QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 66


__ADS_3

Makan siang hari ini tidak begitu buruk, meskipun masih belum ada interaksi antara Ariana dan Jordan, tapi setidaknya tidak ada masalah yang terjadi, Ari dan Hana bernafas lega dan berharap semoga keluarga mereka tetap akur hingga mereka tua.


Seperti siang ini, setelah selesai makan siang kini keluarga yang baru berkembang itu duduk di ruang tamu layaknya keluarga normal lain nya, para pria kini berbicara tentang pekerjaan sedangkan para wanita itu tengah duduk seraya menatap layar ponsel.


Bukan sibuk masing masing tapi justru mereka kini tengah melihat online shop untuk baju baju bayi, entah mengapa mereka tertarik melihat foto foto baju bayi yang tertera di aplikasi itu.


“Ingat jangan di beli, cukup dilihat saja, kata orang-orang tua pamali beli baju bayi saat usia kandungan belum nyampe 7 bulan.”


Meskipun sedikit ragu tapi Hana tetap waspada dengan perkataan orang tua yang tidak memperbolehkan para wanita hamil membeli pakaian bayi di saat kandungan belum mencapai 7 bulan.


Ayana dan Ariana hanya mengangguk saja tanda setuju, namun diam diam mereka sudah berdiskusi berdua untuk memesan pakaian bayi itu secara diam diam, bukan membangkang, hanya saja menurut mereka mitos seperti itu benar benar tidak masuk akal.


“Mama ambil cemilan dulu.” ucap Hana seraya bangkit dari duduk nya, mengingat Ariana tengah mengandung ia pun berinisiatif untuk mengambil cemilan, barangkali Ariana lapar sama seperti nya dulu yang sering merasa lapar saat mengandung.


Ayana dan Ariana mengangguk, lalu mengambil kesempatan untuk segera memesan baju baju bayi yang mereka inginkan saat Hana sedang berjalan menuju dapur, sejak tadi kedua nya sudah menunggu momen ini agar bisa memesan baju bayi yang imut imut itu.


“Yang ini saja kak, ini cocok untuk cowok atau cewek, kita kan belum tau jenis kelamin bayi kakak.”


Ayana berbisik pada Ariana seraya menunjuk sebuah pakaian bayi yang berbentuk seperti kelinci, Ariana kemudian mengangguk dan segera menekan tombol pesan, lalu segera menyembunyikan ponsel nya kala melihat sang mama kini sudah kembali.


“Ini di makan kalau lapar.”


Hana meletakkan setoples cemilan di atas meja, lalu satu toples lagi ia berikan pada ketiga pria yang tengah asik berbincang seraya menyesap kopi buatan nya tadi.


“Ah iya, aku dengar mommy Yoonia sedang hamil, apa itu benar?” Ayana tiba tiba saja bertanya tentang mommy Cellyn itu, mengingat Cellyn beberapa hari yang lalu bercerita dengan sangat semangat jika mommy nya tengah mengandung.


Ariana mengangguk seraya tersenyum, ada rasa bahagia dan ada rasa sedih juga mengingat hari itu rahasia nya dan Aaron terbongkar, dan menyebabkan sang mertua jatuh pingsan meskipun setelah itu mereka mendapatkan kabar bahagia.


“Wah jadi nanti dia seumuran dengan anak kakak dong?”

__ADS_1


Ayana bersemangat sekali seperti nya, padahal yang hamil Ariana tapi dia yang benar benar bahagia saat ini, Lagi lagi Ariana mengangguk mengiyakan ucapan adik nya itu.


“Wah daebak, aku tidak bisa membayangkan anak kakak memanggil nya om atau tante, padahal mereka seumuran.”


Ucap Ayana di iringi tawa membuat Ariana juga ikut tertawa membayangkan nya, benar juga jika bayi mereka lahir maka ia harus memanggil bayi yang sedang Yoonia kandung om atau tante padahal mereka seumuran.


“pasti mereka sering bertengkar, karena pasti ada yang jahil di antara mereka.”


Ariana kini terkekeh membayangkan anak anak nya nanti lahir dan tumbuh, ada rasa bersalah saat tahu dirinya tengah mengandung dan sempat tidak menerima kehadiran nya, tapi sekarang ia bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk menjaga bayi yang ada dalam kandungan nya itu.


Ariana mengelus perut nya lembut seraya menatap sang suami yang kini tengah berbincang dengan serius, berharap jika bayi nya nanti sama dengan Aaron yang pintar dan tampan, dan tentu nya bertanggung jawab.


.


.


.


“Tapi perlengkapan sekolah Ayana masih ada di rumah.”


Rengek Ayana kala mengingat semua perlengkapan sekolah nya masih ada di rumah Jordan, jik memutuskan untuk pulang besok maka itu tidak akan sempat karena jarak ke rumah Jordan cukup jauh dan belum lagi jarak ke sekolah Ayana.


“Wah kau benar benar berbeda dengan Cellyn, jika Cellyn yang ada di posisi mu mungkin sudah memutuskan untuk bolos saja.”


Timpal Aaron kala melihat Ayana yang bersikeras untuk tetap sekolah besok, padahal Ari dan Hana sudah mengizinkan nya untuk bolos tapi Ayana memang sedikit berbeda, gadis itu benar benar tidak ingin tertinggal pelajaran meskipun hanya sehari.


Siswi yang selalu nangkring juara 1 di kelas tentu Ayana tidak rela jika harus ketinggalan pelajaran, belum lagi saingan nya benar benar ketat bahkan ia pernah menangis hanya karena nilai salah satu mata pelajaran nya lebih rendah dari pesaing nya, padahal ia masih tetap juara 1.


“Aku dan Cellyn berbeda kak, aku tidak di takuti oleh siapapun di sekolah, berbeda dengan Cellyn yang ditakuti oleh semua orang hingga tidak ada yang berani mengambil posisi juara 1 nya di kelas.”

__ADS_1


Ayana berucap santai, tanpa ia sadari ucapan nya membuat semua orang mengerutkan kening, bingung saja kenapa Cellyn di takuti di sekolah nya? padahal ia hanya seorang gadis.


Ayana menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, benar benar tidak bisa menjaga rahasia, padahal ia baru saja mengetahui rahasia Cellyn tapi mulut nya sudah berulah.


“Kenapa Cellyn di takuti? apa dia melakukan sesuatu?”


Aaron bertanya membuat Ayana meneguk Saliva nya pahit, jujur dia benar benar menyesal karena harus berbicara seharus nya dia diam saja hingga tidak perlu di curigai.


“Ka-karena keluarga kalian kan sangat berpengaruh di sekolah.”


Ayana berbohong demi menyelamatkan diri nya dari Cellyn yang bisa saja memarahi nya, Aaron tampak tidak percaya namun kemudian pria itu mengangguk membuat Ayana menghela nafas lega.


“Syukurlah kak Aaron percaya.” ucap Ayana membatin.


Sedang kan Aaron, pria itu kini tengah bertengkar dengan pikiran nya yang seolah tak percaya dengan apa yang Ayana katakan, entah mengapa ia merasa jika gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu dari semua orang.


Aaron kemudian mengingat momen dimana ia dulu selalu mengantar Cellyn ke sekolah, memang saat melihat Cellyn beberapa siswi terlihat takut terutama siswi yang terlihat culun, kutu buku, mereka semua terlihat menghindar saat Cellyn memasuki sekolah.


“Aku harus menyelidiki nya.”


Aaron membatin berniat untuk menyelidiki kehidupan adik nya di sekolah, ia harus tahu apa saja yang adik nya lakukan di sekolah, selama ini mereka bukan tidak pernah memantau Cellyn, mereka selalu meminta para guru sekolah untuk selalu memberi kabar jika Cellyn melakukan kesalahan.


Tapi selama ini tidak pernah ada keluhan dari para guru tentang Cellyn, mereka justru selalu memuji Cellyn yang sangat pintar di sekolah nya.


.


.


.

__ADS_1


Haii Author back, Hari ini author mau berterima kasih kepada semua readers yang selalu memberikan support pada Author, terima kasih banyak atas dukungan nya untuk karya karya Author.


Inshaallah author akan semangat menulis dengan dukungan kalian semua🥰🙏


__ADS_2