap Ariana setelah beberapa saat menunggu Aaron untuk mengangkat telepon nya
“Halo? ada apa? kau berubah pikiran?” tebak Aaron kala terkejut melihat wanita itu menghubungi nya saat ini
Bukan nya menjawab pertanyaan Aaron, Ariana justru memberi nya perintah agar segera masuk ke dalam kamar Cellyn dan mengganti seprai milik Cellyn sebelum ada yang masuk ke kamar itu
Aaron mengerutkan kening lantaran tak mengetahui jika Ariana sudah pulang dari rumah nya, ia mengira jika Ariana masih berada di dalam kamar Cellyn
“Kau sudah pulang?” Tanya nya yang sedikit terkejut lantaran tak menyadari kapan wanita itu keluar dari rumah nya
“Sudah, sekarang cepat lah kekamar Cellyn dan ganti seprai nya!” pinta Ariana lagi
__ADS_1
Mendengar hal itu jelas saja Aaron bingung, kenapa harus mengganti seprai ranjang Cellyn? dan kenapa harus ia yang melakukan padahal hal itu biasa di lakukan oleh asisten rumah nya
“Tapi kenapa aku?” tanya nya tak mengerti
Ariana menghela nafas seraya menahan geram, bisa bisa nya pria itu bertanya kenapa harus dia yang melakukan padahal jelas Ariana menyuruh nya agar tak ada yang tahu apa yang terjadi pada mereka kemarin malam
“Kau ingin semua orang tahu yang terjadi pada kita kemarin malam ha? bercak darah nya masih ada di sana!” pekik Ariana
Namun Aaron justru memberikan respon yang berbeda, bukan nya terkejut Aaron justru terlihat biasa saja seraya menggaruk tengkuk nya
“Sudah? lalu kenapa kalau mereka semua tahu? itu bagus kan jadi aku bisa bertanggung jawab pada mu.” ucap nya Santai
Sedang kan Ariana kini hanya bisa menahan geram mendengar ucapan santai Aaron yang seakan akan tak mempermasalahkan hal itu, jujur saja Ariana juga awal nya tak mempermasalahkan hal itu jika memang mereka ketahuan
Namun pikiran nya kini berubah kala mendengar penjelasan Aaron yang begitu menyakitkan di hati nya. “Sudah aku bilang aku tidak Sudi menikah dengan mu! sekarang cepat lakukan perintah ku!”
Aaron pun segera berjalan menuju kamar Cellyn, mata nya terbelalak kala melihat asisten rumah nya yang juga berjalan menuju kamar Cellyn, jelas saja Aaron dengan cepat mengayunkan langkah nya agar sampai lebih dulu dari pada asisten itu
“Mbak?” panggil Aaron kala melihat mbak Ningsih yang sudah memegang gagang pintu kamar Cellyn
Ningsih berbalik kala mendengar seseorang yang memanggil nama nya, Ia sedikit menunduk lalu memberikan sapaan selamat pagi pada putra majikan nya itu
“Ada apa ya den?” tanya Mbak Ningsih
Aaron terlihat diam seraya memutar otak untuk mencari jawaban yang tepat agar bisa membuat mbak Ningsih pergi dari sana terlebih dahulu
“Tolong siapkan susu dan roti selai coklat untuk saya dan bawa ke kamar ya.”
mendengar itu Ningsih pun menurut lalu memilih turun ke dapur membuat kan susu dan roti seperti yang majikan nya ingin kan
__ADS_1
Melihat Ningsih pergi membuat Aaron dengan segera masuk kekamar Cellyn lalu buru buru mengganti seprai Cellyn, setelah selesai mengganti seprai nya Aaron yang tak bisa berpikir dengan jernih pun membawa seprai bekas pergulatan nya dengan Ariana masuk ke kamar nya lalu menyembunyikan nya di dalam lemari pakaian nya yang paling bawah
“Di sini saja.” ucap Aaron seraya meletakkan seprai itu di dalam lemari nya
Tak lama kemudian mbak Ningsih datang dengan segelas susu dan sepotong roti di tangan, Aaron meminta agar pesan nya di taruh di atas meja lalu mbak Ningsih pun keluar dari kamar nya
Tak lama kemudian ponsel nya kembali berdering, tertera nama Ariana di sana membuat nya segera mengangkat teleponnya
“Sudah?” tanya Ariana to the point
“Hm, sudah.” ucap Aaron datar lalu mematikan sambungan telepon itu secara sepihak lantaran merasa kecewa dengan Ariana yang memilih untuk menyembunyikan hal ini dari semua orang
Ariana hanya bisa menatap layar ponsel nya setelah Aaron memutuskan sambungan telepon nya, kening nya berkerut memikirkan mungkin kah pria itu tengah marah pada nya? pikir Ariana
Tok tok tok
Arian berbalik kala mendengar suara ketukan di pintu, terlihat sang mama yang kini memasuki kamar nya dengan senyuman manis, jujur melihat senyuman tulus itu Ariana rasanya ingin berkata jujur saja pada sang mama
“Kau sudah pulang? kenapa cepat sekali?” tanya Hana pada sang putri seraya membelai rambut Ariana dengan lembut
Ariana menggelengkan kepala nya. “Tidak apa ma, Ariana hanya merasa tak nyaman di sana.” ucap Ariana tak berbohong
Nyatanya ia memang merasa tak nyaman berada di sana setelah mendengar ucapan Aaron yang menyakitkan
Hana mengangguk seraya menatap lekat kedua manik mata Putri nya yang terasa sedikit berbeda
“kau baik baik saja? kenapa mata mu sembab?”
deg!
__ADS_1