
Setahun berlalu kini kini keluarga Aaron dan Ariana telah mencapai kebahagiaan di rumah tangga mereka, memiliki seorang putri yang sangat cantik dan terkenal di usia nya yang masih satu tahun, Ya kecantikan putri Aaron dan Ariana benar benar tidak bisa di sembunyikan terlebih karena orang orang tahu jika gadis cantik itu adalah keponakan Arga si tampan.
“Michelle, jangan lari jauh jauh sayang.”
Pekik Ariana kini mengejar putri kecil nya itu, yang sejak tadi selalu saja mengajak nya bermain padahal Ariana tengah menyuapi nya makan, memang begitulah Michelle sejak kecil sudah menunjukkan sifat jahil nya.
Michelle Luvenia Adiwijaya putri pertama Aaron dan Ariana, bayi kecil yang sangat cantik Yang sedang naik daun di medsos akibat ulah aunty nya yang tengah berada di luar negeri sana, bayi yang jika sedang berada di luar rumah nya selalu di sapa oleh para penggemar nya di dunia maya.
“Mama.. let's go!”
Ucap bayi cantik itu memanggil sang mama yang tengah duduk di kursi, entah mengapa beberapa minggu ini tubuh Ariana benar benar lemah padahal terkadang ia hanya berjalan saja tapi sudah membuat nya kehabisan nafas.
Michelle terus saja berlari hingga tanpa ia sadari tubuh nya menabrak tubuh seseorang yang berdiri di hadapan nya, bayi kecil itu hampir saja terjatuh jika saja seseorang itu tidak menahan tubuh nya.
“Haii anak cantik, hati hati.”
Michelle mengangkat wajah nya menatap sosok cantik yang berada di hadapan nya, kening nya berkerut lantaran merasa tak asing dengan wajah cantik yang tengah tersenyum menatap nya.
“Aunty Cellyn.”
Wanita itu tersenyum senang lantaran keponakan nya itu mengenal diri nya meskipun selama ini mereka hanya bertemu lewat video call, ya orang itu Cellyn gadis cantik yang di hukum oleh orang tua nya karena kesalahan nya saat remaja.
“Hallo keponakan aunty!!”
Ucap Cellyn memeluk tubuh Michelle yang sangat gemoy, wanita itu juga mencium wajah Michelle bertubi tubi melepaskan rasa rindu nya pada keponakan nya yang cantik itu, tak lama Ariana pun menghampiri Cellyn yang tiba tiba saja datang ke rumah nya.
“Cellyn, kapan kau pulang? Kenapa tidak beritahu kami?”
__ADS_1
Ucap Ariana sedikit kesal lantaran adik ipar nya itu tidak memberitahu nya terlebih dahulu jika akan kembali ke Indonesia, Cellyn hanya tersenyum mana mungkin ia memberitahu semua orang karena itu tidak akan menjadi kejutan.
“Kejutan kak.” ucap Cellyn seraya memeluk tubuh sang kakak ipar dengan erat, ia juga sangat merindukan kakak ipar kesayangan nya itu.
Ariana kemudian mengajak Cellyn untuk duduk diikuti dengan Michelle yang tiba tiba saja menjadi anak penurut, mungkin karena ia ingin dekat dengan aunty nya yang biasa nya ia lihat di layar ponsel.
“Bagaimana kuliah mu?”
Tanya Ariana pada Cellyn, gadis itu kemudian tersenyum seraya mengangguk, kuliah nya baik bahkan sangat baik dan ia juga sudah lulus meskipun tanpa di dampingi oleh keluarga nya.
“Bagaimana keadaan Ayana kak? Kandungan nya bagaimana?”
Tanya Cellyn mulai penasaran dengan sahabat nya yang satu itu, Ya Ayana tengah mengandung saat ini bahkan saat ia masih kuliah padahal ia dan Jordan sepakat untuk menunda memiliki anak sebelum Ayana menyelesaikan kuliah nya, namun takdir berkata lain karena Ayana dinyatakan hamil saat masih kuliah, namun beruntung itu terjadi disaat beberapa langkah terakhir Ayana akan lulus.
“Dia baik baik saja, kandungan nya juga baik, dan kau bagaimana? Apa tidak ada seorang pria pun yang bisa membuat seorang Cellyn terpikat?”
Cellyn sendiri hanya diam seraya tersenyum tipis, jujur selama tinggal di negeri orang memang ada beberapa pria sana yang mendekati nya bahkan terang terangan menyatakan perasaan mereka pada Cellyn namun Cellyn menolak, bukan karena tidak normal melainkan ia sudah jatuh hati pada senior nya di kampus yang juga berasal dari tanah kelahiran nya.
“Ssssttt rahasia..”
Ucap Cellyn seraya menempelkan jari nya di bibir, kedua nya kemudian tertawa hingga tak lama Ariana meringis kesakitan memegangi perut nya membuat Cellyn merasa khawatir.
“Kak ada apa?”
Tanya Cellyn khawatir lantaran Ariana tak menjawab pertanyaan nya dan hanya meringis kesakitan saja, Cellyn pun memanggil penjaga rumah itu dan asisten di sana untuk membantu membawa kakak ipar nya itu kerumah sakit.
“Kak bertahan lah kita akan segera sampai di rumah sakit.”
__ADS_1
Ucap Cellyn menggenggam tangan Ariana yang terasa sangat dingin saat ini, Michelle juga menangis melihat keadaan mama nya yang terlihat sangat mengkhawatirkan, tak lama Cellyn teringat dengan sang kakak dan segera menghubungi pria itu.
“Kak! Cellyn lagi di perjalanan menuju rumah sakit membawa kak Ariana karena Kak Ariana mengeluh kesakitan di perut nya.”
Ucap Cellyn pada inti nya membuat Aaron sedikit bingung bagaimana bisa Cellyn membawa Ariana kerumah sakit padahal gadis itu masih berada di luar negeri dan kenapa Ariana mendadak sakit perut?
“Apa maksud mu? Bagaimana bisa kau..”
“Jangan banyak tanya kak, kau tidak dengar suara tangis Michelle?” timpal Cellyn yang mulai kesal lantaran kakak nya justru banyak bertanya padahal keadaan sedarurat ini.
Cellyn kemudian mematikan panggilan nya dan fokus menjaga Ariana dan juga keponakan nya yang terus saja menangis, hingga tak lama mobil yang mereka tumpangi kini sampai di rumah sakit, mereka pun di sambut oleh beberapa perawat yang sudah siaga menunggu kedatangan mereka.
Ariana Kemudian dibawa ke ruangan di mana ia akan diperiksa oleh dokter, sedangkan Cellyn kini duduk di kursi tunggu seraya memangku Michelle yang menangis.
“don't cry Michelle, mama mu baik baik saja.”
Ucap Cellyn seraya mengusap pelan kepala Michelle, hingga tak lama kemudian Aaron datang menghampiri Cellyn dan Michelle, Michelle yang melihat keberadaan papa nya sontak saja memeluk pria itu.
“Sebenar nya ada apa ini? Kenapa Ariana bisa masuk rumah sakit?”
Tanya Aaron pada Cellyn lantaran hanya Cellyn yang tahu, gadis itu kemudian menceritakan yang terjadi karena ia juga tidak tahu pasti apa penyebab kakak ipar nya merasa kesakitan di perut.
Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan itu dan segera di hampiri oleh Aaron dan Cellyn, kedua nya menanyakan keadaan Ariana pada sang dokter.
“Beruntung anda segera membawa pasien kerumah sakit jadi pasien bisa segera di tangani dan bayi yang di kandung juga bisa di selamatkan.” jelas sang dokter panjang lebar.
Deg!
__ADS_1
“Bayi?”