
Hari berlalu begitu cepat, tak terasa saat ini usia kandungan Ariana sudah mencapai sembilan bulan, Ariana dan Aaron pun sudah mempersiapkan kelahiran Ariana yang mereka tunggu tunggu sejak dulu.
Hari ini Ariana dan Aaron tengah berada di kediaman mertua nya, mereka sedang menjenguk adik kecil Aaron yang baru berusia 6 bulan, bayi laki laki tampan yang benar benar mirip dengan Aaron.
“Hai Arga.”
Ucap Ariana tengah bermain dengan Arga bayi super tampan yang sudah populer di medsos lantaran Cellyn yang iseng selalu memposting foto Arga hingga kini memiliki followers cukup banyak setelah Cellyn membuat akun untuk adik kecil nya itu.
Meskipun ia berada di negara yang berbeda namun Cellyn selalu mendapatkan kirim foto dan Video adik kecil nya yang menggemaskan itu, Ariana yang tengah bermain dengan Arga tak menyadari jika kaki Arga yang terus saja bergerak kini mengenai perut nya.
Awal nya ia hanya merasakan sedikit sakit saja namun lama kelamaan sakit nya justru bertambah dan yang lebih mengejutkan keluar air dari pangkal paha nya membuat Ariana panik dan memanggil Aaron yang tengah berada di luar kamar.
“Aaron!!”
Pekik Ariana membuat semua orang kini segera masuk ke dalam kamar, semua terkejut melihat Ariana yang sudah duduk di atas lantai, Aaron segera menghampiri sang istri yang terlihat sangat pucat.
“Ada apa sayang? Kenapa?”
Tanya Aaron panik, Ariana yang merasakan sakit pun tak menjawab dan hanya merintih kesakitan seraya memegang perut nya, Yoonia yang melihat hal itu jelas saja tahu jika menantu nya akan segera melahirkan dan segera meminta Aaron untuk membawa Ariana kerumah sakit.
“Aaron cepat bawa Ariana keumah sakit, seperti nya dia akan segera melahirkan.”
Mendengar kata melahirkan sontak saja Aaron terkejut, memang benar dokter mengatakan Ariana kemungkinan melahirkan dalam hitungan hari namun ia benar benar tidak menyangka jika akan melahirkan hari ini.
“Melahirkan? Sekarang? Tapi bagaimana bisa? Kenapa dia tidak berdiskusi terlebih dahulu?”
Entah apa yang sedang ia bicarakan saat ini namun hal itu membuat Ariana sangat kesal lantaran Aaron tak kunjung membawa nya kerumah sakit padahal perut nya sudah sangat sakit saat ini.
“Aaron jangan banyak bicara, ayo cepat kerumah sakit perut ku sudah sangat sakit!!”
Sentak Ariana menarik pakaian pria itu hingga robek, entah lah kekuatan nya justru semakin bertambah saat akan melahirkan, Aaron kemudian segera mengangkat tubuh Ariana yang tentu saja berat nya semakin bertambah.
__ADS_1
Beruntung kamar kedua orang tua nya di lantai bawah hingga ia tak perlu harus turun tangga atau menggunakan lift, mereka segera menuju kerumah sakit, Aaron kini mencoba untuk menenangkan Ariana di dalam mobil, beruntung mereka pergi dengan sopir jika tidak mungkin Daddy nya yang akan menjadi sopir mereka hari ini.
“Sayang tenang ya jangan panik."
Ucap Aaron, namun seperti nya bukan Ariana yang terlalu panik melainkan diri nya sendiri, ia lah yang sejak tadi tidak bisa diam sedetik pun dan hanya bisa mengoceh meminta sang istri untuk tetap tenang.
Entah lah di kondisi seperti ini kenapa ada saja hal yang membuat Ariana membuat Ariana ingin tertawa namun rasa sakit di perut nya tidak mengizinkan nya untuk tertawa.
“Cepat lah!! Rasa nya aku ingin segera mengeluarkan nya di sini!”
Pekik Ariana yang benar benar sudah tidak tahan, rasa nya ingin sekali ia melahirkan di dalam mobil itu lantaran perut nya memang benar benar sudah tidak bisa di tahan, sedang kan Aaron kini semakin panik mendengar ucapan istri nya.
Melahirkan di mobil? Tentu ia panik selain tidak ada yang bisa membantu nya, juga ada pria lain di sana yang bisa saja nanti melirik milik istri nya, Aaron kemudian meminta sang sopir untuk menambah kecepatan mobil mereka agar segera sampai di rumah sakit.
Sesampainya di sana, Aaron langsung di sambut oleh beberapa perawat dan satu dokter, mereka segera membawa Ariana ke ruangan persalinan, Ariana tak melepaskan tangan Aaron hingga mau tak mau pria itu harus masuk dan menemani istri nya yang akan melahirkan.
“Minum!!”
“Aku lapar, aku ingin cemilan! Belikan aku roti yang tanpa pinggir!!”
Aaron melongo, di keadaan seperti ini bisa bisa nya Ariana mengidam, padahal selama ini ia tidak pernah mengidam dan justru Aaron lah yang sering menginginkan sesuatu, namun saat ini Ariana lah yang mengidam bahkan Terdengar sedikit aneh.
“Sayang, lahiran dulu ya nanti roti nya aku beli satu kotak deh!”
Ucap Aaron asal lantaran ia tak ingin meninggalkan istri nya yang terlihat pucat itu, Ariana menggeleng kan kepala masalah nya ia ingin saat itu juga, ia juga tak paham kenapa mendadak ingin makan roti.
“Sekarang Aaron!!”
Akhir nya mau tak mau Aaron harus pergi membeli roti yang Ariana inginkan lantaran dokter yang menangani Ariana juga mengatakan jika ia masih memiliki waktu untuk kembali dengan roti.
Setelah drama perotian kini Ariana akhir nya melewati masa persalinan nya dengan cukup cepat, entah lah seperti nya bayi mereka juga tidak ingin berlama lama di dalam perut sang mama.
__ADS_1
Namun aneh nya bukan Ariana yang pingsan setelah mendengar tangisan bayi mereka melainkan Aaron, pria itu mendadak pingsan setelah tangisan bayi nya terdengar, mungkin ia sudah menahan nya sejak tadi.
Semua orang kini tengah berada di dalam ruang rawat Ariana, mereka benar benar bersemangat melihat wajah cantik bayi yang baru saja Ariana lahir, benar benar mirip dengan wajah Aaron tapi ini versi perempuan.
Semua orang memuji kecantikan bayi itu tapi tidak dengan Ariana, wanita itu merasa kesal lantaran wajah bayi nya yang justru mirip dengan suami nya padahal ia lah yang mengandung nya selama sembilan bulan.
“Ini mah kak Aaron versi perempuan.”
Ucap Ayana gemas melihat bayi yang cukup gemoy yang tengah tertidur itu, sedang kan yang di bicarakan kini tengah berbaring di brankar lantaran tak kunjung sadar, namun tak ada yang mengkhawatirkan pria itu dan justru membiarkan nya.
“Tenang sayang, adik nya nanti mungkin mirip dengan mu.”
Sahut Yoonia yang sadar jika menantu nya itu merasa kesal, sama seperti Ariana yang kesal ia juga sempat kesal ketika melahirkan anak ketiga mereka yang seperti duplikat Agus sama seperti Aaron.
Tak lama Aaron terbangun kala mendengar suara berisik lantaran seluruh keluarga kini tengah tertawa lantaran Ariana yang kesal karena bayi nya justru mirip dengan Aaron dan bukan diri nya.
“Dimana aku? Siapa aku?”
Yang melahirkan Ariana dan di bius juga Ariana tapi entah mengapa justru Aaron yang terlihat seperti orang linglung, semua orang kini menatap Aaron yang tengah duduk di atas brankar seraya memegang kepala nya.
“Kak, kau hanya pingsan dan bukan kecelakaan, bagaimana mungkin kau mengalami amnesia.”
Sahut Ayana membuat semua orang kini tertawa sumbang, Aaron yang setengah sadar kini mendadak sadar sepenuhnya setelah melihat Ariana yang tengah memeluk seorang bayi.
“Bayi nya sudah keluar?”
Aaron segera turun dari brankar dan menghampiri Ariana, pria itu kini menatap bayi yang baru saja lahir dari rahim istri nya, tanpa ia sadari air mata nya jatuh melihat wajah sang bayi yang benar benar mirip dengan diri nya.
“Tidak sia sia selama ini aku menderita karena harus mengidam hal yang tidak tidak, bayi nya seperti duplikat ku.”
Ucap Aaron tersenyum menatap sang bayi yang tengah tertidur pulas, sedangkan Ariana kembali kesal mendengar ucapan Aaron, jika tadi ia hanya mendengar dari keluarga nya, kali ini ia mendengar langsung dari orang yang membuat nya sangat kesal.
__ADS_1