
Akhir nya Ariana memutuskan untuk menumpang di mobil Aaron dan Lora,kini ia duduk di jok belakang seraya menatap ke arah luar jendela,entah keputusan yang tepat atau tidak namun ia tak punya pilihan lain kala melihat cuaca yang mendadak mendung saat ini
Sepi,tak ada percakapan yang melibatkan Ariana di mobil tersebut,hanya Lora dan Aaron saja yang berbicara, lebih tepat nya hanya Lora saja yang mengoceh lantaran Aaron hanya menjawab dengan deheman dan anggukan kepala saja
Namun tak jarang mata Aaron melirik kaca spion tengah mobil untuk melihat Ariana yang kini duduk di jok belakang,tak jarang pandangan mereka bertemu lantaran Ariana juga sesekali melirik Aaron dan Lora
“Ariana,apa yang membuat mu memutuskan untuk menerima pertunangan dengan Jordan? karena yang kita tahu kau menyukai calon tunangan ku.” ucap Lora sedikit menyindir
Ariana mencebik pelan,ia jelas tahu kemana arah pembicaraan Lora saat ini
“Dia pria yang baik,dan juga sudah lama menyimpan perasaan pada ku,hanya saja ku sedikit bodoh karena tidak melihat nya sekalipun.” ucap Ariana menatap Aaron sekilas yang kini juga tengah melirik nya dari kaca spion
“Bagus lah kalau kau sadar diri,tolong jangan pernah mendekati Aaron lagi!”
“Lora!” sahut Aaron sedikit keras lantaran merasa tidak suka dengan ucapan Lora pada Ariana
Ariana tersenyum sinis,ia tak tahu saja jika sekarang Aaron lah yang mengejar nya bahkan memaksa untuk membatalkan pertunangan nya dengan Jordan
“Kau tenang saja,sekarang mata ku sudah terbuka,aku jelas tahu siapa yang paling terbaik untuk diri ku.”
Lora pun terdiam, seperti nya ia salah dengan menyindir Ariana lantaran sekarangg ia justru tak memiliki kata kata untuk menjawab ucapan Ariana
Aaron pun terdiam seraya mengepalkan tangan nya, kata kata yang di ucap kan Ariana barusan mampu membuat nya terbakar api cemburu,sebisa mungkin ia menahan agar tidak meluapkan kemarahan nya di depan Lora
Rasanya ingin sekali ia membungkam mulut Ariana dengan mulut nya,berani sekali Ariana memuji pria lain di hadapan nya,apa ia lupa jika selama ini Aaron lah yang selalu menjaga nya? tapi sekarang ia justru memuji pria lain yang terbaik untuk diri nya,tentu Aaron merasa marah saat ini
Tanpa terasa kini mobil yang mereka tumpangi kini sudah berada di depan gedung apartemen milik Daddy nya Aaron,Lora mengerutkan kening nya menatap Aaron
Mengapa Aaron justru mengantar nya terlebih dahulu dari pada mengantar Ariana? pikir Lora
“Kenapa tidak mengantar Ariana terlebih dahulu?” tanya Lora yang merasa kesal pada Aaron
“Rumah kami searah,apa kau ingin kita harus bolak balik mengantar nya?” jawab Aaron yang ada benar nya juga,memang rumah mereka searah dan lebih efektif jika mengantar nya terlebih dahulu
__ADS_1
Mau tak mau Lora pun turun dan tentu saja di antar oleh Aaron sampai ke depan pintu apartemen nya
“Aku pulang dulu.” Pamit Aaron dan segera melangkah meninggalkan Lora tanpa menunggu jawaban dari wanita itu lantaran tak ingin Ariana menunggu lama di dalam mobil
Namun langkah nya terhenti kala Lora menarik tangan nya. “Kau tidak ingin memberiku satu ciuman?” ucap nya manja,jari jari tangan nya melentik bermain di dada bidang Aaron yang tertutup jas dan kemeja
“Jangan bercanda Lora.. Ar.. Maksud ku hari masih sangat siang dan tentu orang akan melihat nya nanti.”
Hampir saja ia kelepasan bicara mengatakan jika ia ingin segera menghampiri Ariana yang tengah menunggu nya di dalam mobil
“Siapa yang peduli? kita kan akan bertunangan!”ucap Lora ketus,padahal di sana tidak ada orang namun Aaron justru memberi nya alasan yang tidak masuk akal
“Lora mengerti lah! kita sedang berada di luar ruangan!”
Setelah mengatakan hal itu Aaron pun segera meninggalkan Lora Yang kini tengah menatap tajam pada diri nya,kesal sekali lantaran Aaron semakin menjauhi nya sekarang
Seperti nya bukan Ariana yang mengejar Aaron melainkan Aaron yang kini tengah mengejar Ariana,pikir Lora
“Kau lihat saja Ariana,aku tidak akan membiarkan mu merasa bahagia sedikit pun!” ucap Lora menghentakkan kaki nya sebelum ia memasuki apartemen Daddy Aaron yang menjadi tempat nya berteduh selama di negara ini
“Kenapa gelap sekali?” ucap nya seraya meraba saklar lampu di dinding apartemen tersebut
“Aaakkhh!!!”
.
.
.
Sedangkan di bawah Aaron kini berlari dengan cepat menghampiri Ariana,takut jika wanita itu menunggu terlalu lama atau bahkan keluar dari mobil nya
Dugaan nya salah lantaran Ariana kini masih berada di dalam mobil nya,wanita itu terlihat tengah ber-selfie melihat bagaimana ia mengangkat ponsel nya lalu berpose
__ADS_1
“Ternyata masih ada yang belum berubah dari nya.” ucap Aaron seraya menggelengkan kepala nya
Ya,sejak dulu Ariana suka sekali ber-selfie jika ia merasa sedang cantik,namun ia selalu merasa cantik setiap hari membuat nya ber-selfie pula setiap hari nya
Tak hanya di ponsel nya sendiri,bahkan di ponsel Aaron dulu juga di penuhi oleh foto foto Ariana dengan berbagai macam pose,namun karena Lora merasa cemburu Aaron memilih untuk menghapus semua foto Ariana di ponsel nya
Senyum yang tadi nya mampir di bibir nya seketika pudar kala mengingat betapa jahat nya dia menghapus foto Ariana tanpa perasaan ragu sedikitpun,kini ia kembali berpikir pantas saja Ariana benar benar merasa sakit hati pada nya lantaran memang ia menyakiti hati wanita itu dengan sangat dalam
“Maaf kan aku Ariana.” ucap Aaron masih menatap Ariana yang sibuk ber-selfie di dalam mobil nya
Lalu ia kembali melangkah masuk ke dalam mobil nya membuat wanita itu segera menghentikan gerakan tangan nya yang hendak menjepret beberapa foto
Ariana menunduk dengan berpura pura tengah sibuk memainkan ponsel nya, nyata nya ia kini tengah merasa malu karena mungkin Aaron melihat nya ber-selfie tadi
Menyadari jika kini Ariana tengah malu karena ketahuan berfoto,Aaron menyodorkan ponsel nya pada Ariana,sengaja ia menggoda wanita itu lantaran merasa gemas
“Kalau ponsel mu kehabisan baterai,kau bisa menggunakan ponsel ku untuk berfoto.”
Sumpah demi apapun Ariana semakin malu saat ini,rasanya ingin sekali ia keluar dan berlari menjauhi Aaron
“Ti-tidak!”
Ucap nya memalingkan wajah nya dari Aaron karena tak ingin Aaron melihat bagaimana merah nya wajah Ariana saat ini
“Baik lah,kalau begitu kita berangkat sekarang.” ucap Aaron masih dengan senyum mengejek,dan hal itu membuat Ariana semakin kesal
Tak sesuai dengan ucapan nya yang mengatakan akan berangkat,nyata nya ia tetap diam dalam posisi nya tanpa berniat melajukan mobilnya membuat Ariana merasa bingung
“Kenapa? ada masalah dengan mobil mu? kehabisan minyak?” cibir Ariana
“Pindah ke depan,aku bukan sopir mu.” ucap Aaron datar, mendengar hal itu Ariana sadar jika kini memang masih duduk di jok belakang
“Aku lebih nyaman di sini.”
__ADS_1
“Pindah di depan atau di pangkuan ku?”