QUEEN IN MY LIFE

QUEEN IN MY LIFE
BAB 44


__ADS_3

Pagi sekali Ariana bangun lantaran merasa sesuatu yang berat kini berada di atas perut nya dengan sedikit rintihan kesakitan lantaran merasa perih pada bagian inti tubuh nya Ariana kini bangun seraya membuka kedua mata nya


Mata nya membulat kala melihat Aaron yang kini berada di hadapan nya bahkan dengan jarak yang sangat tipis, Tak hanya itu ia juga merasa terkejut kala melihat Aaron yang bertelanjang dada.


Ariana kembali mengingat apa yang terjadi pada dia dan Aaron beberapa jam yang lalu, mata nya kembali membulat kala mengingat jika ia dan Aaron baru saja melakukan perbuatan dosa yang seharusnya tak ia lakukan.


“Ya Tuhan, apa yang sudah ku lakukan?” gumam nya seraya menarik selimut yang menutupi tubuh nya lebih tinggi


Ia pun kini menatap Aaron yang terlelap dengan pulas ia terlihat benar benar lelah, tanpa di sadari sudut bibir Ariana terangkat entah mengapa ia tersenyum membayang bagaimana gagah nya Aaron saat berada di atas tubuh nya


“mungkin saat itu aku memang tengah dihasut setan tapi entah mengapa aku justru tak menyesali nya.” ucap Ariana membatin


Tangan nya bergerak menyusuri wajah tampan Aaron yang terlihat begitu damai saat sedang tidur, entah dorongan dari mana hingga Ariana berani melayangkan kecupan singkat di bibir Aaron


Seketika ia sadar harus membangun kan Aaron agar segera keluar dari kamar Cellyn sebelum penghuni rumah yang lain terbangun.


Ariana pun menepuk pipi Aaron berkali kali berharap agar pria itu segera bangun dari tidur nya, memang cukup sulit untuk membangun kan nya lantaran Aaron yang sebelum nya mabuk berat


Setelah berusaha dengan sekeras mungkin akhir nya Aaron bangun dari tidur nya hingga membuat Ariana sedikit memberi jarak antara ia dan Aaron, namun hal itu justru membuat Aaron mengira jika Ariana tengah merasa panik dan takut lantaran mereka yang tiba tiba berada di satu ranjang


“Ariana kau? kenapa kau disini?” tanya nya dengan keadaan kesadaran yang mendadak full kala melihat wajah cantik Ariana yang sedikit menjauh dari nya


Belum sempat mendengar jawaban dari Ariana, Aaron terlebih dahulu sadar jika kini mereka dalam keadaan polos, pantas saja Ariana sedikit menjauh dari nya lantaran merasa terkejut dengan hal itu, pikir Aaron


“Ariana? maaf a-aku benar benar tidak ingat apa yang kita lakukan semalam, semalam aku benar benar tak bisa menahan amarah ku karena Lora yang ketahuan selingkuh di belakang, maaf aku benar benar tak menyangka jika menjadi seperti ini.” ucap Aaron menjelaskan apa yang terjadi pada nya kemarin malam


Ariana yang awal nya tak menyesali perbuatan mereka kemarin malam mendadak kini merasa menyesal setelah mendengar penjelasan Aaron, jadi diri nya hanya di jadikan pelampiasan oleh Aaron?

__ADS_1


Ariana yang ingin memberikan senyuman manis pada pria itu justru kini memberikan wajah datar nya, tak percaya jika kegiatan panas kemarin malam hanya sebagai bentuk pelampiasan dari pria yang kini berada di hadapan nya


Ariana bangkit dengan menahan selimut nya agar tak jatuh lalu Aaron pun ikut duduk di hadapan Ariana lalu tak lama ia mendapatkan satu tamparan keras dari wanita itu


plak!!!


“Brengsek!! badjingan!!” umpat Ariana lalu memukul Aaron dengan sangat keras


Ia benar benar merasa marah, kecewa dan sedih saat ini, ingin sekali rasanya ia memutar waktu ketika mengingat suara ******** nya dan Aaron secara bersahutan yang menggema di ruangan itu


Aaron yang masih salah paham tentu saja berusaha untuk menjelaskan dan meminta maaf pada wanita itu, padahal Ariana marah lantaran ia merasa di jadikan pelampiasan saja oleh pria itu


“Kau brengsek Aaron!! kau menjadikan ku pelampiasan mu?” teriak Ariana seraya memukul Aaron secara bertubi tubi


Aaron pun berusaha menahan serangan Ariana meskipun tak berniat membalas nya, Ariana yang seperti kesetanan membuat Aaron sedikit kewalahan untuk menghentikan nya


“Ariana dengarkan aku, aku benar benar minta maaf Ariana, aku berjanji akan bertanggung jawab padamu.” ucap Aaron meyakinkan wanita itu, namun sayang ucapannya kini tak ada artinya bagi Ariana yang sudah terlanjur kecewa pada nya


“Dengar kan aku dulu, aku akan bertanggung jawab jika kau hamil nanti.” ucap nya menahan tangan Ariana yang masih saja memukul nya


Ariana tak menjawab, ia benar benar tak peduli dengan penjelasan atau tawaran dari pria itu, ia bahkan tak Sudi untuk menikah dengan Aaron meskipun rasa cinta nya masih ada


“Aku bilang keluar atau aku akan berteriak?” ancam Ariana namun lagi lagi Aaron tak peduli, tak masalah bagi nya jika memang mereka akan tertangkap basah dan segera di nikah kan lantaran memang itulah keinginan nya


“Tidak, aku akan bertanggung jawab!” ucap Aaron tak mau kalah


“Aku tidak Sudi menikah dengan mu Aaron dan sekarang keluar lah!” pekik Ariana seraya mendorong tubuh Aaron dari atas ranjang, tak peduli jika pria itu kini tengah dalam keadaan polos, yang jelas ia benar benar tak ingin melihat wajah Aaron

__ADS_1


“Ariana bagaimana jika kau hamil?!” pekik Aaron seraya menahan dorongan dari Ariana


“Aku tidak akan hamil hanya dengan satu kali melakukan nya!”


Bugh!!


Aaron pun akhirnya jatuh dari atas ranjang setelah mendapat satu dorongan kuat dari Ariana, setelah ia mendorong pria itu Ariana kemudian merebahkan diri nya membelakangi Aaron lantaran tak ingin melihat pria itu dalam keadaan polos meskipun kemarin malam ia sudah melihat semua yang ada pada tubuh pria itu


“Aku mohon keluar lah!” ucap Ariana lirih, mendengar itu Aaron mau tak mau memunguti semua pakaian nya lalu memasuki kamar mandi, setelah beberapa menit akhirnya ia keluar dengan pakaian lengkap meskipun sudah tidak berbentuk


“Baik lah aku akan diam untuk saat ini, tapi ingat lah jika kau hamil nanti maka aku tidak akan diam lagi.” ucap Aaron sebelum akhirnya ia meninggalkan kamar adik nya itu


Ariana hanya bisa terisak dalam tangis diam nya, betapa bodoh nya dia memberikan kehormatan nya pada pria yang tengah mabuk lantaran sakit hati, ingin sekali rasanya ia segera mengakhiri hidupnya saat ini


Pikiran Ariana kini teringat pada ucapan Aaron yang mengatakan akan bertanggung jawab jika ia hamil, Ariana menggelengkan kepalanya guna membuang pikiran negatif nya


“Tidak, hanya dengan satu kali melakukan nya tidak mungkin hamil kan?” ucap Ariana membatin lantaran ia kini tak memiliki daya untuk mengeluarkan suara nya


Tak lama kemudian ia pun segera bangun lalu berjalan menuju kamar mandi dengan langkah terseok-seok berusaha menahan rasa perih pada bagian inti nya


“Kenapa sakit sekali? apa robek?” ucap nya seraya sedikit membungkuk dengan menahan lutut, ia tak menyangka rasa sakit kemarin malam masih terasa hingga pagi ini


Kembali ingatan nya tertuju pada pergulatan panas nya dengan Aaron kemarin malam, namun kini bukan senyuman yang terlihat namun air mata nya yang kini jatuh membasahi pipi


Ariana menggeleng kepala nya seraya memukul pipi nya berkali kali agar ingatan tentang kemarin malam tak lagi muncul, ia pun berjalan memasuki kamar mandi dan membersihkan diri nya


Setelah rapi dengan pakaian nya yang ia kenakan kemarin malam, Ariana pun kini berjalan keluar dari rumah itu dengan langkah pelan agar tak ada yang menyadari

__ADS_1


Entah kapan ia menelpon sopir pribadi nya untuk datang menjemput nya yang jelas pria tua itu kini sudah terlihat berada di luar rumah Aaron


“Pulang pak.” ucap Ariana setelah masuk ke dalam mobil nya


__ADS_2