QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 71


__ADS_3

Seminggu berlalu kini keadaan sudah mulai normal, tak ada terdengar tangisan kecil Ariana di malam dan pagi hari lagi lantaran masih merasa bersalah atas apa yang terjadi pada janin nya.


Hari ini Ariana menjalani peran nya sebagai seorang istri yang baru saja menikah dengan suami nya, hal yang belum pernah ia lakukan semenjak menikah lantaran keadaan kandungan nya yang sangat lemah.


“Bye, nanti akan ku bawakan makan siang.”


Ariana melambaikan tangan pada Aaron yang kini berada di dalam mobil menuju kantor nya, ini pertama kali nya wanita itu mengantar suami nya berangkat kerja hingga ke depan pintu utama karena biasanya ia hanya bisa duduk di ranjang saja.


Aaron juga tersenyum seraya melambaikan tangan pada istri nya yang semakin hari terlihat semakin sehat, beruntung istri nya itu tidak terlalu larut dalam kesedihan hingga Aaron bisa melihat senyuman Ariana kembali.


Sang sopir pun melajukan kendaraannya namun bukan menuju kantor melainkan menuju kediaman orang tua Aaron, hari ini Aaron akan menemui kedua orang tua nya untuk memberitahu mereka apa saja yang ia ketahui tentang Cellyn di sekolah.


Ya, semenjak merasa curiga pada Ayana, Aaron kemudian memutuskan untuk memata matai Cellyn di sekolah nya, dan betapa terkejutnya pria itu kala mendapatkan informasi jika adik nya itu di sekolah sangat bar bar.


Cellyn suka mengancam dan membully siswi lain yang berpotensi akan mengalahkan nilai nya di sekolah, dan hanya dengan menyebutkan nama orang tua nya saja sudah bisa membuat siswi siswi di sana ketakutan.


Aaron benar benar tidak percaya jika adik nya yang sangat manja dan imut bisa melakukan hal itu pada siswi lain, pantas saja ketika Aaron mengantar Cellyn ke sekolah, tatapan para siswi di sana sangat berbeda ketika menatap Cellyn.


“Kecil kecil sudah jadi preman, besar nya mau jadi apa?”


Gumam Aaron yang kini benar benar kecewa pada adik satu satu nya itu, ralat bukan satu satu nya lagi karena kini mommy nya tengah mengandung anak ketiga, hal yang memang sejak dulu sudah di nantikan oleh Aaron dan Cellyn.


Tak butuh waktu lama untuk Aaron sampai di kediamannya, kedua orang tua nya juga sudah menunggu di rumah karena Aaron memang sudah mengatakan jika akan datang untuk membicarakan sesuatu.


Yoonia juga ada di sana, memang dalam keadaan begini tidak baik bagi nya mendengar berita buruk, namun ia tidak mau kejadian seperti Aaron dan Ariana terjadi dan ia tak tau apapun tentang itu.

__ADS_1


“Selamat pagi Mom, dad.”


Sapa Aaron pada kedua orang tua nya, Yoonia dan Agus pun menoleh seraya mengangguk, akhir nya kedatangan orang yang mereka tunggu sudah tiba, mereka memang sangat penasaran dengan apa yang akan Aaron katakan pada mereka.


“Apa yang ingin kau bicarakan? apa Ariana baik baik saja?”


Tanya Yoonia yang khawatir jika Ariana kembali sakit, Aaron mengangguk lantaran istri nya baik baik saja bahkan jauh lebih baik dari sebelum nya, Aaron kemudian duduk di hadapan kedua orang tua nya seraya mengeluarkan beberapa foto perbuatan Cellyn dan menunjukkan nya pada kedua orang tua nya.


“Ini kelakuan Cellyn di sekolah nya.”


Ucap Aaron seraya menyerahkan beberapa foto Cellyn yang tengah membully dan mengerjai siswi siswi cupu di sekolah nya, Yoonia dan Agus pun segera meraih foto foto itu dan betapa terkejutnya mereka melihat foto Cellyn yang benar benar terlihat berbeda dari biasanya.


“Apa yang anak ini sedang lakukan?”


Tanya Yoonia yang kurang mengerti dengan maksud dari foto itu, Aaron kemudian mengeluarkan ponsel nya dan memperlihatkan Video di mana Cellyn tengah mengerjai gadis cupu di toilet.


“Apa apaan ini, kenapa dia begini?”


Tanya Yoonia setelah melihat video yang Aaron berikan pada nya, Aaron kemudian menjelaskan jika Cellyn sedang mengancam dan mengerjai siswi siswi yang memiliki nilai tinggi dan berpotensi bisa mengalahkan nilai nya dalam pelajaran.


Yoonia yang mendengar itu semakin tersulut emosi, pasal nya selama ini ia selalu membanggakan putri nya yang cerdas itu dan selalu mendapat peringkat pertama di kelas nya, tapi saat ini ia benar benar marah lantaran tahu Cellyn mendapat kan peringkat tertinggi dengan hasil mengancam siswi lain.


Yoonia kemudian menatap suami nya yang masih diam di tempat setelah melihat dan mendengar apa yang Aaron sampaikan pada nya, ia benar benar merasa gagal mendidik seorang putri.


“Lihat? ini semua didikan mu! kau selalu memanjakan nya dan lihat apa yang dia lakukan pada siswi lain!”

__ADS_1


Sentak Yoonia yang mulai menyalahkan suami nya lantaran memang selama ini suami nya itu lah yang selalu memanjakan Cellyn bahkan mereka sering bertengkar hanya karena Cellyn.


“Ini tidak bisa dibiarkan! sekarang ayo ke sekolah Cellyn!”


Agus dan Aaron pun mengangguk menurut saja apa yang Yoonia inginkan, biarkan lah seorang ibu yang memberikan hukuman untuk kesalahan putri nya, Agus dan Yoonia melaju dengan mobil milik mereka, sedangkan Aaron melaju dengan mobil milik nya.


Sepanjang perjalanan Yoonia hanya diam, ia sedang memikirkan hukuman apa yang pantas untuk kesalahan yang Cellyn lakukan saat ini, ia tak ingin jika Putri nya itu kembali melakukan kesalahan itu untuk yang kesekian kalinya.


Akhir nya kedua mobil itu kini memasuki kawasan sekolah elit di mana putri nya menuntut ilmu, entah ilmu apa yang sebenarnya Cellyn pelajari di sana, seperti nya ia lebih tertarik menuntut ilmu menjadi preman dari pada teori.


Yoonia dengan langkah tergesa-gesa nya keluar dari mobil menuju ruangan kepala sekolah di sana, terbiasa datang kesana membuat Yoonia paham di mana letak ruangan kepala sekolah.


Di susul dengan Agus dan Aaron yang melihat akan terjadi perang antara ibu dan anak, dengan cepat Agus dan Aaron menyusul Yoonia yang terlihat benar benar marah.


Yoonia langsung di sambut baik oleh kepala sekolah putri nya itu, di sana Yoonia meminta izin untuk membawa Cellyn pulang lantaran ada sesuatu yang harus mereka selesaikan, dengan lapang dada kepala sekolah itu mengizinkan apa yang Yoonia inginkan.


Kini kepala sekolah itu membawa Yoonia, Agus dan Aaron menuju kelas Cellyn dimana saat ini para siswa tengah belajar di kelas mereka, tak butuh waktu lama akhir nya mereka sampai di kelas Cellyn.


“Yocellyn Aurora Adiwijaya!” pekik Yoonia menatap Putri nya yang terlihat tengah fokus belajar, lalu tatapan Yoonia kini tertuju pada gadis berkacamata yang duduk di hadapan Cellyn.


Mata Yoonia menelisik menangkap jika kaki Cellyn terlihat berada di kursi bagian belakang gadis itu seperti bersiap akan menendang kursi itu kapan pun yang ia inginkan.


Cellyn menatap sang mommy dan segera menurunkan kaki nya, gadis itu segera bangun dari duduk nya dan menghampiri sang mommy yang berada di ambang pintu.


Plak!

__ADS_1


“Ikut pulang sekarang juga!”


__ADS_2