
“Ke dokter? kau sakit? kenapa harus bawa bawa aku, kalau sakit ya sakit saja sendiri!” ucap Ariana lalu mematikan sambungan telepon nya.
Aneh saja pada pria yang beberapa Minggu ini menghilang tanpa kabar dan tiba tiba mengajak nya untuk ke dokter setelah bertatap wajah selama beberapa saat.
Seperti biasa, Aaron tidak akan berhenti sampai di sana dan ia tentu akan memberikan ancaman yang akan membuat Ariana menuruti ucapan nya.
[Ikut perintah ku atau keluarga mu akan tau apa yang terjadi pada kita sebulan yang lalu.]
Sebuah pesan dari Aaron yang mampu membuat Ariana ketar ketir, bagaimana tidak? selama sebulan ini hidup nya terasa sangat aman dan damai tanpa ada nya gangguan dari pria itu, meskipun terkadang ia tiba tiba saja merindukan Aaron.
Namun ancaman dari Aaron lagi lagi mampu membuat nya berpikiran yang tidak tidak tentang pria itu.
“Apa sesepuh nya juga pemaksa seperti nya?” ucap Ariana kesal seraya mengambil tas nya yang baru saja ia biarkan istirahat setelah ia ajak jalan jalan.
[Aku tunggu di rumah sakit rawat Medika]
Kembali pesan dari Aaron masuk ke ponsel Ariana, ya wanita itu juga berniat untuk menanyakan di rumah sakit mana ia harus datangi, namun pria itu seakan akan sudah tahu isi otak Ariana.
“Astaga pria ini!”
Setelah membaca Pesan dari Aaron, Ariana tanpa menunggu lebih lama pun turun ke bawah, melihat situasi yang menguntungkan lantaran keluarga tak terlihat berada di sana membuat Ariana segera masuk ke dalam mobil nya.
“Rumah sakit rawat Medika pak.” ucap Ariana pada sang sopir.
“Rumah sakit? siapa yang sakit non?” tanya sang sopir yang berusia jauh lebih tua dari Ariana, heran saja karena ia tak mendengar ada yang sakit dari keluarga majikan nya itu.
“Yaelah pak pake acara nanya, temen Ana yang sakit, udah ayo jalan!” ucap Ariana sedikit kesal pada sang sopir yang sempat sempat nya bertanya.
Sedangkan sang sopir kini merasa bingung pada majikan nya itu lantaran tak biasanya Ariana berbicara ketus seperti itu pada nya padahal bukan pertama kali ia bertanya seperti itu pada Ariana.
__ADS_1
“I-iya non, maaf.” ucap sang sopir lalu segera melajukan kendaraan nya itu menuju rumah sakit yang Ariana maksud.
Lumayan lama untuk sampai di rumah sakit itu karena selain jauh, jalanan yang macet juga menjadi alasan Ariana sedikit terlambat sampai di sana.
“Kenapa harus rumah sakit yang jauh sih? padahal kan ada rumah sakit yang lebih dekat!” gerutu Ariana saat melihat jalanan yang padat.
Sang sopir hanya berani melirik raut wajah kesal majikan muda nya itu dari spion, mengingat bagaimana ketus nya Ariana berbicara padanya membuat nya tak ingin semakin merusak mood majikan nya itu.
Tak lama terdengar deringan ponsel Ariana, wanita itu segera mengangkat nya ia tahu jika Aaron akan bertanya kenapa ia lama, dan sekarang berada di sana.
“Apa? mau ma...”
“Jalanan macet jadi tidak perlu tergesa-gesa, bilang ke sopir pelan pelan saja karena aku tidak masalah menunggu lama di sini.”
Ariana melongo, benar benar berbeda dari perkiraan nya, Aaron justru memperingati nya untuk berhati hati, entah mengapa mendadak hati nya merasa senang mendengar perhatian dari pria itu.
“Hm.”
“Dia kenapa? biasa nya tidak suka menunggu, tapi sekarang dia rela menunggu lama?” ucap Ariana membatin.
Heran saja lantaran selama ini Aaron selalu suka protes jika Ariana sangat lambat, namun sekarang ia berucap seperti tanpa beban.
.
.
.
Sedang kan Aaron kini tengah menunggu di dalam mobil nya seraya tersenyum menatap layar ponsel nya di mana ada foto Ariana di sana.
__ADS_1
Ya, memang beberapa Minggu ini Aaron memilih untuk membiarkan Ariana untuk tenang, selain itu ia juga memiliki banyak pekerjaan hingga melibatkan nya menjalani perjalanan jauh ke beberapa negara.
Aaron menatap wajah cantik Ariana yang menjadi wallpaper ponsel nya, selama beberapa minggu ini ia berusaha menahan diri untuk tidak menghubungi atau mengganggu wanita itu dengan keyakinan mereka akan di persatukan oleh bayi yang akan tumbuh di rahim Ariana.
Ya, Aaron merasa curiga dengan sikap aneh Ariana yang mendadak ingin makan di lesehan padahal Ariana sangat tidak suka tempat seperti itu, ia terbiasa hidup mewah dan makan di tempat yang mewah.
Belum lagi Cerita Cellyn yang mengatakan Ariana makan beberapa porsi sedangkan Ariana adalah wanita yang sangat menjaga tubuh nya agar tidak terlihat gendut, jelas saja ia sangat menjaga pola makan nya.
Dan ya, Rujak? seingat nya Ariana belum pernah mencoba memakan rujak, namun sekarang ia makan rujak? tentu saja hal hal aneh yang di alami orang hamil sudah Aaron pelajari sebulan yang lalu tepat setelah terjadi kecelakaan di antara mereka.
Aaron tersenyum sejak tadi ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya, ia benar benar tak sabar mendengar kata selamat dari dokter yang akan memeriksa Ariana nanti nya.
“Setelah memastikan hal ini, aku tidak akan tinggal diam lagi, tak peduli jika nanti aku akan mendapatkan hukuman dari papa mu atau Daddy ku.” ucap Aaron seraya mencium layar ponsel nya.
Sekitar 20 menit ia menunggu akhirnya ia melihat mobil Ariana yang terlihat memasuki area rumah sakit membuat nya segera keluar dari mobil, namun belum ia membuka pintu mobil tiba tiba ponsel nys berdenting.
[Jangan menghampiri ku, nanti pak sopir tahu dan memberitahu papa]
Beruntung Aaron membuka pesan dari Ariana terlebih dahulu sebelum menghampiri wanita itu, jika tidak maka kemungkinan mereka tidak akan masuk ke dalam rumah sakit itu nanti.
Aaron pun memilih masuk terlebih dahulu sembari menunggu Ariana menjauh dari sopir nya, beruntung ia sudah membuat janji dengan salah satu dokter yang ia kenali di rumah sakit itu hingga mereka tak perlu mengantri lantaran menggunakan jalur VIP.
Ariana pun segera masuk ke dalam rumah sakit seraya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sosok pria yang memaksa nya untuk datang ke rumah sakit itu yang ia sendiri tak tahu apa tujuan nya.
“Akhh!” pekik Ariana tertahan kala merasakan sebuah tangan yang menarik tangan nya secara tiba tiba membuat nya merasa terkejut, mata nya mendadak membulat melihat wajah tampan Aaron yang sangat dekat dengan wajah nya.
“Kenapa suara mu begitu? ingin menggodaku atau bagaimana hem?” ucap Aaron seraya menarik sudut bibir nya.
Ariana mematung, jujur perasaan nya kini menjadi tak menentu mendengar ucapan Aaron, dan entah kenapa suara nya terdengar sangat seksi.
__ADS_1
“Sial! aku terjebak!”