QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 59


__ADS_3

Kini keluarga pengantin pria sudah memasuki acara, mereka di sambut baik oleh keluarga Ariana namun sedetik kemudian terjadi kekacauan lantaran pengantin wanita yang mendadak menghilang dari kamar nya.


“Ma, kak Ariana tidak ada di kamar nya.” bisik Ayana pada sang mama di saat Hana tengah menyambut para tamu, tentu hal itu membuat Hana terkejut seraya menatap wajah Putri bungsu nya itu.


“Bagaimana mungkin? kau sudah mencari keseluruh ruangan?” tanya Hana sedikit panik namun ia berusaha untuk tenang agar tidak memancing kecurigaan orang orang di sana terutama keluarga Jordan.


Ayana mengangguk, namun dalam hati nya tersenyum untuk apa ia mencari sang kakak karena dialah yang membantu Ariana pergi dari sana dan tentu untuk bertemu dengan Aaron yang sudah menunggu di halaman belakang.


Hana pun segera menghampiri sang suami yang tengah berbicara pada beberapa kolega bisnis nya, Hana menarik tangan Ari agar segera mengikuti nya, Ari pun menurut dan ikut dengan Hana di pojokan.


“Ada apa? apa terjadi sesuatu?”


Suara nya masih lembut begitu pun perlakuan nya, ia bahkan masih bisa mengusap pipi sang istri dengan lembut nya padahal wajah Hana saat ini terlihat sangat panik, Hana mengangguk cepat.


“Ariana tidak ada di kamar nya.” ucap Hana sedikit pelan takut jika ada yang mendengar perkataan nya dan tentu hal itu akan menjadi bencana besar.


Ari mengerutkan kening, wajah nya masih sangat tenang mengira jika mungkin putri sulung nya itu berada di balkon atau di kamar mandi, Ari pun berusaha menenangkan Hana yang sudah panik duluan.


“Tenang saja sayang, mungkin Ariana sedang di kamar mandi.”


Ingin sekali rasa nya Hana percaya tapi Ayana sudah mengatakan jika ia sudah mencari ke seluruh ruangan dan Ariana tetap tidak di temukan di mana pun, Hana pun mengajak Ari agar segera ke kamar Ariana memastikan keberadaan putri mereka.


“Ayo kita lihat.” ucap Hana seraya menarik tangan Ari membawa nya menuju kamar Ariana, ia tidak akan tenang jika tidak melihat langsung keberadaan Ariana.


Namun tak ada yang mereka temukan selain Ayana yang sudah berada di sana lebih dulu, Ari mencoba mencari Ariana ke setiap sudut kamar itu namun seperti nya Ariana memang tidak berada di sana.


“Dia benar benar hilang? pergi? atau di culik?”

__ADS_1


Kini ia mulai panik, takut jika terjadi sesuatu pada putri nya ia masih tidak berpikir jika putri nya akan sanggup meninggalkan acara pernikahan nya dan membuat malu keluarga, ia tahu Ariana bukan anak yang seperti itu.


“Seperti nya kak Ariana pergi pa, Ayana menemukan surat ini.”


Ayana menyerahkan sepucuk surat pada sang papa, Ari dan Hana pun segera membaca surat dari Ariana yang mengatakan bahwa ia meminta maaf karena harus pergi di acara pernikahan nya, bukan tanpa alasan tapi ia pergi karena tidak ingin membuat malu keluarga.


Setelah membaca surat itu, jangan tanya bagaimana reaksi Ari, ia benar benar kecewa, marah pada sang putri yang justru memilih pergi di hari pernikahan nya.


“Tidak ingin membuat malu katanya? dengan dia pergi di hari pernikahan maka itu juga membuat malu keluarga! astaga Ariana! apa yang ada di otak anak itu!” sentak Ari kini mulai menggila, pria itu bahkan menjambak rambut nya frustasi memikirkan kelakuan Putri sulung nya.


Sedangkan Hana mencoba untuk menenangkan suami nya Yang sedang marah itu, ia tahu Ariana pasti memiliki alasan untuk melakukan hal itu, dia saat keluarga mereka tengah bingung, di sisi lain keluarga Jordan tengah menahan amarah di balik pintu.


“Apa apaan ini tuan Ari! kenapa bisa Ariana kabur di hari pernikahan nya?!!”


Papa Jordan mendadak berbicara di balik pintu bersama istri dan putra nya, mereka benar benar kecewa mendengar calon menantu mereka yang kabur, bukan hanya keluarga Ari tapi keluarga nya juga akan di permalukan jika pernikahan ini batal.


“Jika memang tidak ingin menikah kenapa tidak dikatakan sejak awal?!”


Sudah terlanjur emosi, tak ada alasan yang bisa di terima untuk sikap Ariana, Jordan juga hanya diam seraya termenung padahal hari ini adalah hari yang ia tunggu tunggu, tapi kenapa justru berakhir seperti ini?


“Maaf, kami benar benar minta maaf.” ucap Ari kini benar benar merasa tidak ada harga diri nya lagi di hadapan keluarga Jordan, ia benar benar merasa malu.


Bukan maaf saat ini yang di perlukan keluarga Jordan melainkan pengantin pengganti, jika Ariana tidak bisa di temukan maka harus ada pengantin pengganti agar pernikahan ini tidak batal dan keluarga mereka tidak akan malu.


“Tidak ada pilihan lain, jika kalian ingin di maafkan maka kalian harus mencari pengantin pengganti untuk anak ku.”


Tak hanya keluarga Ari tapi keluarga nya sendiri juga sama terkejut nya, terlebih Jordan yang begitu terkejut mendengar penuturan sang papa, pengantin pengganti maksud nya? jadi dia akan menikah dengan wanita lain begitu?

__ADS_1


“A-apa maksud anda?” tanya Ari yang entah mengapa menolak mengerti.


“Jika tidak ingin keluarga kita di permalukan maka harus ada pengantin pengganti Ariana bukan? tapi saya tidak ingin sembarangan wanita untuk putra saya.” jelas papa Jordan pada Ari.


Ari menatap Hana yang tengah mengangguk pada nya, jika itu jalan satu satu nya maka mereka akan mencarikan pengantin pengganti untuk Jordan, tapi siapa? keluarga Jordan tidak menginginkan orang sembarangan yang bibit bobot nya tidak jelas.


“Pa! Jordan tidak mau menikah dengan orang lain selain....”


Ucapan nya terhenti kala telapak tangan sang papa kini berada di depan wajah nya, tanpa bersuara ia tahu jika papa nya tidak menerima penolakan saat ini.


“Kali ini papa tidak akan mendengar kan mu, jika papa bilang menikah maka kau harus menikah dengan wanita yang papa pilih!”


Jordan pasrah karena ia tahu percuma saja membantah perintah sang papa karena hal itu akan berdampak buruk pada nya, tapi siapa wanita yang akan di nikahkan pada nya? dimana mereka akan mencari wanita pengganti?


“Apa anda sudah memikirkan seseorang untuk menggantikan posisi putri mu tuan Ari?”


Ari menggelengkan kepala, sama sekali ia belum bisa memikirkan siapapun lantaran memang ia tidak memiliki saudara yang sedang lajang saat ini, begitu pun Hana ia hanya memiliki keponakan keponakan kecil.


“Boleh aku memberi saran? Putri mu dua, satu pergi dan yang satu nya di sini, apa kau sudah tidak berniat untuk berbesan dengan ku?” tanya papa Jordan kini menatap Ayana yang berdiri tak jauh dari mereka.


Ari dan Hana mengerutkan kening mendengar ucapan papa Jordan, lalu tatapan mereka kini tertuju pada Ayana.


“Maksud nya Ayana? tidak dia masih 17 tahun, dia masih kecil bahkan belum tamat sekolah!” sentak Hana yang tak terima Putri kecil nya di jadikan pengantin pengganti.


“Tapi beberapa bulan lagi dia tamat sekolah dan umur nya juga sudah 18 tahun.”


“Tidak!!!”

__ADS_1


__ADS_2