
Plak!
Satu tamparan kini mendarat di bibir Jordan yang bisa bisa nya bercanda padahal Ayana benar benar khawatir saat ini, dan tentu saja hal itu mengundang tawa semua Yang ada di sana, dan Jordan pun merasa kesal karena semua menertawai nya.
“Baiklah jadi kalian ingin berpisah?”
Tanya Hana menggoda kedua nya, kedua pasangan itu tersenyum mendengar candaan dari Hana, Jordan kini menarik tangan Ayana seraya mengecup nya membuat semua orang kini merasa mual.
“Lebih baik kita keluar saja dari pada harus melihat pemandangan memualkan ini.”
Ucap Ernest membawa semua orang keluar, sengaja memang nya agar kedua pasangan yang baru saja saling menyadari perasaan mereka bisa menghabiskan waktu bersama, meluapkan semua perasaan yang mereka pendam selama ini.
Kini tinggal lah kedua pasangan itu, Ayana kini duduk di samping brankar, Jordan menatap Ayana seraya tersenyum pasal nya ia mendengar apa yang Ayana katakan pada papa nya ketika ingin menemui Jordan.
“Jadi kau mencintai ku?”
Tanya Jordan menaikkan kedua alis nya membuat Ayana kesal, wanita kemudian memukul lengan suami nya namun mendadak panik melihat raut wajah kesakitan Jordan.
“Eh eh, sakit ya? Maaf maaf aku lupa kau sedang sakit.”
Ucap Ayana mengusap pelan lengan Jordan yang sempat ia beri pukulan, entahlah kenapa diri nya sangat bodoh hingga lupa jika mereka sedang berada di rumah sakit karena kondisi Jordan.
Jordan hanya tersenyum tipis, sebenarnya tidak sakit hanya saja ia ingin melihat perhatian Ayana pada nya, dan benar saja gadis itu memang khawatir pada nya membuat Jordan mendadak merasa sangat bahagia.
“Jawab dulu, apa kau mencintai ku?”
Lagi, Ayana di buat malu mendengar pertanyaan Jordan, wanita itu kemudian menggeleng kan kepala mengelak semua yang Jordan tanyakan pada nya, namun tentu Jordan tidak percaya lantaran mendengar sendiri apa yang Ayana ucapkan.
“Oh ya? Papa mu mengirimkan kami sebuah rekaman, kau ingin dengar?”
Ayana mengerutkan kening, rekaman? Rekaman apa yang papa nya kirim? Kenapa diri nya tidak diberitahu? Ayana kemudian mengangguk dan mendekatkan telinganya pada ponsel yang sedang Jordan pegang, Seketika tangan nya bergerak merebut ponsel itu namun tangan Jordan lebih cepat menyembunyikan ponsel itu di samping brankar.
__ADS_1
“Jordan! Hapus, aku malu!”
Pekik Ayana yang menyadari jika yang berada di rekaman itu adalah suara nya yang mengatakan jika ia mencintai Jordan, gadis itu benar benar malu dan kesal pada sang papa yang bisa bisa nya merekam apa yang ia bicarakan.
Jordan hanya tertawa sumbang seraya menyembunyikan ponsel yang ingin Ayana rebut, Ayana yang terlalu fokus ingin mengambil ponsel itu pun tak sadar jika diri nya kini hampir saja naik di atas brankar, namun mendadak kaki nya terpeleset hingga jatuh di atas tubuh Jordan.
Kedua nya saling menatap, ini pertama kali nya mereka menatap dengan jarak yang sedekat ini, tatapan Jordan kini turun ke bibir Ayana menatap bibir yang tak pernah ia tatap lebih dari 3 detik itu dan entah mengapa beberapa hari ini terlihat sangat menggoda.
Tangan Jordan kini bergerak mengusap pelan bibir Ayana, membuat jantung gadis itu berdetak lebih kencang, di tambah tangan Jordan yang kini menarik tengkuk Ayana dan menempelkan bibir nya pada bibir Ayana membuat gadis itu membulatkan mata lantaran ini pertama kali nya ia ber ******
Ayana yang masih sangat kaku tentu saja hanya diam membiarkan Jordan yang melu mat bibir nya dengan lembut, namun lama kelamaan Ayana kini terbawa suasana hingga ia pun membalas ******* dari Jordan.
Jordan tentu semakin bersemangat mendapat balasan dari Ayana, pria itu kini mengangkat tubuh Ayana agar lebih dekat dengan nya, adegan panas itu berlaku hingga beberapa menit, kelembutan yang Jordan berikan kini berubah menuntut.
Tangan nya pun tak diam menelusuri lekuk tubuh Ayana, decapan demi decapan kini bahkan terdengar lebih jelas hingga ke luar ruangan membuat semua keluarga yang ada di sana kini saling menatap satu sama lain, sebagai orang yang berpengalaman jelas saja mereka mengerti suara apa yang sedang mereka dengar.
“Dasar anak jaman sekarang, tidak lihat tempat!”
Gumam Ari yang terlanjur malu dengan apa yang Ayana dan Jordan lakukan di dalam sana, memang di kasi hati minta jantung kedua pasangan itu, di beri waktu agar bisa membicarakan semua yang terpendam, mereka justru melakukan semua keinginan yang terpendam.
“Aaron? Di mana Ariana?”
Tanya Hana, Aaron kini diam menatap semua orang yang kini menatap nya, pasal nya ia bingung harus menjawab apa lantaran ia juga berada di dalam masalah saat ini dengan Ariana.
“Ma.. Ariana.. sebenarnya Ariana..”
Aaron menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, entah lah ia bahkan tidak tahu di mana keberadaan istri nya itu, dan ponsel Ariana juga tidak bisa di hubungi membuat nya bingung saat ini.
“Aaron, ada apa?”
Tanya Ari kini juga mulai khawatir melihat Aaron yang terlihat bingung dan takut, Aaron kemudian menjelaskan jika ia juga tidak tahu di mana keberadaan Ariana lantaran wanita itu yang marah dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Semua nya mendengar kan semua yang Aaron ceritakan, Ari dan Hana hanya menggelengkan kepala mendengar cerita dari Aaron, bisa bisa nya Ariana marah padahal dia sendiri lah yang membuat semua nya terjadi lantaran ialah yang membalas pesan dari wanita itu.
“Kau sudah menghubungi nya?”
Tanya Ari dan di jawab anggukan kepala oleh Aaron, sejak tadi ia sudah mencoba menghubungi Ariana namun ponsel Ariana tidak bisa di hubungi dan hal itu lah yang sedang Aaron khawatir kan saat ini.
“Kira kira kemana dia?”
Gumam Ari mendadak kini teringat pada rumah orang tua Aaron, pasal nya sejak dulu Ariana terbiasa datang ke rumah orang tua Aaron jika sedang marah pada diri nya dan Hana, Ari kemudian menyuruh Aaron untuk menghubungi keluarga nya menanyakan keberadaan Ariana di sana.
Aaron pun menurut dan segera menghubungi keluarga nya, dan benar saja Ariana memang berada di sana, Aaron pun pamit untuk menjemput Ariana di rumah nya sekaligus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Sedangkan di dalam ruangan, kini kedua pasangan itu saling menatap setelah saling bertukar Saliva, Jordan menatap wajah Ayana yang terlihat memerah lantaran menahan malu, sesekali pria itu menggoda istri kecil nya dengan mengangkat wajah gadis itu.
“Jordan hentikan!”
Pekik Ayana kala Jordan kembali mengangkat wajah nya untuk melihat wajah merah Ayana, Jordan menekuk wajah nya mendengar nama nya yang di panggil oleh Ayana.
“Hei! Aku suami mu, apa kau tidak bisa memanggil ku dengan sebutan sayang atau apalah? Ingat kan aku lebih tua dari mu?”
Omel Jordan pada Ayana yang sejak dulu selalu saja memanggil nama nya dengan tidak sopan, Ayana hanya terkekeh, jika di pikir pikir memang sejak dulu ia memanggil Jordan dengan nama saja jika sedang tidak berada di hadapan orang tua nya.
“Om saja bagaimana? Karena umur mu lebih pantas untuk ku panggil om.”
Ucap Ayana menjulurkan lidah nya pada Jordan, pria itu merasa kesal dan menarik pergelangan tangan Ayana hingga wanita itu kini kembali jatuh di atas tubuh nya, dengan cepat Jordan kembali meraup bibir Ayana dengan rakus membuat gadis itu kesulitan dalam bernafas.
“Huhh huhh!! Lenguh Ayana kini menghirup udara sebanyak banyak nya lantaran nafas nya yang terengah engah, sedangkan pelaku nya kini tersenyum tipis menatap Ayana yang kesal lantaran Jordan mengambil kesempatan pada bibir nya.
“Itu hukuman karena kau mengejek ku.”
Bisik Jordan di telinga Bianca membuat gadis itu merinding mendengar suara berat Jordan, gadis itu menjauh lantaran takut jika Jordan kembali meraup bibir nya, walaupun sebenarnya ia suka tapi tempat dan kondisi nya benar benar tidak tepat saat ini.
__ADS_1
“Setelah aku sembuh, hukuman mu akan lebih berat lagi.” ucap Jordan mengedipkan sebelah mata nya pada Ayana yang tak mengerti apa yang Jordan maksud, hukuman berat? Apa ia akan di cambuk? Atau di gantung? Atau mungkin di kubur?
Itu lah yang saat ini sedang berkeliaran di pikiran polos Ayana.